Psikologi

  • Serem Tapi Nyata! Ini Yang Terjadi Di Otak Saat Kita Scroll Medsos Terus-Menerus

    Scroll medsos terus-menerus ternyata memengaruhi otak dan bikin sulit berhenti, Ini penjelasan psikologinya yang mengejutkan.

    BERITA

    Di balik kebiasaan tersebut, ternyata ada proses psikologis dan reaksi di dalam otak yang membuat seseorang sulit berhenti. Hal inilah yang kemudian menarik perhatian para ahli untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi saat kita terus-menerus berada di dunia media sosial. Simak informasi lengkapnya hanya di Derita Rakyat.

    nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
    LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

    Awal Mula Kebiasaan Scroll Tanpa Sadar

    Kebiasaan scrolling media sosial kini menjadi aktivitas yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari banyak orang. Bahkan, tanpa disadari, seseorang bisa menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan menggulir layar ponsel. Fenomena ini sering terjadi ketika seseorang hanya berniat membuka aplikasi sebentar, namun berlanjut tanpa kontrol waktu.

    Menurut berbagai penjelasan psikologi, perilaku ini berkaitan dengan cara kerja otak yang merespons rangsangan dari konten digital. Setiap konten baru yang muncul memberikan rasa penasaran yang mendorong pengguna untuk terus melanjutkan aktivitas scrolling.

    Kondisi ini membuat pengguna sulit berhenti karena otak terus mencari stimulus baru yang dianggap menyenangkan atau menarik. Akhirnya, waktu terasa berjalan lebih cepat tanpa disadari oleh pengguna.

    POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

    đŸ”¥ Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
    Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
    LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

    Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
    đŸ“² DOWNLOAD SEKARANG

    Peran Dopamin Dalam Membuat Ketagihan

    Salah satu faktor utama yang membuat seseorang sulit berhenti scrolling adalah peran dopamin di dalam otak. Setiap kali melihat konten menarik, otak melepaskan hormon ini yang memberikan rasa senang.

    Dopamin menciptakan sistem penghargaan yang membuat seseorang ingin mengulangi aktivitas yang sama berulang kali. Hal ini mirip dengan pola ketergantungan pada kebiasaan lain yang memberikan sensasi menyenangkan.

    Karena itu, setiap gesekan layar yang menghasilkan konten baru akan memicu rasa penasaran untuk terus melanjutkan. Semakin lama dilakukan, semakin kuat dorongan untuk tetap berada di media sosial.

    Baca Juga: BREAKING: Longsor Sembahe Picu Dugaan Kejahatan Lingkungan Tersembunyi!

    Desain Aplikasi Yang Membuat Lupa Waktu

    BERITA

    Selain faktor psikologis, desain aplikasi media sosial juga berperan besar dalam membuat pengguna terus scrolling. Fitur seperti infinite scroll dirancang agar konten terus muncul tanpa batas. Tanpa jeda yang jelas, pengguna sulit menyadari bahwa mereka sudah menghabiskan banyak waktu di dalam aplikasi.

    Hal ini menciptakan kondisi yang membuat seseorang terjebak dalam aktivitas tanpa henti karena tidak ada tanda berhenti yang jelas. Akibatnya, penggunaan media sosial menjadi jauh lebih lama dari yang direncanakan.

    Dampak Pada Fokus Dan Kesehatan Mental

    Kebiasaan scrolling berlebihan dapat memengaruhi kemampuan fokus seseorang dalam jangka panjang. Pengguna menjadi lebih cepat bosan dan sulit berkonsentrasi pada satu aktivitas. Selain itu, paparan konten yang terus-menerus juga dapat memicu rasa cemas atau kelelahan mental.

    Otak yang terus menerima rangsangan tanpa henti akan mengalami penurunan kemampuan untuk beristirahat secara optimal. Hal ini membuat seseorang merasa sulit lepas dari kebiasaan tersebut meski sudah menyadari dampaknya.

    Cara Mengendalikan Kebiasaan Scroll

    Para ahli menyarankan agar pengguna mulai membatasi waktu penggunaan media sosial secara sadar. Salah satu cara adalah menetapkan batas waktu penggunaan aplikasi setiap hari. Selain itu, penting juga untuk menghindari penggunaan ponsel secara berlebihan sebelum tidur atau saat bangun pagi.

    Mengalihkan perhatian ke aktivitas lain seperti membaca atau olahraga juga dapat membantu mengurangi ketergantungan. Dengan kebiasaan yang lebih terkontrol, otak dapat kembali beradaptasi tanpa ketergantungan berlebihan pada media sosial.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari tekno.kompas.com
    • Gambar Kedua dari tekno.kompas.com