Siapa Pengusaha Bandel Di Makassar Yang Nekat Tak Bayar Pajak? Kini Terancam Pidana

Bagikan

Pengusaha di Makassar nekat tak bayar pajak dan kini terancam pidana, Siapa sosoknya? Simak fakta lengkap dan kronologinya!

Siapa Pengusaha Bandel Di Makassar Yang Nekat Tak Bayar Pajak? Kini Terancam Pidana

Kasus pengusaha yang tidak patuh membayar pajak kembali menjadi sorotan di Makassar. Aparat menegaskan bahwa pelanggaran pajak tidak hanya berujung sanksi administrasi, tetapi juga dapat diproses secara pidana. Penindakan ini menjadi peringatan keras bagi pelaku usaha agar mematuhi kewajiban perpajakan dan menjaga transparansi dalam aktivitas bisnis mereka. Simak informasi selanjutnya hanya di Derita Rakyat.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Ancaman Pidana Bagi Pengusaha Bandel Pajak Di Makassar

Pemerintah Kota Makassar menegaskan komitmennya menindak tegas pengusaha yang tidak memenuhi kewajiban pajak. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menyatakan bahwa pelanggaran pajak tidak lagi hanya dikenai sanksi administrasi. Pelaku usaha yang tetap membandel dapat diproses secara pidana sesuai aturan hukum yang berlaku.

Kebijakan ini muncul setelah pemerintah menemukan sejumlah pengusaha yang menunggak pajak dalam waktu lama. Beberapa usaha bahkan diduga memungut pajak dari konsumen, tetapi tidak menyetorkannya ke kas daerah. Tindakan tersebut berpotensi dikategorikan sebagai penggelapan pajak.

Pemerintah menilai pajak daerah merupakan sumber penting pendapatan daerah. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, serta program kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kepatuhan pajak menjadi tanggung jawab setiap pelaku usaha.

Penegakan hukum terhadap pelanggaran pajak juga bertujuan menciptakan keadilan bagi pengusaha yang taat aturan. Tanpa tindakan tegas, pelaku usaha yang patuh dapat merasa dirugikan karena adanya pesaing yang menghindari kewajiban pajak.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Langkah Tegas Bapenda Dan Kejaksaan

Bapenda Makassar telah mengambil langkah serius untuk menangani masalah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin kerja sama dengan pihak kejaksaan. Kolaborasi ini memungkinkan proses penindakan hukum dilakukan secara lebih efektif.

Kepala Bapenda Makassar menegaskan bahwa pengusaha yang memungut pajak dari masyarakat tetapi tidak menyetorkannya dapat dijerat dugaan penggelapan. Kasus semacam ini akan ditindak sesuai prosedur hukum apabila terbukti melanggar aturan.

Sebelum penindakan dilakukan, pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada pengusaha untuk melunasi kewajibannya. Bapenda telah memanggil para pengusaha yang menunggak pajak dan meminta mereka menandatangani kesepakatan pembayaran.

Namun pemerintah menegaskan tidak akan memberikan toleransi jika kesepakatan tersebut dilanggar. Jika batas waktu pembayaran tidak dipenuhi, aparat akan turun bersama kejaksaan untuk melakukan penindakan hukum.

Baca Juga: Mensos Buka Saluran Pelaporan, Derita Rakyat Akhirnya Didengar!

Temuan Pengusaha Yang Menunggak Pajak

Siapa Pengusaha Bandel Di Makassar Yang Nekat Tak Bayar Pajak?

Dari hasil pendataan dan inspeksi, pemerintah menemukan sejumlah pelaku usaha yang tidak membayar pajak dalam jangka waktu lama. Bahkan ada usaha yang tidak menyetor pajak sejak awal membuka bisnisnya. Temuan ini menunjukkan adanya potensi kebocoran pendapatan daerah yang cukup besar. Nilai tunggakan pajak yang belum dibayarkan diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah jika dihitung secara keseluruhan.

Beberapa usaha disebut telah menerima teguran berkali-kali dari pemerintah. Namun sebagian pengusaha menganggap teguran tersebut hanya sebagai formalitas dan tidak segera menindaklanjutinya. Kondisi ini membuat pemerintah memutuskan untuk mengambil langkah lebih tegas. Penegakan hukum dianggap perlu agar kewajiban pajak tidak lagi diabaikan oleh pelaku usaha.

Pentingnya Kepatuhan Pajak Bagi Dunia Usaha

Kepatuhan pajak merupakan bagian penting dari tanggung jawab bisnis. Pajak daerah yang dibayarkan oleh pelaku usaha membantu pemerintah membiayai pembangunan dan layanan publik. Tanpa penerimaan pajak yang memadai, berbagai program pembangunan dapat terhambat. Infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan bergantung pada pendapatan yang bersumber dari pajak.

Selain itu, kepatuhan pajak juga menciptakan persaingan usaha yang sehat. Pengusaha yang taat pajak tidak akan dirugikan oleh praktik bisnis yang menghindari kewajiban hukum. Karena itu, pemerintah terus mendorong pelaku usaha untuk mematuhi aturan perpajakan. Edukasi dan sosialisasi dilakukan agar para pengusaha memahami pentingnya kewajiban tersebut.

Harapan Pemerintah Terhadap Pelaku Usaha

Pemerintah Kota Makassar berharap para pengusaha menunjukkan itikad baik untuk melunasi kewajiban pajaknya. Kesadaran ini dianggap penting untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. Selain penegakan hukum, pemerintah juga menekankan pendekatan persuasif. Dialog dan pembinaan dilakukan agar pelaku usaha memahami konsekuensi dari pelanggaran pajak.

Di sisi lain, masyarakat juga diharapkan ikut mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kepatuhan pajak. Transparansi dalam transaksi bisnis menjadi bagian dari pengawasan publik. Dengan langkah tegas dan kesadaran bersama, pemerintah optimistis penerimaan pajak daerah dapat meningkat. Hal ini diharapkan mampu memperkuat pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Makassar.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari www.google.com
  • Gambar Kedua dari www.google.com

Similar Posts

  • |

    Ribuan Warga Kabupaten Agam Masih Terjebak di Pengungsian Pasca-Bencana Hidrometeorologi

    Bagikan

    Ribuan warga Kabupaten Agam masih terjebak di pengungsian setelah bencana hidrometeorologi, menghadapi kondisi memprihatinkan dan kebutuhan mendesak.

    Ribuan Warga Kabupaten Agam Masih Terjebak di Pengungsian Pasca-Bencana Hidrometeorologi, Nasib Mereka Memprihatinkan

    Bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, beberapa minggu lalu, masih meninggalkan duka dan dampak besar bagi masyarakat. Ribuan warga terpaksa mengungsi, menunjukkan skala bencana yang luar biasa dan kebutuhan bantuan berkelanjutan.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Ribuan Jiwa Terlantar Akibat Bencana

    ​Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mengungkapkan bahwa sebanyak 3.878 warga masih bertahan di pengungsian.​ Mereka adalah korban langsung dari bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan kerusakan parah pada permukiman. Rumah-rumah yang hancur atau berada di zona rawan membuat kembali ke kediaman asal menjadi tidak mungkin.

    Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, menjelaskan bahwa alasan utama pengungsian ini adalah kondisi rumah yang rusak parah atau lokasi permukiman yang teridentifikasi sebagai zona merah. Faktor keselamatan menjadi prioritas utama bagi ribuan warga ini, mendorong mereka untuk mencari perlindungan di tempat yang lebih aman.

    Para pengungsi tersebut tersebar di enam kecamatan berbeda. Kecamatan Tanjung Raya menampung jumlah pengungsi terbanyak dengan 2.118 orang, diikuti oleh Palembayan dengan 1.023 orang. Sementara itu, Palupuh, Malalak, Matur, dan Ampek Koto juga menjadi lokasi pengungsian bagi ratusan warga lainnya, menunjukkan cakupan bencana yang luas.

    Kondisi Pengungsian Dan Bantuan Kemanusiaan

    Sejak awal bencana banjir bandang dan tanah longsor, para pengungsi telah menempati berbagai lokasi darurat. Mereka mencari perlindungan di posko pengungsian yang didirikan oleh pemerintah, masjid, mushola, dan bahkan sekolah yang masih bisa digunakan. Kondisi ini menuntut respons cepat dan terkoordinasi dari berbagai pihak.

    Selama berada di pengungsian, kebutuhan dasar seperti makanan dan kebutuhan pokok lainnya dipastikan terpenuhi. Distribusi logistik dilakukan secara rutin untuk mendukung operasional dapur umum. Langkah ini krusial untuk menjaga kesehatan dan nutrisi para pengungsi, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

    Berita baiknya, tidak ada lagi wilayah terisolir yang sulit dijangkau bantuan. Akses jalan yang sempat terputus kini telah berhasil dibuka kembali berkat pengerahan alat berat. Hal ini sangat membantu kelancaran distribusi bantuan dan evakuasi, memastikan bahwa setiap warga yang membutuhkan dapat dijangkau.

    Baca Juga: Tinjau Bencana Tapanuli Selatan, Bobby Nasution Janjikan Bangun Sumur Bor

    Skala Kerusakan Dan Korban Jiwa

    Skala Kerusakan Dan Korban Jiwa

    Dampak bencana hidrometeorologi di Agam sungguh memilukan. Tercatat 192 korban meninggal dunia, dengan 72 orang di antaranya masih dalam pencarian. Angka ini menunjukkan betapa dahsyatnya bencana tersebut, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, empat orang masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Bencana yang terjadi akhir November 2025 ini juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang masif. Sebanyak 367 unit rumah rusak ringan, 287 unit rusak berat, dan 851 unit mengalami kerusakan parah. Kerusakan ini menambah beban bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi.

    Tidak hanya permukiman, fasilitas publik juga tidak luput dari amukan bencana. Sebanyak 21 titik jalan rusak, 28 jembatan hancur, 27 tempat ibadah rusak, dan 114 fasilitas pendidikan juga terdampak. Sektor pertanian juga terpukul, dengan 2.044 hektare lahan pertanian rusak dan 5.481 ekor ternak mati, serta 156 unit infrastruktur pertanian hancur.

    Tantangan Pemulihan Dan Kebutuhan Mendesak

    Salah satu tantangan besar pasca-bencana adalah krisis air bersih. Lima kecamatan di Agam dilaporkan mengalami kesulitan serius dalam mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari warga. Situasi ini berpotensi memicu masalah kesehatan baru jika tidak segera ditangani dengan serius.

    Pemkab Agam juga menghadapi kebutuhan mendesak untuk membangun kembali aksesibilitas. Diperlukan setidaknya 13 jembatan bailey untuk membuka kembali akses yang terputus di beberapa wilayah. Ketersediaan jembatan darurat ini sangat vital untuk menghubungkan kembali komunitas dan melancarkan roda perekonomian lokal.

    Upaya pemulihan membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. BPBD Agam terus berkoordinasi dengan lembaga terkait untuk memastikan bantuan menjangkau semua yang membutuhkan. Fokus saat ini adalah pada pencarian korban yang belum ditemukan, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dan secara bertahap memulai proses rehabilitasi serta rekonstruksi.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari antaranews.com
    • Gambar Kedua dari msn.com
  • Tiga Pegawai SPBU Di Jaktim Diduga Dianiaya Oleh Para Aparat

    Bagikan

    Tiga pegawai SPBU di Jaktim diduga dianiaya aparat usai penolakan isi BBM, rekaman CCTV viral dan picu sorotan publik.

    Tiga Pegawai SPBU Di Jaktim Diduga Dianiaya Oleh Para Aparat

    Insiden mengejutkan terjadi di sebuah SPBU kawasan Jakarta Timur ketika tiga pegawai diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum aparat. Peristiwa itu disebut bermula dari penolakan pengisian BBM yang tidak sesuai prosedur. Rekaman kamera pengawas yang beredar di media sosial memperlihatkan momen ketegangan antara pelanggan dan petugas. Video tersebut memicu perhatian luas serta beragam reaksi dari masyarakat.

    Kasus Derita Rakyat ini pun menjadi sorotan, terutama terkait perlindungan terhadap pekerja pelayanan publik dan pentingnya penyelesaian secara transparan agar tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.

    Insiden Di Cipinang Yang Menghebohkan

    Peristiwa dugaan penganiayaan terjadi di SPBU 3413901 kawasan Cipinang, Pulogadung, Jakarta Timur. Tiga pegawai dilaporkan menjadi korban dalam insiden tersebut. Kejadian itu berlangsung pada Minggu malam sekitar pukul 22.00 WIB. Situasi yang awalnya pelayanan biasa berubah menjadi tegang dalam waktu singkat.

    Salah satu staf SPBU, Mukhlisin (38), membenarkan adanya dugaan kekerasan terhadap rekan kerjanya. Ia menyebut tiga pegawai mengalami tindakan fisik dari seorang pelanggan. Peristiwa tersebut sontak menyita perhatian warga sekitar. Terlebih setelah kabarnya menyebar luas di media sosial dan memicu reaksi publik.

    Awal Mula Penolakan Pengisian Pertalite

    Insiden bermula ketika seorang pelanggan datang untuk membeli BBM jenis Pertalite. Petugas kemudian melakukan pemindaian barcode sesuai prosedur yang berlaku. Hasil pemindaian menunjukkan nomor polisi kendaraan sesuai dengan data sistem. Namun, jenis mobil yang digunakan berbeda dengan informasi yang terdaftar.

    Sesuai aturan operasional, petugas wajib memastikan kecocokan data kendaraan. Ketidaksesuaian itu membuat pengisian Pertalite tidak dapat dilanjutkan. Sebagai solusi, pelanggan diarahkan untuk mengisi Pertamax. Produk tersebut tidak memerlukan pemindaian barcode sehingga tetap dapat dilayani tanpa kendala administrasi.

    Baca Juga: Anggota DPRD Muara Enim Tak Terlibat OTT Kejati Sumsel

    Dugaan Tindakan Kekerasan Terhadap Pegawai

    Tiga Pegawai SPBU Di Jaktim Diduga Dianiaya Oleh Para Aparat

    Penolakan pengisian diduga memicu emosi pelanggan. Ketegangan meningkat hingga berujung pada tindakan yang mengarah pada kekerasan fisik. Tiga pegawai disebut menjadi korban dalam kejadian itu. Mereka terdiri atas satu staf dan dua operator yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.

    Ahmad Khoirul Anam, staf yang telah bekerja sekitar lima tahun, dilaporkan mengalami tamparan di bagian pipi. Sementara Lukmanul Hakim, operator yang baru enam bulan bekerja, terkena pukulan di rahang kanan. Korban lainnya, Abud Mahmudin, mengalami pukulan di bawah mata dan pipi hingga menyebabkan giginya goyang. Ketiganya mengalami syok meski tidak sampai dirawat di rumah sakit.

    Kondisi Korban Dan Respons Internal SPBU

    Saat kejadian, satu operator tengah bertugas aktif melayani pelanggan. Seorang staf berada di area pengisian, sementara operator lain yang sudah selesai bekerja kembali ke lokasi karena situasi ramai. Manajemen SPBU langsung mengambil langkah cepat setelah insiden terjadi. Para korban untuk sementara diliburkan agar dapat memulihkan kondisi fisik dan mental.

    Penggantian jadwal dilakukan agar operasional tetap berjalan normal. Pelayanan kepada masyarakat tetap diupayakan tanpa gangguan berarti. Menurut keterangan internal, kondisi para korban kini berangsur membaik. Mereka diminta beristirahat di rumah sambil menenangkan diri dari dampak psikologis kejadian tersebut.

    Rekaman CCTV Dan Sorotan Publik

    Kasus ini semakin menjadi perhatian setelah rekaman CCTV beredar luas di media sosial. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram Instagram @nestagram. Dalam rekaman itu, terlihat seorang pria berpakaian hitam melakukan tindakan memukul, menampar, dan mendorong pegawai. Ia juga tampak membentak sambil menunjuk petugas yang menolak pengisian Pertalite.

    Viralnya video tersebut memicu berbagai tanggapan dari warganet. Banyak pihak meminta agar kejadian ini ditangani secara transparan dan adil. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya pengendalian emosi dalam situasi pelayanan publik. Semua pihak diharapkan dapat menghormati prosedur yang berlaku demi menjaga keamanan dan ketertiban bersama.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Peratama: www.google.com
    • Gambar Kedua: www.sentrapos.co.id
  • Kecelakaan Tronton Di Ciputat, Pasutri Selamat Setelah Lompat

    Bagikan

    ​Sebuah insiden mengerikan baru-baru ini menggemparkan warga Ciputat ketika sebuah truk tronton mengalami kecelakaan serius di jalur flyover.​

    Kecelakaan Tronton Di Ciputat, Pasutri Selamat Setelah Lompat

    Kejadian ini tidak hanya menyebabkan kerusakan parah, tetapi juga memicu kepanikan luar biasa di antara pengguna jalan, termasuk sepasang suami istri yang harus mengambil tindakan ekstrem demi keselamatan mereka.

    Berikut ini, Derita Rakyat akan menjadi pengingat akan bahaya di jalan raya dan pentingnya kewaspadaan setiap saat.

    Detik-Detik Menegangkan Kecelakaan

    Kepanikan melanda Flyover Ciputat pada Rabu sore, sekitar pukul 15.00 WIB, saat sebuah truk tronton bernomor polisi B 9028 TEI tiba-tiba hilang kendali. Truk besar ini melaju dari arah Pondok Cabe menuju Lebak Bulus, membawa muatan pipa beton yang sangat berat, menjadi saksi bisu awal mula petaka.

    Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan bahwa truk tersebut tampak oleng sejak awal, menimbulkan kekhawatiran di antara pengendara lain. Ketidakstabilan tronton ini berujung pada hilangnya keseimbangan, membuat kendaraan raksasa tersebut bergerak tak terduga di jalanan padat, menciptakan ancaman serius.

    Puncak ketegangan terjadi ketika truk tronton menabrak pembatas jalan. Benturan keras ini menyebabkan muatan pipa beton yang diangkutnya bergeser dan menimpa kepala truk, mengikis bagian atas kabin sopir. Kerusakan parah terlihat jelas, mengindikasikan dampak kekuatan tabrakan yang sangat besar.

    Aksi Heroik Pasutri Menyelamatkan Diri

    Di tengah kekacauan tersebut, sepasang suami istri yang sedang melaju dengan sepeda motor Yamaha NMAX berada tepat di samping tronton. Melihat truk mulai oleng dan muatannya bergerak berbahaya, mereka menyadari bahaya yang mengancam jiwa mereka secara langsung dan harus bertindak cepat.

    Tanpa berpikir panjang, mereka memutuskan untuk melompat dari motor mereka yang sedang bergerak. Aksi heroik ini adalah keputusan spontan dan penuh keberanian untuk menghindari remukan pipa beton yang bisa saja menimpa mereka. Insting bertahan hidup menjadi panduan utama dalam situasi genting itu.

    Meski berhasil selamat dari himpitan pipa, keduanya mengalami luka-luka akibat lompatan tersebut. Suami mengalami retak tangan dan memar di punggung, sementara istrinya menderita luka di bagian kaki. Keberanian mereka patut diacungi jempol, meskipun harus dibayar dengan cedera fisik yang memerlukan perawatan.

    Baca Juga: Banjir Rendam Puluhan Rumah di OKU Timur 7 Desa Terdampak

    Dampak Dan Penanganan Pasca-Kecelakaan

    Dampak Dan Penanganan Pasca-Kecelakaan

    Setelah insiden, petugas kepolisian dan tim evakuasi segera tiba di lokasi untuk mengamankan area. Proses evakuasi truk tronton yang terguling menjadi prioritas utama untuk menghindari kemacetan parah dan bahaya lanjutan. Penanganan yang cepat sangat diperlukan mengingat lokasi kejadian adalah jalur ramai.

    Kecelakaan ini menyebabkan gangguan lalu lintas yang signifikan, memicu kemacetan panjang di sekitar Flyover Ciputat. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif guna menghindari penumpukan kendaraan. Dampak dari kecelakaan ini dirasakan luas oleh banyak pengguna jalan.

    Sopir truk tronton juga diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Penyelidikan mendalam akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kelalaian atau masalah teknis. Hasil penyelidikan diharapkan dapat memberikan kejelasan atas insiden ini.

    Pelajaran Penting Dari Tragedi Flyover

    Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi aturan lalu lintas. Mengemudi dengan hati-hati, terutama di area padat dan jalur layang, adalah kunci untuk mencegah kejadian serupa di masa depan. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

    Pemeriksaan rutin terhadap kondisi kendaraan, terutama untuk truk besar dengan muatan berat, sangat krusial. Memastikan rem, ban, dan sistem kemudi berfungsi optimal dapat mencegah kecelakaan akibat masalah teknis yang seringkali tidak terdeteksi. Perawatan preventif adalah investasi penting.

    Pemerintah dan pihak terkait juga perlu terus meningkatkan standar keamanan jalan raya, termasuk desain flyover dan pembatas jalan. Edukasi publik mengenai keselamatan berlalu lintas juga harus digencarkan. Dengan kerja sama semua pihak, diharapkan insiden tragis seperti ini tidak terulang kembali.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar: 

    • Gambar Utama dari news.detik.com
    • Gambar Kedua dari news.detik.com
  • | |

    3 Hari Gali Lumpur, Asep Cari Anaknya Yang Tertimbun Longsor Cisarua

    Bagikan

    Bencana longsor yang menerjang Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menyisakan duka mendalam.

    3 Hari Gali Lumpur, Asep Cari Anaknya Yang Tertimbun Longsor Cisarua

    Di tengah puing-puing dan lumpur yang masih tebal, muncul sebuah kisah heroik sekaligus memilukan tentang seorang ayah. ​Ia adalah Asep Heri, yang dengan segenap tenaga dan hati, tak pernah menyerah mencari putri tercintanya yang diduga menjadi korban.

    Berikut ini, Derita Rakyat akan menyaksikan cerminan keteguhan hati seorang ayah di hadapan kedahsyatan alam.

    Asep Heri, Kegigihan Seorang Ayah Dalam Pencarian

    Asep Heri, dengan jaket hujan penuh lumpur dan peluh yang mengucur, duduk melepas lelah di tepian lokasi longsor. Pria 45 tahun itu telah meninggalkan rumahnya di Ranca Upas selama tiga hari, mempertaruhkan keselamatan diri demi menemukan Tasya, putrinya yang berusia 17 tahun.

    Dengan tangan kosong dan cangkul, Asep tak kenal lelah menggali lumpur di titik yang ia yakini sebagai bekas rumah saudaranya. Di sanalah Tasya menginap sebelum longsor dahsyat dari kaki Gunung Burangrang terjadi pada Sabtu (24/1).

    “Ya saya langsung mencari sendiri, ingin cepat menemukan tubuh anak saya, Tasya,” ujar Asep kepada detikJabar, Senin (26/1/2026), menunjukkan ketegarannya yang luar biasa meski tengah berduka.

    Saksi Bisu Kehilangan Dan Penemuan Yang Menyayat Hati

    Perjuangan Asep tak sepenuhnya sia-sia. Pada hari Minggu, ia menemukan jasad saudara dan keponakannya, Deni dan Ani. Sebuah kelegaan bercampur kesedihan, karena putrinya sendiri, Tasya, masih belum ditemukan.

    Asep menyaksikan sendiri bagaimana jasad Ani ditemukan dalam posisi setengah bersujud, seolah melindungi anaknya. Penemuan ini menjadi gambaran pilu kasih sayang seorang ibu yang tak terbatas, bahkan di saat-saat terakhir.

    Meskipun kebahagiaan menemukan kerabatnya tercapai, hati Asep masih hancur karena Tasya belum ditemukan. Ia terus berharap dan berjuang, sembari menerima kenyataan pahit bahwa pencarian ini adalah pertarungan melawan waktu dan nasib.

    Baca Juga: Longsor Cisarua Timbun 23 Anggota Marinir, 19 Orang Masih Pencarian

    Tantangan Cuaca Dan Harapan Yang Tak Padam

    Tantangan Cuaca Dan Harapan Yang Tak Padam

    Identitas Tasya, putrinya, ditemukan di sekitar lokasi penemuan saudaranya, menguatkan keyakinan Asep bahwa Tasya berada di sana. Namun, hujan yang kembali turun di lokasi longsor memaksa Asep untuk beristirahat sejenak.

    “Istirahat dulu saja, soalnya hujan juga. Nanti setelah tenaga terkumpul saya cari lagi,” kata Asep, menegaskan tekadnya untuk melanjutkan pencarian. Ia lebih puas mencari sendiri daripada hanya menunggu petugas.

    Komandan Sektor Kantor SAR Bandung, Agung, menjelaskan bahwa cuaca menjadi kendala utama dalam operasi pencarian. Hujan membuat tim SAR tidak dapat bekerja secara maksimal, namun semangat pencarian tidak pernah padam.

    Koordinasi Tim SAR Dan Prioritas Pencarian

    Tim SAR telah membagi area pencarian menjadi beberapa sektor, seperti A1, A2, dan B3, dengan fokus utama di sektor A1 yang dibagi lagi menjadi bagian bawah, tengah, dan atas. Ini adalah upaya maksimal untuk mencakup area yang luas.

    Agung juga menyebutkan bahwa modifikasi cuaca sempat membantu proses pencarian. Namun, secara keseluruhan, kondisi cuaca yang tidak menentu tetap menjadi tantangan besar yang harus dihadapi oleh tim penyelamat.

    Dalam situasi seperti ini, setiap detik sangat berarti. Koordinasi yang kuat antara Asep dan tim SAR menjadi kunci untuk memaksimalkan setiap upaya pencarian, dengan harapan dapat menemukan Tasya dan membawa sedikit kedamaian bagi keluarga yang berduka.

    Selalu ikuti berita terbaru mengenai serta ragam informasi menarik yang memperluas wawasan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com
  • |

    Kasus Korupsi Rp 263 M, Eks Dirut PTPN-Kakanwil BPN Disidang

    Bagikan

    Dunia hukum kembali dihebohkan dengan terungkapnya dugaan praktik korupsi masif di tubuh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional I.

    Kasus Korupsi Rp 263 M, Eks Dirut PTPN-Kakanwil BPN Disidang

    Empat terdakwa, termasuk mantan Direktur Utama PTPN II dan eks Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara, kini menghadapi dakwaan serius atas penjualan aset tanah seluas 8.077 hektare untuk proyek perumahan Citraland. ​Jaksa mendakwa mereka secara bersama-sama merugikan keuangan negara hingga mencapai angka fantastis Rp263,4 miliar.

    Berikut ini, Derita Rakyat akan memicu sorotan tajam terhadap tata kelola aset negara dan integritas pejabat publik.​

    Aktor Utama Di Balik Kerugian Negara

    Kasus ini melibatkan empat nama kunci yang kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan. Mereka adalah Irwan Perangin-angin, mantan Direktur Utama PTPN II, Iman Subakti, Direktur PT Nusa Dua Propertindo (NDP), Askani, eks Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara, dan Abdul Rahim Lubis, mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang. Keempatnya didakwa atas perbuatan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison Sipahutar dengan tegas menyatakan bahwa perbuatan para terdakwa secara kolektif telah merugikan keuangan negara sebesar Rp263.435.080.000. Angka ini menggambarkan skala korupsi yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan terhadap aset-aset strategis milik negara. Persidangan perdana ini menjadi awal dari upaya penegakan hukum untuk mengungkap tuntas jaringan korupsi ini.

    Peran masing-masing terdakwa juga telah diuraikan oleh JPU. Askani dan Abdul Rahim Lubis diduga memiliki peran sentral dalam menyetujui penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT NDP. Penerbitan ini disinyalir tanpa pemenuhan kewajiban penyerahan minimal 20 persen lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang seharusnya direvisi menjadi HGB sesuai tata ruang.

    Modus Operandi Dan Pelanggaran Hukum

    Jaksa menjelaskan bahwa Askani dan Abdul Rahim Lubis dituding sebagai pihak yang memuluskan penerbitan HGB tanpa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Ketentuan tersebut mewajibkan penyerahan sebagian lahan HGU kepada negara sebagai konsekuensi dari perubahan status lahan menjadi HGB. Pelanggaran ini menjadi pintu masuk bagi hilangnya kontrol negara atas aset penting.

    Selain itu, kedua terdakwa juga diduga terlibat dalam pengembangan dan penjualan lahan HGU yang telah diubah statusnya menjadi HGB kepada PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR). Tindakan ini secara langsung menyebabkan hilangnya aset negara yang seharusnya menjadi hak milik pemerintah. Yaitu sebesar 20 persen dari total lahan. Peran mereka dalam memfasilitasi transaksi ilegal ini menjadi fokus utama penyelidikan.

    Di sisi lain, Irwan Perangin-angin dan Iman Subakti berperan sebagai pihak yang mengajukan permohonan HGB atas beberapa bidang tanah berstatus HGU PTPN II. Permohonan ini diajukan secara bertahap kepada Kepala Kantor BPN Deli Serdang sepanjang tahun 2022 hingga 2023. Proses pengajuan ini disinyalir sebagai bagian dari skema korupsi yang terstruktur dan terencana.

    Baca Juga: Waka MPR Tegaskan, Mitigasi Banjir dan Longsor Wajib Diantisipasi di Indonesia

    Konsekuensi Pemasaran Proyek Dan Kerja Sama Bermasalah

    Konsekuensi Pemasaran Proyek Dan Kerja Sama Bermasalah

    Akibat dari serangkaian dugaan pelanggaran hukum tersebut, pemasaran dan penjualan perumahan Citraland. Yang berlokasi di Helvetia, Sampali, dan Tanjung Morawa oleh PT Dely Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR), diduga kuat melanggar hukum. Proyek yang seharusnya membawa dampak positif bagi pembangunan daerah ini, kini tercoreng dengan isu korupsi.

    Dugaan korupsi dalam penjualan aset PTPN I Regional I ini juga disebut-sebut melibatkan kerja sama operasional (KSO) antara PT NDP dengan PT Ciputra Land. Dari total lahan 8.077 hektare yang diperjualbelikan, sekitar 93 hektare di antaranya telah memiliki status HGB. Ini menunjukkan bahwa sebagian transaksi ilegal telah terealisasi, menyebabkan kerugian konkret bagi negara.

    Jaksa menjerat para terdakwa dengan dakwaan alternatif. Dakwaan pertama mengacu pada Pasal 603 Jo. Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999, yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

    Dakwaan alternatif kedua mencakup Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999, yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Selain itu, dakwaan ini juga melibatkan Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) Jo. Pasal 618 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Respons Terdakwa Dan Sidang Lanjutan

    Setelah pembacaan dakwaan yang panjang dan detail, para terdakwa melalui Penasehat Hukum (PH) mereka menyatakan akan mengajukan nota perlawanan atau eksepsi. Langkah ini merupakan hak setiap terdakwa untuk menanggapi dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Mereka akan mempersiapkan argumen hukum untuk membantah tuduhan korupsi.

    Hakim Ketua kemudian memberikan kesempatan kepada tim Penasehat Hukum para terdakwa untuk menyampaikan nota perlawanan tersebut pada sidang pekan depan. Sidang lanjutan ini dijadwalkan akan digelar pada tanggal 28 Januari 2026. Publik dan pihak terkait tentunya akan menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus korupsi yang merugikan negara ini.

    Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap pengelolaan aset negara dan potensi kolusi antara oknum pejabat dengan pihak swasta. Masyarakat menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan transparan, adil, dan tuntas. Sehingga para pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

    Pantau terus berita terbaru seputar Derita Rakyat dan berbagai informasi menarik yang menambah wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari medanposonline.com
  • |

    Dampak Krisis Planet Tiga Kali Lipat Terhadap Pengelolaan Sampah Perkotaan

    Bagikan

    Dampak krisis planet tiga kali lipat mengancam pengelolaan sampah perkotaan, Tantangan lingkungan ini membutuhkan solusi inovatif dan cepat.

    Dampak Krisis Planet Tiga Kali Lipat Terhadap Pengelolaan Sampah Perkotaan 700

    Krisis lingkungan global kini menghadirkan tantangan serius bagi kota-kota di seluruh dunia. Dampak dari apa yang disebut “triple planetary crisis” perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan degradasi bumi mulai terasa pada pengelolaan sampah perkotaan.

    Kota-kota dituntut untuk mengadopsi sistem pengelolaan sampah yang lebih efisien, memprioritaskan daur ulang, serta melibatkan masyarakat dalam mengurangi produksi limbah. Upaya ini menjadi langkah penting untuk menahan laju Derita Rakyat krisis planet tiga kali lipat yang mengancam keseimbangan bumi.

    Triple Planetary Crisis: Krisis Global Yang Saling Terhubung

    Isu triple planetary crisis pertama kali dipopulerkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) sejak awal 2020-an. Istilah ini merangkum tiga krisis global yang saling terkait: perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Ketiga krisis ini bukan hanya berdiri sendiri, melainkan saling memperburuk satu sama lain sehingga menimbulkan tekanan lingkungan yang kompleks.

    Krisis iklim terus meningkat akibat emisi gas rumah kaca, sementara hilangnya keanekaragaman hayati mengurangi ketahanan ekosistem. Polusi, khususnya dari limbah plastik, menambah beban lingkungan dengan dampak nyata bagi manusia dan satwa. Ketiga masalah ini menciptakan siklus yang saling memperkuat, menimbulkan ancaman jangka panjang bagi planet.

    Pentingnya memahami triple planetary crisis bukan sekadar akademik, tetapi juga menjadi landasan bagi kebijakan lingkungan, pengelolaan kota, dan strategi pembangunan berkelanjutan. Dengan mengetahui titik pertemuan ketiga krisis ini, langkah mitigasi dapat dirancang lebih tepat sasaran dan efektif.

    Sampah Perkotaan Dan Percepatan Krisis Iklim

    Sampah perkotaan berada tepat di pusat ketiga krisis tersebut. Ketika sampah organik menumpuk di tempat pembuangan terbuka, proses pembusukan menghasilkan gas metana, yang memiliki efek pemanasan jauh lebih besar dibanding karbon dioksida. Dengan demikian, pengelolaan sampah yang buruk ikut mempercepat perubahan iklim secara diam-diam.

    Selain itu, pembakaran sampah yang tidak terkendali juga menghasilkan polutan udara berbahaya, termasuk karbon monoksida dan partikel mikro. Dampak ini langsung mengancam kesehatan masyarakat perkotaan serta memperparah efek pemanasan global.

    Oleh karena itu, pengelolaan sampah yang efisien, termasuk pemilahan, daur ulang, dan komposting, menjadi strategi penting untuk menekan emisi gas rumah kaca. Sistem pengelolaan limbah kota yang modern dapat menjadi alat mitigasi krisis iklim sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga.

    Baca Juga: 3 Hari Gali Lumpur, Asep Cari Anaknya Yang Tertimbun Longsor Cisarua

    Dampak Pada Keanekaragaman Hayati Dan Ekosistem

    Dampak Pada Keanekaragaman Hayati Dan Ekosistem 700

    Praktik pembuangan sampah yang tidak terkendali juga merusak ekosistem dan ruang hidup satwa. Sungai yang dipenuhi sampah plastik kehilangan fungsi ekologisnya, mengganggu rantai makanan, dan mengancam mata pencaharian nelayan. Lautan yang tercemar mikroplastik pun mengancam berbagai spesies laut, mulai dari plankton hingga predator puncak.

    Hilangnya habitat akibat limbah perkotaan juga berdampak pada keanekaragaman hayati daratan. Banyak spesies terpaksa berpindah atau mati karena ruang hidup mereka rusak. Dampak jangka panjangnya adalah menurunnya ketahanan ekosistem yang vital untuk menyediakan udara bersih, air, dan pangan bagi manusia.

    Dengan demikian, sampah perkotaan bukan hanya masalah lokal, melainkan isu global yang memengaruhi keseimbangan alam. Perlindungan ekosistem harus menjadi bagian integral dari strategi pengelolaan limbah kota.

    Polusi: Ancaman Nyata Bagi Kesehatan Dan Kehidupan

    Polusi adalah wajah paling kasatmata dari persoalan sampah. Mikroplastik kini ditemukan di air minum, tanah pertanian, bahkan tubuh manusia, menunjukkan bahwa dampaknya sudah memasuki kehidupan sehari-hari. Isu ini bukan lagi masalah masa depan, melainkan kenyataan yang harus segera ditangani.

    Di Indonesia, urbanisasi yang cepat memperburuk persoalan ini. Kota-kota tumbuh lebih cepat daripada kapasitas pengelolaan sampahnya, sehingga ketimpangan antara timbulan sampah dan sistem pengelolaan semakin besar. Jika tidak diatasi, masalah ini akan menimbulkan krisis kesehatan, pencemaran lingkungan, dan tekanan sosial.

    Langkah yang diperlukan termasuk penerapan kebijakan pengelolaan sampah berkelanjutan, pengurangan limbah di sumbernya, serta edukasi masyarakat. Dengan strategi terpadu, kota-kota dapat menekan dampak polusi sekaligus berkontribusi pada mitigasi triple planetary crisis secara global.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari sulawesion.com
    • Gambar Kedua dari ivanlanin.medium.com