|

Tahap II Sekolah Rakyat Resmi Diluncurkan Pemerintah Di 104 Titik

Bagikan

Pemerintah Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuat dalam pemerataan akses pendidikan berkualitas dan merata program monumental terbaru.

Tahap II Sekolah Rakyat Resmi Diluncurkan Pemerintah Di 104 Titik

​Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan persiapan untuk peluncuran Sekolah Rakyat (SR) Tahap II, sebuah inisiatif strategis yang akan menjangkau 104 lokasi di berbagai penjuru negeri.​

Berikut ini, Derita Rakyat akan menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah dalam menciptakan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing, khususnya bagi masyarakat yang paling membutuhkan.

Memperluas Akses Dan Kualitas Pendidikan

Program Sekolah Rakyat Tahap II dirancang untuk secara signifikan memperluas jangkauan pendidikan. Inisiatif ini akan menampung hingga 112.320 siswa, melalui penyediaan total 3.744 rombongan belajar (rombel) baru. Angka ini mencerminkan skala ambisius pemerintah untuk memastikan setiap anak bangsa memiliki kesempatan yang sama dalam meraih pendidikan.

Rombongan belajar tersebut akan didistribusikan secara merata di berbagai jenjang pendidikan. Akan ada 1.872 rombel untuk Sekolah Dasar (SD), 936 rombel untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 936 rombel untuk Sekolah Menengah Atas (SMA). Diversifikasi ini menunjukkan pendekatan komprehensif yang tidak hanya fokus pada pendidikan dasar, tetapi juga hingga jenjang menengah.

Setiap lokasi SR Tahap II dirancang untuk memiliki kapasitas yang seragam dan optimal. Setiap SR akan menampung 1.080 siswa, dengan pembagian 18 rombel SD (540 siswa), 9 rombel SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa). Total 36 rombel di setiap lokasi menjamin lingkungan belajar yang terstruktur dan memadai.

Infrastruktur Modern Dan Terintegrasi

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan SR ini merupakan investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Setiap Sekolah Rakyat akan dibangun secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektar yang disediakan oleh pemerintah daerah. Desain ini memastikan fasilitas yang kokoh dan berkelanjutan untuk generasi mendatang.

Konsep boarding school akan diterapkan pada setiap bangunan SR, dilengkapi dengan asrama bagi siswa/siswi dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Fasilitas modern yang mendukung proses belajar mengajar secara menyeluruh juga akan disediakan. Ini termasuk ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, dan perpustakaan digital, menciptakan ekosistem belajar yang kondusif.

Selain itu, SR Tahap II juga akan dilengkapi dengan kantin sehat, klinik kesehatan siswa, serta sarana olahraga dan ruang ekstrakurikuler. Tersedia pula asrama bagi guru/pendamping untuk mendukung pengawasan dan pembinaan siswa. Area hijau dan lansekap dirancang untuk menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan nyaman, mendukung kesejahteraan holistik siswa.

Baca Juga: Korupsi KUR Di Muara Enim, Kejati Sumsel Kejar DPO Sementara Warga Menanggung Kerugian

Progres Pembangunan Dan Kesiapan Operasional

Progres Pembangunan Dan Kesiapan Operasional

Pembangunan SR Tahap II merupakan kelanjutan dari konsep awal yang telah beroperasi sejak Tahun Ajaran 2025/2026 pada Tahap I, mencakup 166 sekolah. Pengalaman dari tahap pertama menjadi dasar yang kuat untuk penyempurnaan implementasi tahap kedua ini, memastikan kualitas dan efisiensi pembangunan.

Hingga 31 Desember 2025, progres pekerjaan fisik SR Tahap II telah mencapai 3,98 persen. Angka ini mencakup pekerjaan awal konstruksi serta penyiapan infrastruktur dasar di lokasi-lokasipembangunan. Pembangunan ini diharapkan dapat selesai secara bertahap untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan pada Tahun Ajaran 2026/2027, tepat waktu.

Untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai standar, diterapkan kriteria kesiapan (readiness criteria) yang ketat. Ini meliputi sertifikat lahan, surat keterangan bebas sengketa, dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (PKKPR), dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL), serta Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Ini menunjukkan komitmen pada kualitas dan keberlanjutan.

Komitmen Pemerintah Untuk Masa Depan Bangsa

Penyebaran lokasi SR Tahap II mencakup seluruh wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera (26 lokasi), Jawa (40 lokasi), Kalimantan (12 lokasi), Bali dan Nusa Tenggara (masing-masing 1 lokasi), Sulawesi (16 lokasi), Kepulauan Maluku (4 lokasi), hingga Papua (3 lokasi). Distribusi yang merata ini mencerminkan upaya pemerintah dalam mengurangi disparitas pendidikan antarwilayah.

Percepatan pembangunan SR ini adalah bagian integral dari komitmen pemerintah dalam pengentasan kemiskinan melalui pendidikan. Dengan memperluas akses pendidikan yang berkualitas, inklusif, adil, dan berpihak pada masyarakat rentan, pemerintah berupaya menciptakan fondasi yang kuat bagi pembangunan berkelanjutan.

Pembangunan SR Tahap II adalah bentuk nyata investasi jangka panjang bangsa dalam menciptakan generasi masa depan yang berdaya saing. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas. Melalui inisiatif ini, pemerintah bertekad membangun sumber daya manusia yang unggul, siap menghadapi tantangan global.

Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari kompas.com
  • Gambar Kedua dari kompas.com

Similar Posts

  • Kasus TPPU Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidangkan Di Bandung

    Bagikan

    ​Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung akan segera menjadi saksi babak lanjutan dari drama hukum yang melibatkan Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.​

    Kasus TPPU Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidangkan Di Bandung

    Setelah sebelumnya divonis atas kasus korupsi, kini Hasbi harus kembali duduk di kursi pesakitan, menghadapi tuduhan serius terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini menarik perhatian publik, mengingat posisinya yang strategis di lembaga peradilan tertinggi.

    Berikut ini, Derita Rakyat akan menunjukkan penyelidikan dan proses hukum yang panjang akhirnya membawa kasus ini ke meja hijau, membuka harapan akan terwujudnya keadilan dan transparansi.

    Mengurai Benang Kusut Kasus Hasbi Hasan

    Hasbi Hasan bukan nama baru dalam daftar terpidana kasus korupsi. Sebelumnya, ia telah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara hingga tingkat kasasi, sebuah vonis yang menegaskan pelanggaran serius yang dilakukannya. Saat ini, Hasbi sedang menjalani masa pidananya di Lapas Sukamiskin Bandung, sebuah penanda atas konsekuensi hukum dari perbuatannya.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sigap telah melimpahkan berkas perkara TPPU Hasbi Hasan ke Pengadilan Tipikor Bandung. Langkah ini memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan, tidak berhenti pada kasus sebelumnya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa segala persiapan untuk persidangan telah rampung, membuka jalan bagi dimulainya agenda peradilan.

    Perkara ini telah resmi terdaftar dengan nomor 4/Pid.Sus-TPK/2026/PN Bdg. Jadwal persidangan perdana pun telah ditetapkan, yaitu pada Selasa, 22 Juli 2026. Publik diharapkan dapat memantau setiap jalannya persidangan ini, sebab bersifat terbuka dan merupakan wujud akuntabilitas penegakan hukum.

    Jejak Pencucian Uang Dan Keterlibatan Pengusaha

    Dalam kasus TPPU ini, Hasbi Hasan tidak sendiri. Ia didakwa bersama seorang pengusaha swasta bernama Menas Erwin Djohansyah, yang diduga turut serta dalam tindak kejahatan tersebut. Keterlibatan Menas memberikan dimensi baru pada kompleksitas kasus ini, menunjukkan adanya jaringan yang lebih luas.

    Menas Erwin Djohansyah sendiri telah lebih dulu menjalani persidangan dalam kasus yang berkaitan ini. Ia sudah melewati empat kali persidangan, dengan agenda pemeriksaan saksi dijadwalkan pada 27 Januari 2026. Ini menunjukkan bahwa KPK memiliki bukti dan rangkaian peristiwa yang mengikat kedua terdakwa.

    Menurut putusan kasus Hasbi sebelumnya, Menas Erwin disebut membiayai sewa kamar di Novotel Jakarta Cikini. Kamar tersebut diduga digunakan untuk membahas pengurusan perkara serta kepentingan pribadi Hasbi dengan Windy Yunita Bastari Usman atau yang dikenal sebagai Windy Idol. Detail ini menambah gambaran praktik korupsi yang terstruktur.

    Baca Juga: Dari Koruptor Ke Masyarakat: Tanah Sitaan Jadi Rumah Subsidi

    Aliran Suap Dan Deretan Perkara Di MA

    Aliran Suap Dan Deretan Perkara Di MA

    Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan bahwa Menas Erwin diduga memberikan suap kepada Hasbi Hasan. Suap ini bertujuan untuk “melicinkan” pengurusan sejumlah perkara penting di Mahkamah Agung, yang menunjukkan adanya upaya mempengaruhi keputusan peradilan.

    Beragam perkara menjadi objek suap tersebut. Mulai dari kasus kasasi sengketa tanah di Menteng, Jakarta Pusat, hingga sengketa tanah di Depok. Tidak hanya itu, kasus kasasi sengketa tanah Tol Cisumdawu Sumedang juga menjadi bagian dari daftar panjang perkara yang diintervensi.

    Yang paling mencengangkan, terdapat pula dugaan intervensi dalam Peninjauan Kembali (PK) izin usaha perkebunan di Kabupaten Kutai Barat. Daftar perkara ini menyoroti skala dan luasnya dugaan praktik korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan, merusak integritas lembaga peradilan.

    Menanti Keadilan Di Kursi Pesakitan

    Dengan dimulainya persidangan TPPU ini, publik menantikan terkuaknya seluruh fakta dan kebenaran. Keterbukaan proses peradilan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum Indonesia. Setiap bukti dan kesaksian akan menjadi penentu.

    Kasus Hasbi Hasan menjadi cerminan pentingnya pengawasan ketat terhadap pejabat publik, terutama di lembaga peradilan. Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu adalah harapan besar agar praktik korupsi, termasuk pencucian uang, dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.

    Semoga persidangan ini dapat berjalan lancar, transparan, dan menghasilkan putusan yang seadil-adilnya. Ini adalah momentum penting bagi KPK dan lembaga peradilan untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan kerah putih demi masa depan bangsa.

    Jangan lewatkan update berita seputar Derita Rakyat serta beragam informasi menarik yang dapat memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari metrotvnews.com
    • Gambar Kedua dari news.detik.com
  • |

    Kasus Korupsi Rp 263 M, Eks Dirut PTPN-Kakanwil BPN Disidang

    Bagikan

    Dunia hukum kembali dihebohkan dengan terungkapnya dugaan praktik korupsi masif di tubuh PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional I.

    Kasus Korupsi Rp 263 M, Eks Dirut PTPN-Kakanwil BPN Disidang

    Empat terdakwa, termasuk mantan Direktur Utama PTPN II dan eks Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara, kini menghadapi dakwaan serius atas penjualan aset tanah seluas 8.077 hektare untuk proyek perumahan Citraland. ​Jaksa mendakwa mereka secara bersama-sama merugikan keuangan negara hingga mencapai angka fantastis Rp263,4 miliar.

    Berikut ini, Derita Rakyat akan memicu sorotan tajam terhadap tata kelola aset negara dan integritas pejabat publik.​

    Aktor Utama Di Balik Kerugian Negara

    Kasus ini melibatkan empat nama kunci yang kini duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Medan. Mereka adalah Irwan Perangin-angin, mantan Direktur Utama PTPN II, Iman Subakti, Direktur PT Nusa Dua Propertindo (NDP), Askani, eks Kepala Kantor Wilayah BPN Sumatera Utara, dan Abdul Rahim Lubis, mantan Kepala Kantor BPN Kabupaten Deli Serdang. Keempatnya didakwa atas perbuatan korupsi yang mengakibatkan kerugian negara yang sangat besar.

    Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hendri Edison Sipahutar dengan tegas menyatakan bahwa perbuatan para terdakwa secara kolektif telah merugikan keuangan negara sebesar Rp263.435.080.000. Angka ini menggambarkan skala korupsi yang signifikan dan menimbulkan pertanyaan besar mengenai pengawasan terhadap aset-aset strategis milik negara. Persidangan perdana ini menjadi awal dari upaya penegakan hukum untuk mengungkap tuntas jaringan korupsi ini.

    Peran masing-masing terdakwa juga telah diuraikan oleh JPU. Askani dan Abdul Rahim Lubis diduga memiliki peran sentral dalam menyetujui penerbitan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT NDP. Penerbitan ini disinyalir tanpa pemenuhan kewajiban penyerahan minimal 20 persen lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang seharusnya direvisi menjadi HGB sesuai tata ruang.

    Modus Operandi Dan Pelanggaran Hukum

    Jaksa menjelaskan bahwa Askani dan Abdul Rahim Lubis dituding sebagai pihak yang memuluskan penerbitan HGB tanpa mematuhi ketentuan hukum yang berlaku. Ketentuan tersebut mewajibkan penyerahan sebagian lahan HGU kepada negara sebagai konsekuensi dari perubahan status lahan menjadi HGB. Pelanggaran ini menjadi pintu masuk bagi hilangnya kontrol negara atas aset penting.

    Selain itu, kedua terdakwa juga diduga terlibat dalam pengembangan dan penjualan lahan HGU yang telah diubah statusnya menjadi HGB kepada PT Deli Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR). Tindakan ini secara langsung menyebabkan hilangnya aset negara yang seharusnya menjadi hak milik pemerintah. Yaitu sebesar 20 persen dari total lahan. Peran mereka dalam memfasilitasi transaksi ilegal ini menjadi fokus utama penyelidikan.

    Di sisi lain, Irwan Perangin-angin dan Iman Subakti berperan sebagai pihak yang mengajukan permohonan HGB atas beberapa bidang tanah berstatus HGU PTPN II. Permohonan ini diajukan secara bertahap kepada Kepala Kantor BPN Deli Serdang sepanjang tahun 2022 hingga 2023. Proses pengajuan ini disinyalir sebagai bagian dari skema korupsi yang terstruktur dan terencana.

    Baca Juga: Waka MPR Tegaskan, Mitigasi Banjir dan Longsor Wajib Diantisipasi di Indonesia

    Konsekuensi Pemasaran Proyek Dan Kerja Sama Bermasalah

    Konsekuensi Pemasaran Proyek Dan Kerja Sama Bermasalah

    Akibat dari serangkaian dugaan pelanggaran hukum tersebut, pemasaran dan penjualan perumahan Citraland. Yang berlokasi di Helvetia, Sampali, dan Tanjung Morawa oleh PT Dely Megapolitan Kawasan Residensial (DMKR), diduga kuat melanggar hukum. Proyek yang seharusnya membawa dampak positif bagi pembangunan daerah ini, kini tercoreng dengan isu korupsi.

    Dugaan korupsi dalam penjualan aset PTPN I Regional I ini juga disebut-sebut melibatkan kerja sama operasional (KSO) antara PT NDP dengan PT Ciputra Land. Dari total lahan 8.077 hektare yang diperjualbelikan, sekitar 93 hektare di antaranya telah memiliki status HGB. Ini menunjukkan bahwa sebagian transaksi ilegal telah terealisasi, menyebabkan kerugian konkret bagi negara.

    Jaksa menjerat para terdakwa dengan dakwaan alternatif. Dakwaan pertama mengacu pada Pasal 603 Jo. Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP, serta Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999, yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor.

    Dakwaan alternatif kedua mencakup Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 Tahun 1999, yang telah diubah menjadi UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Selain itu, dakwaan ini juga melibatkan Pasal 20 huruf c Jo. Pasal 126 ayat (1) Jo. Pasal 618 UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

    Respons Terdakwa Dan Sidang Lanjutan

    Setelah pembacaan dakwaan yang panjang dan detail, para terdakwa melalui Penasehat Hukum (PH) mereka menyatakan akan mengajukan nota perlawanan atau eksepsi. Langkah ini merupakan hak setiap terdakwa untuk menanggapi dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Mereka akan mempersiapkan argumen hukum untuk membantah tuduhan korupsi.

    Hakim Ketua kemudian memberikan kesempatan kepada tim Penasehat Hukum para terdakwa untuk menyampaikan nota perlawanan tersebut pada sidang pekan depan. Sidang lanjutan ini dijadwalkan akan digelar pada tanggal 28 Januari 2026. Publik dan pihak terkait tentunya akan menantikan perkembangan lebih lanjut dari kasus korupsi yang merugikan negara ini.

    Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya pengawasan ketat terhadap pengelolaan aset negara dan potensi kolusi antara oknum pejabat dengan pihak swasta. Masyarakat menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan transparan, adil, dan tuntas. Sehingga para pelaku dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

    Pantau terus berita terbaru seputar Derita Rakyat dan berbagai informasi menarik yang menambah wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari medanposonline.com
  • Kemenkes Klaim Semua RS Terdampak Banjir Sumatera Sudah Beroperasi

    Bagikan

    Kemenkes Republik Indonesia menyatakan bahwa semua rumah sakit yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera kini telah kembali beroperasi.

    Kemenkes Klaim Semua RS Terdampak Banjir Sumatera Sudah Beroperasi

    Pernyataan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan kesehatan di tiga provinsi terdampak, yaitu Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, setelah banjir besar yang melanda kawasan tersebut sejak akhir November 2025.

    Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan layanan medis menjadi prioritas utama agar masyarakat dapat segera mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai pascabencana. Setelah sebelumnya banyak fasilitas mengalami gangguan berat akibat terendam air dan lumpur.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Dampak Banjir Pada Fasilitas Kesehatan

    Banjir besar di Sumatera menyebabkan puluhan rumah sakit dan ratusan puskesmas mengalami kerusakan atau gangguan operasional dalam beberapa hari awal bencana.

    Menurut data awal yang dirilis Kemenkes, total terdapat 31 rumah sakit dan 156 puskesmas terdampak banjir di ketiga provinsi tersebut.

    Aceh menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan banyak fasilitas yang sempat lumpuh total. Sementara di Sumatera Utara dan Sumatera Barat juga terdapat sejumlah fasilitas yang perlu penanganan khusus sebelum dapat kembali melayani pasien.

    Meskipun begitu, berdasarkan laporan terbaru yang dirilis oleh Kemenkes dan media nasional, rumah sakit di Sumatera Barat dan Sumatera Utara telah kembali beroperasi sepenuhnya.

    Kemenkes menekankan bahwa hal ini menunjukkan progres signifikan dalam pemulihan layanan kesehatan. Meskipun tantangan operasional masih ada di beberapa lokasi.

    Dalam beberapa kasus, layanan kembali dibuka secara bertahap dengan prioritas pada unit layanan darurat seperti Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang perawatan prioritas lainnya.

    Tantangan Pemulihan di Wilayah Aceh

    Walaupun semua rumah sakit di Sumatera secara umum dinyatakan telah kembali beroperasi. Kemenkes dan pihak terkait menyadari bahwa tantangan pemulihan masih terasa kuat di wilayah Aceh.

    Beberapa rumah sakit di provinsi ini sempat mengalami kerusakan berat yang membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat dibandingkan di Sumatra Utara dan Sumatra Barat.

    Kemenkes mencatat bahwa sejumlah fasilitas di Aceh masih dalam tahap perbaikan intensif. Khususnya di daerah-daerah yang aksesnya sempat terputus selama banjir.

    Untuk mengatasi tantangan ini, Kemenkes melakukan pendekatan secara bertahap. Memastikan layanan darurat pulih terlebih dahulu sebelum layanan lain sepenuhnya aktif.

    Fokus utama adalah memastikan fasilitas kesehatan di Aceh dapat memberikan layanan yang aman dan layak bagi pasien. Serta menambah tenaga medis untuk mendukung pemulihan.

    Baca Juga: Update Bencana Sumatera, 1.016 Orang Meninggal & 212 Hilang

    Penambahan Tenaga Medis dan Dukungan Lainnya

    Penambahan Tenaga Medis dan Dukungan Lainnya

    Selain pemulihan fasilitas fisik, Kemenkes juga meningkatkan dukungan sumber daya manusia di daerah terdampak bencana. Pemerintah mengerahkan tenaga medis tambahan.

    Termasuk dokter magang yang akan membantu pelayanan kesehatan darurat dan pascadiagnosa umum di fasilitas kesehatan yang mengalami kekurangan personel.

    Rencana ini merupakan bagian dari strategi Kemenkes untuk menjangkau area terpencil dan memastikan bahwa setiap warga di wilayah terdampak dapat menerima layanan medis yang dibutuhkan.

    Kemenkes juga bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta organisasi relawan untuk memastikan distribusi obat-obatan, peralatan medis, dan dukungan logistik berjalan cepat dan merata di semua wilayah terdampak.

    Upaya kolaboratif ini diharapkan mempercepat pemulihan situasi kesehatan masyarakat pascabencana.

    Dampak Layanan Kesehatan

    Pemulihan layanan rumah sakit sangat penting karena dampak banjir tidak hanya memengaruhi infrastruktur, tetapi juga kondisi kesehatan masyarakat.

    Banyak warga yang mengalami masalah kesehatan seperti infeksi kulit, diare, hingga Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pascabanjir.

    Kemenkes menilai pemulihan layanan medis di rumah sakit merupakan langkah penting untuk menangani lonjakan kasus penyakit yang sering muncul setelah bencana besar, serta untuk memastikan sistem kesehatan di wilayah terdampak kembali berjalan normal.

    Secara keseluruhan, klaim Kemenkes bahwa semua rumah sakit terdampak banjir Sumatera sudah kembali beroperasi merupakan gambaran optimistis tentang progres pemulihan layanan kesehatan setelah bencana besar.

    Pemerintah terus memantau dan menyesuaikan strategi pemulihan sesuai kebutuhan di lapangan untuk mengembalikan fungsi layanan kesehatan secara menyeluruh.

    Ikuti selalu informasi menarik dari kami setiap hari, dijamin terupdate dan terpercaya, hanya di .


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari visi.news
    • Gambar Kedua dari news.detik.com
  • | |

    Sidang Korupsi Pasar Cinde, Eks Kadisbudpar Sumsel Jalani Persidangan

    Bagikan

    Kasus dugaan korupsi Pasar Cinde terus bergulir, dengan fakta-fakta baru yang terungkap dalam persidangan, mengejutkan publik dan pihak terkait.

     Sidang Korupsi Pasar Cinde, Eks Kadisbudpar Sumsel Jalani Persidangan

    Kehadiran mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, sebagai saksi telah membuka dimensi baru terkait status Pasar Cinde sebagai cagar budaya dan percepatan pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

    Berikut ini, Derita Rakyat akan mencuat menjelang Asian Games 2018, menyoroti urgensi dan tekanan di balik keputusan-keputusan penting yang diambil saat itu.

    Desakan Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya

    Argumen mengenai ketidaklayakan Pasar Cinde menjelang Asian Games 2018 menjadi pemicu utama Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mempercepat pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya. Hal ini diungkapkan dalam sidang kasus korupsi Pasar Cinde yang menjerat mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ini dipimpin Majelis Hakim Fauzi Isra di Pengadilan Negeri Palembang.

    Irene Camelyn Sinaga, yang menjabat Kadisbudpar Sumsel pada 2015-2018, memberikan kesaksian penting. Ia mengaku mengetahui persoalan Pasar Cinde sebagai cagar budaya sejak kedatangan Dirjen Kebudayaan pada tahun 2016. Pada tanggal 15 Agustus 2016, kedatangan Dirjen Kebudayaan Bapak Hilmar Fahim mengkonfirmasi adanya permasalahan terkait status Pasar Cinde di mata masyarakat.

    Irene menjelaskan, pada tahun 2016, Pasar Cinde telah didaftarkan sebagai calon Cagar Budaya. Menurutnya, status ‘Calon Cagar Budaya’ memiliki perlakuan yang setara dengan ‘Cagar Budaya’ berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya. Ini berarti, perlindungan dan regulasi yang sama berlaku untuk objek yang baru didaftarkan maupun yang sudah ditetapkan.

    Urgensi Dan Alasan Di Balik Percepatan

    Irene menyatakan bahwa pembentukan tim kajian dilakukan dalam kondisi yang sangat mendesak. Pemerintah Provinsi beralasan bahwa ketidaklayakan Pasar Cinde menjadi isu krusial karena akan digunakan untuk Asian Games 2018. Desakan ini memaksa Gubernur Sumatera Selatan untuk mempercepat pembentukan tim kajian.

    “Menurut Irene, pemerintah provinsi beralasan melakukan perubahan pada calon cagar budaya itu karena dianggap tidak layak digunakan untuk Asian Games.” Ia menambahkan, pihaknya diminta untuk mempercepat pembentukan tim kajian oleh Gubernur Sumatera Selatan.

    Keterbatasan waktu untuk revitalisasi dan adaptasi serta kebutuhan peninjauan ulang struktur dan aspek lainnya menjadi alasan kuat. Setelah itu, Pemerintah Kota Palembang mengambil alih dengan membentuk tim sendiri, menunjukkan adanya dua tim cagar budaya: tim provinsi/nasional dan tim daerah.

    Baca Juga: Dari Tanggap Darurat ke Pemulihan, Menjaga Momentum Pascabencana

    Pemisahan Aset Dan Tanggung Jawab

    Pemisahan Aset Dan Tanggung Jawab

    Persidangan ini menyoroti poin penting mengenai pembagian wewenang antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. Saksi menyebutkan adanya pemisahan aset yang jelas dalam proyek pengembangan Pasar Cinde. “Tanah adalah milik Provinsi, sedangkan bangunan adalah milik Kota Palembang,” jelas Irene.

    Pemisahan ini menimbulkan implikasi hukum terkait tanggung jawab pengelolaan dan pengembangan. Irene menambahkan bahwa tanggung jawab atas bangunan Pasar Cinde berada di bawah wewenang Wali Kota Palembang sebagai pemilik aset bangunan. Hal ini menjadi penting dalam menentukan siapa yang bertanggung jawab atas setiap aspek dalam proyek tersebut.

    Penjelasan mengenai pemisahan aset ini sangat relevan dalam kasus dugaan korupsi, karena dapat mengurai benang merah pertanggungjawaban. Dengan tanah milik provinsi dan bangunan milik kota, kebijakan dan keputusan terkait Pasar Cinde melibatkan koordinasi lintas pemerintahan yang kompleks.

    Menanti Kelanjutan Sidang Dan Keadilan

    Usai pemeriksaan saksi, majelis hakim menetapkan agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan saksi tambahan. Sidang lanjutan ini akan dilaksanakan pada pekan depan, Senin (9/2/2026), menunjukkan bahwa kasus ini masih akan terus bergulir dan mengungkap lebih banyak fakta.

    Kasus Pasar Cinde ini menjadi cerminan bagaimana proyek-proyek besar yang terkait dengan acara internasional dapat menimbulkan kompleksitas hukum dan administratif. Status cagar budaya, desakan waktu, serta pembagian aset menjadi elemen kunci yang sedang diuji di persidangan.

    Publik menantikan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini, terutama mengingat keterlibatan mantan pejabat tinggi dan dampak pada aset bersejarah kota Palembang. Diharapkan, persidangan ini dapat mengungkap kebenaran dan memastikan pertanggungjawaban yang sesuai.

    Terus ikuti kabar terkini seputar Derita Rakyat dan informasi menarik yang menambah wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari palembang.tribunnews.com
  • Benarkah Banjir Besar Terjang 20 Titik Di Serang? 528 Rumah Warga Terendam!

    Bagikan

    Banjir besar melanda 20 titik di Serang, 528 rumah terendam, warga panik dan berjuang selamatkan harta benda mereka.

     Benarkah Banjir Besar Terjang 20 Titik Di Serang? 528 Rumah Warga Terendam! 700

    Hujan deras memicu banjir dahsyat yang melanda Serang, hingga 20 titik terdampak dan 528 rumah warga terendam. Warga panik, berlarian menyelamatkan harta benda dan keluarga. Bagaimana skala kerusakan sebenarnya, dan apa langkah darurat yang dilakukan pemerintah setempat? Simak laporan lengkapnya untuk melihat kronologi, upaya evakuasi, dan dampak banjir yang membuat Serang mencekam hanya di Derita Rakyat.

    nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
    LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

    Hujan Deras Picu Banjir Luas Di Serang

    Banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Serang, Banten, setelah hujan lebat mengguyur sejak Minggu dinihari (8/3/2026). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat banjir terjadi di 20 titik berbeda di kota tersebut. Fenomena ini membuat sejumlah permukiman dan fasilitas publik terendam air.

    Intensitas hujan yang tinggi memperparah kondisi sungai yang meluap serta sistem drainase yang tidak berfungsi optimal. Akibatnya, air meluap dan merendam permukiman warga hingga mencapai tinggi tertentu.

    Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, banjir ini merupakan dampak langsung dari hujan lebat yang mengguyur wilayah itu selama berjam‑jam tanpa henti sejak awal pagi. Ia mengatakan petugas telah dikerahkan untuk menangani bencana.

    POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

    🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
    Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
    LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

    Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
    📲 DOWNLOAD SEKARANG

    Dampak Luapan Air Ke Permukiman Warga

    Data terbaru mencatat sekitar 6.763 jiwa dari 2.223 kepala keluarga (KK) terdampak banjir serius ini. Sebanyak 528 rumah warga terendam air banjir pada sejumlah lokasi.

    Selain itu, laporan juga menunjukkan empat rumah mengalami kerusakan serius akibat cuaca ekstrem yang menyertai banjir tersebut. Kerusakan ini terutama terjadi di bagian bangunan seperti dapur dan ruang tamu.

    Kecamatan Kasemen menjadi wilayah yang paling parah terdampak, dengan 14 titik banjir signifikan di area ini. Di beberapa lingkungan, ketinggian air sempat mencapai sekitar 100 cm (1 meter).

    Baca Juga: Krisis di Banjar Tegeha! Pipa Air Bersih Hanyut, Warga 951 KK Terpaksa Bertahan Tanpa Air

    Titik Terparah Dan Respons Petugas

     Titik Terparah Dan Respons Petugas 700

    Lingkungan Manggerong, Kelurahan Sawah Luhur menjadi salah satu zona terdalam dampak banjir, sehingga membuat warga setempat harus mengungsi sementara. BPBD mendirikan tenda pengungsian untuk 84 jiwa yang terdampak paling parah.

    Di kecamatan lainnya seperti Serang, banjir melanda Lingkungan Kebaharan Masjid, Lingkungan Domba (Kelurahan Lopang), dan Perum BIP (Kelurahan Unyur), meskipun air di lokasi‑lokasi tersebut dilaporkan mulai surut.

    Sementara itu, banjir masih menggenangi sebagian Kompleks Grand Sutera di Kecamatan Cipocok Jaya, dengan dampak mencapai hampir 2.000 jiwa. Di Kecamatan Walantaka, genangan masih terjadi, meski air hanya mencapai sekitar 20 cm.

    Fasilitas Umum Terdampak

    Dampak banjir tidak hanya dirasakan oleh warga saja, tetapi juga fasilitas umum. Beberapa fasilitas seperti Puskesmas Kasemen dan Pondok Pesantren Mirbath Syaja’ah Al Akhyar ikut terendam air banjir.

    Karenanya, pelayanan kesehatan dan kegiatan belajar‑mengajar di beberapa tempat sempat terganggu akibat genangan yang masuk ke area fasilitas tersebut. Kondisi ini menambah urgensi penanganan cepat bencana di daerah tersebut.

    BPBD memastikan tetap memonitor perkembangan situasi di lapangan, termasuk kemungkinan dampak lanjutan apabila curah hujan kembali meningkat.

    Upaya Penanggulangan Dan Imbauan Warga

    Untuk membantu warga di titik banjir terdalam, petugas BPBD telah melakukan evakuasi dan pendirian tenda darurat sejak awal kejadian. Upaya ini dimaksudkan agar warga yang rumahnya terendam dapat berlindung dengan aman dan mendapat bantuan dasar.

    Selain itu, BPBD masih terus memantau debit air melalui laporan dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) serta menerima laporan darurat melalui Call Center daerah.

    Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama jika intensitas hujan kembali meningkat dalam beberapa hari mendatang. Selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan BMKG menjadi langkah penting untuk keselamatan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari banten.antaranews.com
    • Gambar Kedua dari bandung.kompas.com
  • Gunung Semeru Aktif, Keselamatan Anak Jadi Prioritas Orangtua

    Bagikan

    Gunung Semeru meluncurkan awan panas, di Lumajang, puluhan siswa diantar orangtua ke sekolah demi keamanan.

    Gunung Semeru Aktif Keselamatan Anak Jadi Prioritas Orangtua

    Aktivitas Gunung Semeru yang kembali meluncurkan awan panas berdampak langsung pada kehidupan warga di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa tersebut memicu kekhawatiran masyarakat, terutama terkait keselamatan anak-anak yang tetap menjalani aktivitas sekolah.

    Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang lagi banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    Aktivitas Awan Panas Gunung Semeru

    Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan meluncurkan awan panas guguran dari kawah Jonggring Saloko. Awan panas tersebut meluncur ke arah lereng, disertai kolom abu yang terlihat membumbung ke udara.

    Meski jarak luncuran masih berada dalam zona bahaya yang telah ditetapkan, aktivitas ini tetap menimbulkan kepanikan ringan di kalangan warga sekitar. Suara gemuruh dan abu tipis yang terbawa angin membuat suasana pagi terasa mencekam.

    Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Warga diminta mematuhi rekomendasi keselamatan dan tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana.

    Orangtua Antar Anak Demi Rasa Aman

    Puluhan siswa di wilayah terdampak terlihat datang ke sekolah diantar langsung oleh orangtua mereka. Kehadiran orangtua ini bukan hanya untuk mengantar, tetapi juga memastikan kondisi lingkungan sekolah aman dari abu dan gangguan lainnya.

    Beberapa orangtua mengaku merasa lebih tenang jika bisa melihat langsung situasi di sekolah. Mereka ingin memastikan anak-anak dapat belajar dengan aman meski Gunung Semeru masih menunjukkan aktivitas.

    Langkah ini juga menjadi bentuk komunikasi antara orangtua dan pihak sekolah. Orangtua berharap sekolah siap menghadapi kondisi darurat jika sewaktu-waktu terjadi peningkatan aktivitas vulkanik.

    Baca Juga: Jembatan Roboh, Banjir Dan Longsor Terjang Donggala, Warga Terjebak

    Sekolah Tetap Beroperasi dengan Kewaspadaan

    Sekolah Tetap Beroperasi dengan Kewaspadaan

    Pihak sekolah di Lumajang memutuskan tetap menjalankan kegiatan belajar mengajar dengan meningkatkan kewaspadaan. Guru dan staf sekolah melakukan pemantauan kondisi sekitar sejak pagi hari.

    Sekolah juga menyiapkan langkah antisipasi, seperti penggunaan masker untuk siswa dan kesiapan evakuasi jika terjadi kondisi darurat. Informasi terkait aktivitas Gunung Semeru terus dipantau melalui saluran resmi.

    Keputusan tetap membuka sekolah diambil setelah mempertimbangkan kondisi terkini dan arahan dari pihak terkait. Keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil.

    Respons Warga dan Dampak Psikologis

    Aktivitas awan panas Gunung Semeru turut memengaruhi kondisi psikologis warga, khususnya anak-anak. Beberapa siswa terlihat cemas, meski tetap berusaha mengikuti kegiatan belajar seperti biasa.

    Orangtua berharap adanya pendampingan psikologis jika aktivitas gunung terus berlanjut. Trauma masa lalu akibat erupsi sebelumnya masih membekas di benak sebagian warga.

    Kehadiran orangtua di sekolah menjadi bentuk dukungan moral bagi anak-anak. Hal ini dinilai membantu mengurangi rasa takut dan meningkatkan rasa aman di tengah situasi yang tidak menentu.

    Imbauan Kewaspadaan dari Pihak Berwenang

    Pihak berwenang terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas Gunung Semeru. Warga diminta tidak mendekati daerah aliran sungai yang berpotensi dilalui awan panas atau lahar.

    Masyarakat juga diingatkan untuk selalu mengikuti informasi resmi dan tidak terpancing kabar yang belum terverifikasi. Koordinasi antara pemerintah daerah, sekolah, dan orangtua dinilai sangat penting.

    Dengan kesiapsiagaan bersama, diharapkan aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan, dapat tetap berjalan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari KOMPAS.com
    • Gambar Kedua dari TIMES Jatim