Longsor Cisarua Timbun 23 Anggota Marinir, 19 Orang Masih Pencarian

Bagikan

Bencana longsor terjadi di kawasan Cisarua, Bogor, menimbulkan dampak serius bagi satuan marinir yang tengah melaksanakan kegiatan latihan.

Longsor Cisarua Timbun 23 Anggota Marinir, 19 Orang Masih Pencarian

Sebanyak 23 anggota marinir tertimbun material longsor, memicu operasi evakuasi besar-besaran dari pihak kepolisian, TNI, serta tim SAR setempat. Kondisi medan yang terjal serta material longsor yang berat membuat proses pencarian lebih kompleks dibandingkan bencana serupa sebelumnya.

Insiden ini terjadi pada pagi hari, ketika hujan deras mengguyur kawasan pegunungan sekitar. Material tanah yang labil akibat curah hujan tinggi tiba-tiba bergerak, menimbun area latihan marinir. Kejadian ini mengejutkan semua pihak, karena latihan berlangsung sesuai protokol keselamatan standar, tetapi faktor alam membuat risiko sulit diantisipasi sepenuhnya.

Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang lagi banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

Kronologi Kejadian Longsor

Menurut laporan tim lapangan, longsor dimulai sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu sebagian anggota marinir sedang melakukan latihan fisik dan simulasi medan. Material tanah yang bergerak menimbun sebagian besar area latihan, memaksa anggota yang selamat untuk segera mengevakuasi rekan yang terjebak. Evakuasi awal dilakukan secara manual sambil menunggu alat berat tiba.

Banyak anggota yang terkena dampak langsung berada di jalur paling rawan, tempat tanah labil bercampur bebatuan lepas. Intensitas hujan sebelumnya membuat kondisi tanah semakin tidak stabil.

Tim SAR menilai kondisi medan sangat berbahaya, sehingga prioritas pertama adalah keselamatan tim penyelamat sebelum dapat mengevakuasi korban secara menyeluruh.

Upaya Pencarian Korban

Hingga laporan terakhir, 19 dari 23 anggota marinir masih berada dalam pencarian intensif. Pihak kepolisian bersama TNI menyiapkan alat berat untuk mengangkat material longsor besar. Tim medis juga bersiaga di lokasi untuk memberikan pertolongan pertama bagi korban yang selamat atau berhasil dievakuasi.

Proses pencarian menghadapi tantangan serius, termasuk risiko longsor susulan, medan curam, serta jarak yang jauh dari akses jalan utama. Koordinasi dilakukan secara ketat untuk memastikan keselamatan semua tim yang terlibat. Relawan lokal serta masyarakat sekitar ikut membantu memberikan informasi jalur aman, membantu penyelamatan sebagian korban yang terjebak di bagian tepi longsor.

Koordinasi di lapangan juga melibatkan relawan, anggota masyarakat sekitar, serta aparat kepolisian. Posko darurat dibangun di dekat lokasi untuk mempermudah koordinasi dan distribusi logistik. Evakuasi ini menjadi prioritas utama, mengingat korban berada di kondisi berbahaya dan kemungkinan cedera serius meningkat seiring waktu.

Baca Juga: Gotong Royong Aceh, TNI Turun Tangan Bersih Rumah dan Sekolah Dari Lumpur

Kondisi Lokasi Longsor di Lapangan

Kondisi Lokasi Longsor di Lapangan

Lokasi longsor berada di area perbukitan yang curam, membuat mobilisasi tim penyelamat cukup menantang. Selain kontur tanah yang labil, hujan yang terus turun memperlambat pergerakan tim dan meningkatkan risiko tanah kembali bergerak. Beberapa titik akses ke lokasi longsor harus ditempuh dengan berjalan kaki karena kendaraan berat tidak dapat menjangkau area terdampak.

Selain itu, kondisi tanah yang bercampur bebatuan menyulitkan pencarian korban. Tim penyelamat harus memecah tanah secara hati-hati untuk menemukan jejak anggota Marinir yang tertimbun. Semua pihak di lapangan menekankan pentingnya keselamatan tim penyelamat agar tragedi kedua tidak terjadi akibat longsor susulan.

Langkah Pencegahan ke Depan

Insiden longsor di Cisarua menjadi pengingat akan risiko yang dapat muncul di wilayah perbukitan saat cuaca ekstrem. Pihak militer berencana meninjau kembali prosedur latihan di daerah rawan longsor serta meningkatkan penilaian risiko sebelum melakukan aktivitas lapangan. Langkah-langkah mitigasi, seperti pemantauan kondisi tanah dan sistem peringatan dini, menjadi fokus utama untuk mencegah kejadian serupa.

Masyarakat sekitar juga dihimbau tetap waspada terutama pada musim hujan atau kondisi tanah labil. Keselamatan anggota Marinir yang tertimbun menjadi perhatian utama seluruh pihak, sementara upaya pencarian terus dilakukan tanpa henti.

Harapan terbesar adalah semua korban dapat ditemukan selamat, operasi evakuasi berjalan lancar, serta tragedi ini menjadi pelajaran penting bagi mitigasi bencana di masa depan. Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT agar Anda tidak ketinggalan setiap perkembangan penting lainnya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari antaranews.com
  • Gambar Kedua dari news.detik.com

Similar Posts

  • Bekasi Dilanda Banjir Parah, Ribuan Warga Terdampak, Situasi Terkini Mengkhawatirkan!

    Bagikan

    Banjir parah melanda Bekasi setelah hujan deras, merendam permukiman ribuan warga dan memicu evakuasi darurat segera.

     ​Bekasi Dilanda Banjir Parah, Ribuan Warga Terdampak, Situasi Terkini Mengkhawatirkan!​​

    Kabupaten Bekasi dilanda banjir setelah hujan deras sehari penuh, menyebabkan meluapnya beberapa sungai dan merendam permukiman warga. Bencana ini berdampak pada ribuan kepala keluarga di 16 kecamatan dan 40 desa. BPBD Kabupaten Bekasi terus mendata dan mengevakuasi warga terdampak, mengingat cuaca masih dinamis.

    Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Bekasi Terendam, Data Dan Penyebab Utama

    BPBD Kabupaten Bekasi mencatat hujan deras sejak Sabtu (17/1) menyebabkan banjir di 16 kecamatan dan 40 desa, dengan 4.622 kepala keluarga terdampak. Dodi Supriadi, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, menjelaskan bahwa meluapnya Kali Gabus, Sungai Cibeet, Sungai Citarum, Kali Sadang, dan Kali Ciherang menjadi penyebab utama bencana.

    Ketinggian muka air dilaporkan bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga mencapai 200 sentimeter di titik terparah. Hujan lebat yang merata di wilayah hulu dan hilir menjadi faktor dominan. Kondisi ini diperparah oleh buruknya sistem drainase serta meluapnya sejumlah sungai besar dan anak sungai, yang mempercepat genangan air di berbagai lokasi.

    Di Kecamatan Babelan, Desa Buni Bakti terendam banjir di enam dusun akibat luapan Kali Rawa Gabus dan saluran irigasi DT8, berdampak pada lebih dari 1.000 KK. Ketinggian air di sana berkisar 30-40 sentimeter, memaksa sebagian warga untuk mengungsi secara mandiri ke tempat yang lebih aman.

    Titik Banjir Terparah Dan Upaya Evakuasi

    Kecamatan Cabangbungin menjadi salah satu wilayah dengan jumlah terdampak terbesar. Luapan Kali Ciherang menggenangi Kampung Cabang Dua pada RT 07 hingga 18, dengan BPBD mencatat setidaknya 1.213 KK terdampak dan ketinggian air mencapai 50 sentimeter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh total.

    Banjir dengan ketinggian ekstrem juga melanda Desa Karang Raharja, Kecamatan Cikarang Utara, di mana air mencapai 200 sentimeter. Tim gabungan dari BPBD, PMI, dan Brimob harus mengerahkan perahu karet untuk mengevakuasi warga di lokasi ini. “Untuk wilayah dengan ketinggian air di atas satu meter, evakuasi menjadi prioritas utama,” tegas Dodi.

    Beberapa kawasan perumahan padat penduduk terdampak, termasuk Papan Mas, Graha Prima, Setia Mekar Jatimulya, dan Pusaka Rakyat di Tambun Utara serta Tambun Selatan, dengan ketinggian air 60-110 sentimeter. Di Cikarang Barat, Telaga Asih, Komplek Depsos, dan Kampung Bedeng terendam 25-50 sentimeter, memutus akses jalan dan melumpuhkan aktivitas warga.

    Baca Juga: Skandal Dana Desa, Kades Mekargalih Tipu Warga Rp 300 Juta Lewat

    Dampak Luas Dan Pengungsian Warga

     ​Dampak Luas Dan Pengungsian Warga​​

    Selain merendam rumah warga, banjir juga memberikan dampak signifikan terhadap sektor pertanian. Di Kecamatan Pasir Tanjung, luapan Kali Cibeet merendam sekitar 45 hektare lahan padi, 7,2 hektare kolam ikan, serta 1,5 hektare tanaman lain. Kerugian akibat banjir ini diperkirakan cukup besar bagi petani setempat.

    Di beberapa titik, warga terpaksa mengungsi. Misalnya di Jati Baru, Kecamatan Cikarang Timur, 10 KK mengungsi akibat luapan Kali Sadang yang merendam permukiman hingga 80 sentimeter. Sebagian warga memilih mengungsi mandiri, namun di lokasi dengan risiko tinggi, evakuasi tetap dilakukan oleh petugas untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

    BPBD juga mencatat banjir di Kelurahan Wanasari, meliputi Perum Kartika, Villa Mutiara Jaya, Regency 2, Citra Villa hingga kawasan Tridaya dan Trias. Sebagian wilayah masih tergenang, dan proses pendataan dampak terus dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara tepat sasaran.

    Respons Dan Imbauan Kesiapsiagaan

    Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, memastikan bahwa seluruh unsur terkait terus disiagakan. Petugas melakukan pemantauan debit air, pendataan korban terdampak, serta pendistribusian bantuan logistik di wilayah yang membutuhkan. Koordinasi erat terjalin dengan kecamatan, desa, TNI-Polri, PMI, dan relawan kebencanaan.

    Fokus utama adalah keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat terdampak. Pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir, agar tetap waspada terhadap potensi hujan susulan. Mereka juga diminta untuk segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air.

    “Cuaca masih cukup dinamis. Kami minta warga tetap siaga dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Kami akan terus memantau kondisi terkini terkait cuaca dan tindakan dari pemerintah daerah,” kata Muchlis, menekankan pentingnya respons cepat dari masyarakat dalam menghadapi situasi darurat ini.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari antaranews.com
    • Gambar Kedua dari news.detik.com
  • Viral! Kisah Susanto Difabel Yang Tetap Diterima Jadi Koki MBG Karanganyar

    Bagikan

    Viral! Susanto difabel akibat kecelakaan tetap diterima jadi koki di MBG Karanganyar, kisah inspiratif penuh haru dan semangat hidup.

    Viral! Kisah Susanto Difabel Yang Tetap Diterima Jadi Koki MBG Karanganyar700

    Tragedi kecelakaan pernah merenggut sebagian kemampuan Susanto, namun semangatnya tak pernah padam. Meski difabel, ia diterima bekerja sebagai koki di MBG Karanganyar.

    Kisahnya menjadi viral dan menginspirasi banyak orang, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Simak hanya ada di perjalanan Susanto yang penuh perjuangan dan haru, dari derita menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

    nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
    LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

    Awal Kisah Dan Kondisi Pasca Kecelakaan

    Susanto, warga Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan pada 2005 yang membuat kaki kanannya tidak bisa ditekuk hingga kini. Meski keterbatasan fisik itu membekas lebih dari dua dekade, semangatnya tetap tinggi untuk hidup mandiri.

    Kecelakaan yang dialami saat dibonceng teman itu menjadi titik balik dalam hidupnya, namun bukan alasan untuk menyerah. Ia terus mencari cara untuk membantu kehidupan keluarganya dan menjalani hari demi hari dengan tekad kuat.

    Selama bertahun‑tahun, Susanto terbukti gigih menjalani rutinitas meski kondisi fisiknya membatasi pergerakan. Kini, kisah hidupnya menjadi inspirasi bahwa kecelakaan bukan akhir dari segalanya.

    POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

    🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
    Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
    LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

    Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
    📲 DOWNLOAD SEKARANG

    Kesempatan Berharga Di Dapur MBG SPPG Pojok

    Hari ini, Susanto resmi bekerja sebagai koki di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pojok, Mojogedang, Karanganyar. Ia dipercaya sebagai streamer nasi, yaitu koki yang bertanggung jawab menanak nasi untuk layanan dapur MBG.

    Kesempatan ini membuka fase baru dalam hidup Susanto. Lingkungan kerja yang ramah dan inklusif membuatnya merasa diterima tanpa diskriminasi, baik oleh atasan maupun rekan kerja.

    Susanto menyatakan rasa syukur karena lingkungan di dapur MBG sangat mendukung keterbatasannya, sehingga ia bisa bekerja layaknya karyawan lain tanpa merasa dibedakan.

    Baca Juga: Warga Panik! Utang Paylater Membengkak, OJK Siap Tegakkan Pengawasan Ketat

    Rutinitas Harian Yang Penuh Semangat

    Rutinitas Harian Yang Penuh Semangat700

    Setiap hari, sebelum berangkat kerja, Susanto memiliki rutinitas sederhana namun penuh makna. Ia memberi makan kambing dan ikan peliharaannya di rumah sebagai bentuk tanggung jawab pribadi.

    Setelah menyelesaikan itu, ia berangkat ke dapur MBG yang tidak jauh dari rumahnya, mengendarai sepeda motor meski dengan posisi kaki yang tidak bisa ditekuk. Ini menunjukkan semangatnya yang luar biasa meski menghadapi keterbatasan fisik.

    Dengan penuh keyakinan, Susanto menjalani setiap hari kerja di dapur MBG, menjalankan tugasnya sebagai koki dengan cara yang paling maksimal.

    Peran MBG Dan Kesempatan Kerja Inklusif

    Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja di berbagai daerah. Selain memberikan makanan bergizi, program ini juga mendorong inklusivitas sosial.

    Bagi Susanto, kesempatan bekerja di dapur MBG bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kebermaknaan hidup. Ia bisa membantu ekonomi keluarga, terutama karena orang tuanya sudah tidak bekerja.

    Peluang kerja inklusif seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk tetap berkarya dan produktif di masyarakat luas.

    Syukur Dan Harapan Ke Depan

    Susanto tak hentinya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang ia dapatkan untuk bekerja di program MBG. Bagi dia, pekerjaan ini adalah bentuk berkah dan harapan baru dalam hidup.

    Ia juga berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang mencetuskan program MBG yang memberi peluang kerja bagi dirinya dan banyak orang lain yang membutuhkan.

    Dengan semangat yang tak pernah padam, Susanto berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi difabel lain bahwa keterbatasan fisik tak harus membatasi peluang untuk berkarya dan membantu kehidupan orang yang dicintainya.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari jateng.suara.com
    • Gambar Kedua dari liputan6.com
  • Satgas Ungkap: 105.842 Pengungsi Bencana di Sumatera Tersisa

    Bagikan

    Satuan Tugas Penanganan Bencana mengungkap jumlah pengungsi korban bencana di wilayah Sumatera saat ini mencapai 105.842 orang.

    Satgas Ungkap: 105.842 Pengungsi Bencana di Sumatera Tersisa

    Data tersebut merupakan hasil pendataan terbaru dari berbagai posko pengungsian di daerah terdampak banjir, tanah longsor, serta cuaca ekstrem. Mayoritas pengungsi berasal dari kabupaten yang mengalami luapan sungai serta pergerakan tanah yang mengancam permukiman warga.

    Pengungsi tersebar di balai desa, masjid, sekolah, serta tenda darurat yang dibangun pemerintah maupun lembaga kemanusiaan. Kebutuhan mendesak meliputi makanan siap saji, air bersih, obat-obatan, perlengkapan tidur, serta fasilitas sanitasi.

    Kondisi ini menjadi perhatian utama pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta relawan lokal dalam memastikan keselamatan serta kenyamanan warga terdampak.

    Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang lagi banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    Profil Pengungsi Korban Bencana

    Mayoritas pengungsi terdiri dari keluarga dengan anak-anak, lansia, serta individu dengan kondisi kesehatan rentan. Kehadiran anak-anak memerlukan perhatian khusus terkait pendidikan sementara serta kegiatan bermain yang aman. Lansia membutuhkan perawatan medis rutin serta dukungan fisik agar tetap sehat di lingkungan pengungsian.

    Satgas mencatat bahwa sebagian pengungsi kehilangan rumah sepenuhnya, sementara sebagian lain mengalami kerusakan sedang yang membuat tempat tinggal tidak layak huni. Kondisi psikologis pengungsi perlu perhatian serius, karena trauma akibat kehilangan rumah, harta benda, serta anggota keluarga menimbulkan stres berkepanjangan. Program dukungan mental mulai diterapkan di beberapa pos pengungsian, termasuk konseling kelompok serta aktivitas edukatif bagi anak-anak.

    Upaya Pemulihan Wilayah Terdampak

    Tim tanggap bencana terus bekerja untuk memulihkan wilayah yang terdampak banjir. Proses ini mencakup pembersihan rumah, saluran air, serta jalan yang tersumbat akibat tanah longsor. Alat berat digunakan untuk mengangkat puing, membersihkan sedimentasi, serta memperbaiki infrastruktur vital.

    Selain itu, pemerintah daerah menerapkan program pemulihan sosial ekonomi. Warga terdampak dibantu melalui bantuan modal sementara, pendataan warga yang kehilangan mata pencaharian, serta penyediaan akses kesehatan sementara. Program ini bertujuan membantu pengungsi memulai kembali aktivitas normal setelah meninggalkan posko pengungsian.

    Baca Juga: Pemerintah Salurkan 664 Ribu Ton Beras Untuk 33 Juta Penerima Bansos

    Kondisi Kesehatan Pengungsi

    Kondisi Kesehatan Pengungsi

    Kesehatan pengungsi menjadi perhatian utama. Tim medis melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah penyebaran penyakit menular. Kebutuhan gizi terpenuhi melalui distribusi makanan siap saji, air bersih, serta suplemen bagi anak-anak serta lansia.

    Fasilitas kesehatan di pengungsian dilengkapi tenaga medis, obat-obatan dasar, serta tempat isolasi sementara bagi kasus demam, diare, atau infeksi saluran pernapasan. Aktivitas edukasi kesehatan juga digelar agar pengungsi memahami pentingnya kebersihan, pengelolaan limbah, serta pola makan sehat di tengah keterbatasan fasilitas.

    Penanganan Jangka Panjang

    Satgas menekankan perlunya strategi jangka panjang untuk pemulihan wilayah terdampak bencana. Rehabilitasi rumah rusak, pembangunan infrastruktur yang lebih tahan bencana, serta pemulihan ekonomi lokal menjadi fokus utama. Program pemulihan lingkungan juga diterapkan, termasuk reboisasi, penguatan tanggul sungai, serta pengelolaan daerah resapan air.

    Pengungsi yang rumahnya rusak parah diarahkan untuk relokasi sementara atau pembangunan kembali yang lebih aman. Pemerintah daerah bersama lembaga terkait merencanakan program bantuan material, subsidi renovasi, serta pendampingan teknis agar proses pemulihan berjalan efektif. Keterlibatan masyarakat lokal dalam tahap perencanaan hingga pelaksanaan rehabilitasi diharapkan menciptakan solusi yang tepat guna serta berkelanjutan.

    Keberhasilan program pemulihan bergantung pada koordinasi lintas sektor, penggunaan sumber daya yang efisien, serta perencanaan berbasis data akurat.

    Dengan langkah terpadu, jumlah pengungsi di Sumatera dapat berkurang secara signifikan, rumah warga dapat dibangun kembali secara aman, serta kehidupan masyarakat terdampak bencana kembali normal dalam waktu optimal.

    Jangan lewatkan update berita seputaran NASIB RAKYAT serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari banyumas.tribunnews.com
  • Detik Mencekam Bencana Sumut, Kisah Nyata Bertahan Hidup Selamatkan Sang Adik

    Bagikan

    Sebuah kisah nyata dari bencana Sumut menggambarkan detik-detik mencekam perjuangan bertahan hidup demi menyelamatkan adik tercinta.

    Detik Mencekam Bencana Sumut Kisah Nyata Bertahan Hidup Selamatkan Sang Adik

    Di Hutanabolon, Tapanuli Tengah, lebih dari 50 warga terjebak dua hari akibat banjir bandang dan tanah longsor 25 November. Kampung mereka hancur, hidup mereka teruji menghadapi kelaparan, kedinginan, dan keputusasaan. Namun, muncul kisah keberanian, pengorbanan, dan tekad luar biasa untuk bertahan hidup.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Tanda Alam Yang Mengerikan Dan Pelarian ke Gereja

    Sejak pertengahan November, alam telah menunjukkan tanda-tanda yang tidak biasa. Hujan deras tanpa henti mengguyur Lorong 4 Hutanabolon, sebuah kampung di perbukitan Tapanuli Tengah. Kondisi ini membuat Yania Tilase menerima peringatan dari kakaknya mengenai longsor besar yang tertahan oleh kayu di atas bukit, memicu kekhawatiran yang mendalam.

    Kabar longsor cepat menyebar. Merasa tak aman, Yania dan 14 keluarga, total lebih dari 50 orang, mengungsi ke Gereja Banua Niha Keriso Protestan (BNKP) Sabtu pagi (22/11). Gereja menjadi tempat perlindungan dua hari untuk tidur dan menyimpan dokumen penting.

    Namun, kondisi cuaca semakin memburuk. Pada Selasa pagi (25/11), saat Yania bersiap memasak air, seorang kerabat datang dengan panik, mengabarkan bahwa longsor besar telah terjadi. Material longsor yang sebelumnya tertahan kini hanyut, mengancam seluruh kampung. Momen ini memaksa mereka untuk segera meninggalkan gereja dan mencari tempat yang lebih tinggi.

    Perjalanan Menegangkan Menuju Dataran Tinggi

    Setelah meninggalkan gereja yang kini terendam air, rombongan pengungsi harus melarikan diri ke dataran yang lebih tinggi. Noverlinda Waruwu, yang menggendong bayinya, menggambarkan pelarian ini sebagai perjuangan berat karena jalanan di depan tergenang air dan di belakang terjadi longsor. Banyak pohon tumbang yang menghambat perjalanan.

    Mereka berlari sekuat tenaga, bahkan bayi Noverlinda sempat muntah-muntah karena guncangan dan kedinginan. Namun, Noverlinda dan suaminya saling menguatkan, bertekad untuk tidak berpisah di tengah bahaya. Tekad untuk bertahan hidup menjadi pendorong utama mereka dalam menghadapi situasi yang mengerikan.

    Sesampainya di dataran bukit pertama, mereka menyaksikan kampung halaman mereka rata dengan lumpur. Gereja yang menjadi tempat pengungsian pertama hanya menyisakan atapnya. Yania, dalam keputusasaan, teringat tas berisi uang dan dokumen penting yang tertinggal di gereja, namun dinasihati teman-temannya untuk mengutamakan keselamatan.

    Pilihan Hidup Mati Dan Pengorbanan Seorang Anak

    Detik Mencekam Bencana Sumut Kisah Nyata Bertahan Hidup Selamatkan Sang Adik

    Di dataran bukit pertama, timbul perdebatan sengit tentang apakah harus melanjutkan perjalanan atau tetap bertahan. Arman Zebua, putra Yania, merasakan bahaya yang semakin besar karena tanah mulai terkikis air dan longsor terus terjadi di atas mereka. Ia berteriak kepada ibunya, Yania, untuk terus bergerak ke tempat yang lebih aman.

    Meskipun Yania awalnya enggan karena harus menyeberangi tanah longsor, ia akhirnya mengalah setelah melihat ketegasan Arman. Arman pun memimpin jalan, memastikan setiap pijakan aman bagi keluarga dan rombongan lainnya. Keputusannya terbukti tepat, karena dataran pertama segera longsor tak lama setelah mereka meninggalkannya.

    Perjalanan berlanjut ke dataran kedua yang terjal dan berlumpur. Saat melewati tanah longsoran, Yania terperosok hingga leher. Dalam kepanikannya, ia berucap, ‘Tinggalkan aku, selamatkan adikmu,’ yang sangat menyentuh hati Arman. Dengan bantuan kakak dan iparnya, Arman berhasil menarik ibunya keluar dari lumpur, melanjutkan perjalanan tanpa korban jiwa.

    Bertahan Hidup di Hutan Dan Tekad Mencari Pertolongan

    Di dataran ketiga, yang dikelilingi lumpur tak berdasar, rombongan pengungsi membangun tempat berteduh darurat dari seng. Kedinginan dan kelaparan melanda, membuat bibir mereka membiru dan gigi gemeretak. Mereka memakan nangka muda panggang dan bahkan mengunyah kayu untuk mengusir rasa lapar dan haus.

    Arman, yang sempat merekam kondisi mereka dan videonya viral, menyadari bahwa mereka tidak bisa lagi menunggu. Hatinya teriris mendengar ibunya mengeluh lapar. Dengan tekad kuat, ia diam-diam menyelinap keluar untuk mencari pertolongan, melewati lumpur dalam yang menelannya hingga ke mulut, dan menuruni bukit dengan luka-luka.

    Setelah mencapai pinggir kampung dan menyeberangi sungai deras, Arman bertemu teman-temannya. Ia menceritakan kondisi pengungsi, meyakinkan mereka masih hidup dan membutuhkan bantuan. Bersama teman-temannya, Arman mencari makanan dan kembali ke pengungsian dengan beras, menyelamatkan 53 jiwa yang terjebak di hutan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari bbc.com
    • Gambar Kedua dari bbc.com
  • |

    Dari Koruptor Ke Masyarakat: Tanah Sitaan Jadi Rumah Subsidi

    Bagikan

    Tanah bekas koruptor akan dimanfaatkan untuk rumah subsidi, langkah KPK ini hadirkan manfaat nyata bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

    Dari Koruptor Ke Masyarakat: Tanah Sitaan Jadi Rumah Subsidi 700

    KPK memberikan persetujuan pemanfaatan tanah bekas milik koruptor untuk pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Langkah ini tidak hanya menyelesaikan aset hasil tindak pidana, tetapi juga mendukung program perumahan Derita Rakyat, menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam pemberantasan korupsi.

    Tanah Koruptor Akan Dimanfaatkan Untuk Rumah Subsidi

    Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (Ara), menegaskan rencana pemanfaatan tanah bekas milik koruptor untuk pembangunan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ara menyebut bahwa rencana ini juga mendapat dukungan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang memiliki sejumlah bidang tanah hasil sitaan korupsi.

    Sebagian dari lahan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk menyediakan hunian terjangkau bagi masyarakat, sekaligus memaksimalkan aset negara yang sebelumnya terkait tindak pidana. Ara menekankan bahwa penggunaan tanah ini hanya untuk perumahan rakyat, bukan untuk tujuan komersial.

    Kita sudah mendapat persetujuan bahwa tanah-tanah yang berkekuatan hukum tetap dari KPK boleh digunakan untuk perumahan rakyat, bukan untuk komersil, ujarnya di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Rabu (21/1/2026). Pernyataan ini disampaikan usai diskusi Ara dengan pimpinan KPK terkait pemanfaatan aset sitaan koruptor.

    Proses Permohonan Dan Persetujuan KPK

    Ara berencana mengajukan permohonan resmi kepada KPK agar tanah sitaan koruptor dapat segera dimanfaatkan. Ia menargetkan surat permohonan dikirim pada hari yang sama agar proses administrasi dapat berjalan cepat.

    Selain itu, Ara juga berkonsultasi dengan pimpinan KPK mengenai kepastian hukum lahan di Meikarta, Cikarang, yang akan digunakan untuk pembangunan rumah susun subsidi (rusun). Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan bahwa lahan Meikarta tidak termasuk objek sitaan KPK dan memiliki status clean and clear.

    Dengan demikian, KPK mendukung penggunaannya untuk pembangunan rusun subsidi. Hal ini sekaligus memastikan tidak ada masalah hukum terkait proyek sebelumnya yang sempat terseret kasus suap izin pembangunan.

    Baca Juga: Waka MPR Tegaskan, Mitigasi Banjir dan Longsor Wajib Diantisipasi di Indonesia

    Latar Belakang Kasus Meikarta

    Latar Belakang Kasus Meikarta 700

    Proyek Meikarta awalnya dikembangkan oleh Lippo Group di Kabupaten Bekasi. Dalam proses perizinannya, proyek ini sempat terseret kasus suap yang melibatkan mantan Bupati Bekasi, Neneng Hassanah Yasin.

    KPK menangani kasus tersebut melalui operasi tangkap tangan (OTT) pada Oktober 2018, yang berujung pada penahanan sejumlah pihak dan proses hukum di pengadilan. Meskipun demikian, tanah Meikarta terbukti bebas dari penyitaan, sehingga pemerintah dapat memanfaatkannya untuk pembangunan rumah susun subsidi.

    Kejelasan status hukum lahan ini menjadi peluang strategis bagi Kementerian PKP untuk menyediakan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Sekaligus memastikan aset negara dimanfaatkan secara optimal.

    Mekanisme Pemanfaatan Tanah Sitaan KPK

    Sebelumnya, Ara telah mengajukan permintaan penggunaan lahan sitaan koruptor untuk rumah subsidi. Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, menegaskan bahwa selama pemanfaatannya untuk kepentingan masyarakat, KPK siap menyerahkan aset tersebut.

    Biasanya tanah sitaan dilelang terlebih dahulu, namun jika tidak laku, lahan dapat diserahkan untuk kepentingan negara, termasuk program perumahan rakyat. Langkah ini menunjukkan sinergi antara KPK dan pemerintah dalam memaksimalkan aset negara sekaligus mendukung program perumahan bersubsidi.

    Dengan pemanfaatan tanah koruptor, masyarakat berpenghasilan rendah dapat memperoleh hunian terjangkau, sementara aset hasil tindak pidana kembali digunakan untuk kepentingan publik. Inisiatif ini juga menjadi simbol nyata bagaimana aset koruptor dapat diubah menjadi manfaat bagi masyarakat luas.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari
    • Gambar Kedua dari
  • | |

    Sidang Korupsi Pasar Cinde, Eks Kadisbudpar Sumsel Jalani Persidangan

    Bagikan

    Kasus dugaan korupsi Pasar Cinde terus bergulir, dengan fakta-fakta baru yang terungkap dalam persidangan, mengejutkan publik dan pihak terkait.

     Sidang Korupsi Pasar Cinde, Eks Kadisbudpar Sumsel Jalani Persidangan

    Kehadiran mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, sebagai saksi telah membuka dimensi baru terkait status Pasar Cinde sebagai cagar budaya dan percepatan pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

    Berikut ini, Derita Rakyat akan mencuat menjelang Asian Games 2018, menyoroti urgensi dan tekanan di balik keputusan-keputusan penting yang diambil saat itu.

    Desakan Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya

    Argumen mengenai ketidaklayakan Pasar Cinde menjelang Asian Games 2018 menjadi pemicu utama Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mempercepat pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya. Hal ini diungkapkan dalam sidang kasus korupsi Pasar Cinde yang menjerat mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ini dipimpin Majelis Hakim Fauzi Isra di Pengadilan Negeri Palembang.

    Irene Camelyn Sinaga, yang menjabat Kadisbudpar Sumsel pada 2015-2018, memberikan kesaksian penting. Ia mengaku mengetahui persoalan Pasar Cinde sebagai cagar budaya sejak kedatangan Dirjen Kebudayaan pada tahun 2016. Pada tanggal 15 Agustus 2016, kedatangan Dirjen Kebudayaan Bapak Hilmar Fahim mengkonfirmasi adanya permasalahan terkait status Pasar Cinde di mata masyarakat.

    Irene menjelaskan, pada tahun 2016, Pasar Cinde telah didaftarkan sebagai calon Cagar Budaya. Menurutnya, status ‘Calon Cagar Budaya’ memiliki perlakuan yang setara dengan ‘Cagar Budaya’ berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya. Ini berarti, perlindungan dan regulasi yang sama berlaku untuk objek yang baru didaftarkan maupun yang sudah ditetapkan.

    Urgensi Dan Alasan Di Balik Percepatan

    Irene menyatakan bahwa pembentukan tim kajian dilakukan dalam kondisi yang sangat mendesak. Pemerintah Provinsi beralasan bahwa ketidaklayakan Pasar Cinde menjadi isu krusial karena akan digunakan untuk Asian Games 2018. Desakan ini memaksa Gubernur Sumatera Selatan untuk mempercepat pembentukan tim kajian.

    “Menurut Irene, pemerintah provinsi beralasan melakukan perubahan pada calon cagar budaya itu karena dianggap tidak layak digunakan untuk Asian Games.” Ia menambahkan, pihaknya diminta untuk mempercepat pembentukan tim kajian oleh Gubernur Sumatera Selatan.

    Keterbatasan waktu untuk revitalisasi dan adaptasi serta kebutuhan peninjauan ulang struktur dan aspek lainnya menjadi alasan kuat. Setelah itu, Pemerintah Kota Palembang mengambil alih dengan membentuk tim sendiri, menunjukkan adanya dua tim cagar budaya: tim provinsi/nasional dan tim daerah.

    Baca Juga: Dari Tanggap Darurat ke Pemulihan, Menjaga Momentum Pascabencana

    Pemisahan Aset Dan Tanggung Jawab

    Pemisahan Aset Dan Tanggung Jawab

    Persidangan ini menyoroti poin penting mengenai pembagian wewenang antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. Saksi menyebutkan adanya pemisahan aset yang jelas dalam proyek pengembangan Pasar Cinde. “Tanah adalah milik Provinsi, sedangkan bangunan adalah milik Kota Palembang,” jelas Irene.

    Pemisahan ini menimbulkan implikasi hukum terkait tanggung jawab pengelolaan dan pengembangan. Irene menambahkan bahwa tanggung jawab atas bangunan Pasar Cinde berada di bawah wewenang Wali Kota Palembang sebagai pemilik aset bangunan. Hal ini menjadi penting dalam menentukan siapa yang bertanggung jawab atas setiap aspek dalam proyek tersebut.

    Penjelasan mengenai pemisahan aset ini sangat relevan dalam kasus dugaan korupsi, karena dapat mengurai benang merah pertanggungjawaban. Dengan tanah milik provinsi dan bangunan milik kota, kebijakan dan keputusan terkait Pasar Cinde melibatkan koordinasi lintas pemerintahan yang kompleks.

    Menanti Kelanjutan Sidang Dan Keadilan

    Usai pemeriksaan saksi, majelis hakim menetapkan agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan saksi tambahan. Sidang lanjutan ini akan dilaksanakan pada pekan depan, Senin (9/2/2026), menunjukkan bahwa kasus ini masih akan terus bergulir dan mengungkap lebih banyak fakta.

    Kasus Pasar Cinde ini menjadi cerminan bagaimana proyek-proyek besar yang terkait dengan acara internasional dapat menimbulkan kompleksitas hukum dan administratif. Status cagar budaya, desakan waktu, serta pembagian aset menjadi elemen kunci yang sedang diuji di persidangan.

    Publik menantikan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini, terutama mengingat keterlibatan mantan pejabat tinggi dan dampak pada aset bersejarah kota Palembang. Diharapkan, persidangan ini dapat mengungkap kebenaran dan memastikan pertanggungjawaban yang sesuai.

    Terus ikuti kabar terkini seputar Derita Rakyat dan informasi menarik yang menambah wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari palembang.tribunnews.com