Viral! Kisah Susanto Difabel Yang Tetap Diterima Jadi Koki MBG Karanganyar

Bagikan

Viral! Susanto difabel akibat kecelakaan tetap diterima jadi koki di MBG Karanganyar, kisah inspiratif penuh haru dan semangat hidup.

Viral! Kisah Susanto Difabel Yang Tetap Diterima Jadi Koki MBG Karanganyar

Tragedi kecelakaan pernah merenggut sebagian kemampuan Susanto, namun semangatnya tak pernah padam. Meski difabel, ia diterima bekerja sebagai koki di MBG Karanganyar.

Kisahnya menjadi viral dan menginspirasi banyak orang, membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berkarya. Simak hanya ada di perjalanan Susanto yang penuh perjuangan dan haru, dari derita menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.

nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

Awal Kisah Dan Kondisi Pasca Kecelakaan

Susanto, warga Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami kecelakaan pada 2005 yang membuat kaki kanannya tidak bisa ditekuk hingga kini. Meski keterbatasan fisik itu membekas lebih dari dua dekade, semangatnya tetap tinggi untuk hidup mandiri.

Kecelakaan yang dialami saat dibonceng teman itu menjadi titik balik dalam hidupnya, namun bukan alasan untuk menyerah. Ia terus mencari cara untuk membantu kehidupan keluarganya dan menjalani hari demi hari dengan tekad kuat.

Selama bertahun‑tahun, Susanto terbukti gigih menjalani rutinitas meski kondisi fisiknya membatasi pergerakan. Kini, kisah hidupnya menjadi inspirasi bahwa kecelakaan bukan akhir dari segalanya.

POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
📲 DOWNLOAD SEKARANG

Kesempatan Berharga Di Dapur MBG SPPG Pojok

Hari ini, Susanto resmi bekerja sebagai koki di dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Pojok, Mojogedang, Karanganyar. Ia dipercaya sebagai streamer nasi, yaitu koki yang bertanggung jawab menanak nasi untuk layanan dapur MBG.

Kesempatan ini membuka fase baru dalam hidup Susanto. Lingkungan kerja yang ramah dan inklusif membuatnya merasa diterima tanpa diskriminasi, baik oleh atasan maupun rekan kerja.

Susanto menyatakan rasa syukur karena lingkungan di dapur MBG sangat mendukung keterbatasannya, sehingga ia bisa bekerja layaknya karyawan lain tanpa merasa dibedakan.

Baca Juga: Warga Panik! Utang Paylater Membengkak, OJK Siap Tegakkan Pengawasan Ketat

Rutinitas Harian Yang Penuh Semangat

Rutinitas Harian Yang Penuh Semangat700

Setiap hari, sebelum berangkat kerja, Susanto memiliki rutinitas sederhana namun penuh makna. Ia memberi makan kambing dan ikan peliharaannya di rumah sebagai bentuk tanggung jawab pribadi.

Setelah menyelesaikan itu, ia berangkat ke dapur MBG yang tidak jauh dari rumahnya, mengendarai sepeda motor meski dengan posisi kaki yang tidak bisa ditekuk. Ini menunjukkan semangatnya yang luar biasa meski menghadapi keterbatasan fisik.

Dengan penuh keyakinan, Susanto menjalani setiap hari kerja di dapur MBG, menjalankan tugasnya sebagai koki dengan cara yang paling maksimal.

Peran MBG Dan Kesempatan Kerja Inklusif

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif pemerintah yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat sekaligus membuka peluang kerja di berbagai daerah. Selain memberikan makanan bergizi, program ini juga mendorong inklusivitas sosial.

Bagi Susanto, kesempatan bekerja di dapur MBG bukan hanya soal pekerjaan, tetapi juga tentang kebermaknaan hidup. Ia bisa membantu ekonomi keluarga, terutama karena orang tuanya sudah tidak bekerja.

Peluang kerja inklusif seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah berusaha memberi ruang bagi penyandang disabilitas untuk tetap berkarya dan produktif di masyarakat luas.

Syukur Dan Harapan Ke Depan

Susanto tak hentinya menyampaikan rasa syukur atas kesempatan yang ia dapatkan untuk bekerja di program MBG. Bagi dia, pekerjaan ini adalah bentuk berkah dan harapan baru dalam hidup.

Ia juga berterima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang mencetuskan program MBG yang memberi peluang kerja bagi dirinya dan banyak orang lain yang membutuhkan.

Dengan semangat yang tak pernah padam, Susanto berharap kisahnya bisa menjadi inspirasi bagi difabel lain bahwa keterbatasan fisik tak harus membatasi peluang untuk berkarya dan membantu kehidupan orang yang dicintainya.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari jateng.suara.com
  • Gambar Kedua dari liputan6.com

Similar Posts

  • Bikin Geram! Warga Menderita, Hak Atas Air Belum Dijamin Negara

    Bagikan

    Bikin geram! Banyak warga masih menderita karena hak atas air bersih belum dijamin negara, meski kebutuhan dasar ini krusial untuk hidup.

     Bikin Geram! Warga Menderita, Hak Atas Air Belum Dijamin Negara 700

    Air bersih adalah hak dasar setiap manusia, namun kenyataannya jutaan warga Indonesia masih kesulitan mendapatkannya. Ketidakpastian akses ini bukan hanya masalah lokal, tapi mencerminkan tanggung jawab negara yang belum terpenuhi sepenuhnya.

    Dari desa hingga perkotaan, warga menghadapi tantangan serius untuk memenuhi kebutuhan paling fundamental ini. Apa penyebab utama krisis air ini, dan bagaimana dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari rakyat? Mari kita telusuri fakta, peraturan, dan tantangan yang masih dihadapi dalam menjamin hak atas air di Indonesia hanya ada di Derita Rakyat.

    nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
    LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

    Hak Atas Air sebagai Hak Dasar Rakyat

    Air bukan sekadar komoditas hak mendapatkan air bersih adalah kebutuhan paling dasar manusia. Di Indonesia, air termasuk sumber daya alam yang dikuasai oleh negara untuk sebesar‑besarnya kemakmuran rakyat, sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat (3) Undang‑Undang Dasar 1945.

    Namun dalam praktiknya, akses ke air bersih masih jauh dari ideal. Ketimpangan antara wilayah perkotaan dan pedesaan menyebabkan sebagian masyarakat belum mendapatkan air yang layak secara konsisten. Hal ini membuat persoalan hak atas air tetap relevan dan mendesak untuk ditangani.

    Konstitusi juga meletakkan dasar lain bahwa negara harus menempatkan hak hidup dan lingkungan yang sehat sebagai bagian tak terpisahkan dari hak dasar warga negara, sehingga akses air yang aman dan layak menjadi kewajiban konstitusional.

    POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

    🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
    Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
    LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

    Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
    📲 DOWNLOAD SEKARANG

    Konstitusi Dan Regulasi Nasional Yang Menegaskan Kewajiban Negara

    Menyatakan bahwa setiap warga negara berhak atas kehidupan yang layak, termasuk akses terhadap air bersih sebagai kebutuhan pokok. Ini sejajar dengan prinsip bahwa pengelolaan sumber daya alam, termasuk air, adalah wewenang negara, bukan semata pasar atau swasta.

    UU No. 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air memperjelas hak rakyat atas air, menggantikan UU No. 7 Tahun 2004 yang sempat dikritik karena potensi memberikan ruang terlalu besar bagi privatisasi. Pengaturan baru ini menekankan bahwa negara harus mengupayakan segala cara yang perlu untuk menjamin hak atas air bagi masyarakat.

    Konsep ini tidak hanya penting secara nasional, tetapi juga selaras dengan prinsip internasional bahwa hak atas air adalah bagian dari hak asasi manusia. Yang harus dipenuhi oleh negara melalui kebijakan, pengaturan, dan perlindungan.

    Baca Juga: Libur Lebaran 2026 Terancam, Bencana Di Tapteng Bikin Pantai Pandan Sepi

    Tantangan Implementasi Di Lapangan

     Tantangan Implementasi Di Lapangan 700

    Walaupun regulasi sudah ada, implementasinya masih menghadapi tantangan serius. Banyak daerah di Indonesia yang belum mencapai akses air minum layak secara merata, terutama di wilayah timur dan pedesaan. Ketimpangan ini memperkuat kesan bahwa hak atas air masih “janji di atas kertas” tanpa jaminan yang kuat di lapangan.

    Selain itu, kebijakan yang tersebar di berbagai undang‑undang sering kali tidak terintegrasi secara efektif. Misalnya, belum ada undang‑undang khusus yang secara komprehensif mengatur air minum dan sanitasi sebagai satu sistem layanan publik terpadu. Ini berdampak pada standar pelayanan minimum, kontinuitas layanan, dan perlindungan terhadap kelompok rentan.

    Situasi ini diperparah oleh ancaman privatisasi, yang dalam beberapa kasus bisa menghalangi akses rakyat terhadap air. Kritik terhadap UU SDA sebelumnya, yang dianggap membuka peluang penguasaan sumber daya air oleh pihak swasta, menjadi pelajaran bahwa tata kelola air harus berpihak kepada rakyat.

    Peran Negara Dan Pemerintah Daerah

    Negara melalui pemerintah pusat dan daerah memiliki tiga kewajiban utama dalam hak atas air: menghormati, melindungi, dan memenuhi hak tersebut. Ini berarti negara tidak boleh menghambat akses, harus mencegah gangguan dari pihak ketiga (misalnya korporasi), serta memastikan layanan air tersedia dan terjangkau bagi semua warga.

    Negara juga wajib memastikan bahwa standar kualitas, harga, dan kontinuitas air layak dipenuhi oleh penyelenggara layanan, seperti PDAM yang menjadi penyedia layanan di banyak kota. Ketika layanan ini tidak memadai, negara harus mengatur dan mengawasi agar setiap warga tetap mendapatkan haknya tanpa diskriminasi.

    Peran pemerintah daerah juga sangat penting karena implementasi fiskal dan teknis layanan air banyak bergantung pada kemampuan anggaran dan tata kelola di tingkat lokal. Ini menuntut koordinasi lintas pemerintahan dan komitmen politik yang kuat.

    Dampak Krisis Air Terhadap Rakyat

    Kondisi di banyak daerah menunjukkan bahwa krisis air bukan hanya masalah fisik, tetapi juga berdampak pada aspek sosial, kesehatan, dan ekonomi masyarakat. Ketika akses terhadap air bersih terbatas, kelompok miskin dan rentan menjadi paling terdampak, berisiko terhadap penyakit yang berkaitan dengan sanitasi yang buruk.

    Masalah ini seharusnya menjadi alarm bagi negara. Dengan sumber air yang secara geografis melimpah di Indonesia, idealnya setiap warga dapat menikmati layanan air yang layak. Ketidakseimbangan akses ini menunjukkan adanya celah dalam implementasi kebijakan dan penegakan hukum di sektor air.

    Akses air yang tidak merata juga meningkatkan ketidakadilan sosial, menambah beban perempuan dan anak-anak dalam mencari air bersih di beberapa komunitas. Serta menghambat pembangunan sosial ekonomi jangka panjang.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari kompas.com
    • Gambar Kedua dari jdih.baritoutarakab.go.id
  • Heboh! Natalius Pigai Digugat Anak Buah Sendiri Gegara Mutasi Jabatan

    Bagikan

    Situasi di kantor Natalius Pigai mendadak memanas setelah muncul kabar bahwa salah satu anak buahnya menggugat secara hukum.

    Heboh! Natalius Pigai Digugat Anak Buah Sendiri Gegara Mutasi Jabatan

    Akibat mutasi jabatan yang dianggap kontroversial. Peristiwa ini menjadi sorotan publik karena menyangkut dinamika internal sebuah organisasi serta cara pimpinan dalam mengambil keputusan yang berdampak langsung pada bawahannya. Konflik semacam ini mengingatkan bahwa kebijakan mutasi jabatan bisa memicu gejolak serius jika tidak dikelola dengan hati-hati.

    Dapatkan update berita terkini seputar Derita Rakyat dan informasi menarik yang memperluas pengetahuan Anda.

    nonton gratis piala dunia 2026 STADIONLIVE
    LIVE STREAMING WORLD CUP 2026

    Latar Belakang Mutasi Jabatan di Organisasi Natalius Pigai

    Mutasi jabatan sering menjadi bagian dari strategi manajerial untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja organisasi. Namun, ketika keputusan ini dilakukan tanpa komunikasi yang jelas, dampaknya bisa memicu ketegangan di internal. Dalam kasus Natalius Pigai, mutasi ini dilakukan untuk mengisi posisi penting dengan penempatan yang dinilai strategis.

    Keputusan mutasi tersebut awalnya dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja unit kerja dan menempatkan orang yang dianggap paling kompeten di posisi yang tepat. Tujuan ini biasanya bertujuan agar organisasi bisa berjalan lebih efektif dan mampu menghadapi tantangan yang ada.

    Namun, dalam prakteknya, mutasi yang dilakukan tanpa sosialisasi dan klarifikasi memunculkan kekecewaan. Beberapa pegawai merasa posisi mereka tergeser atau tidak sesuai dengan harapan, sehingga menimbulkan ketidakpuasan yang berujung pada aksi hukum.

    POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL

    🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
    Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
    LIVE STREAMING GRATIS di Aplikasi Shotsgoal.

    Download Aplikasi Shotsgoal - Live Streaming Piala Dunia 2026
    📲 DOWNLOAD SEKARANG

    Gugatan Anak Buah: Penyebab dan Dampaknya

    Salah satu anak buah Natalius Pigai memutuskan untuk menggugat keputusan mutasi tersebut ke jalur hukum. Gugatan ini didasarkan pada alasan bahwa mutasi jabatan dilakukan tanpa prosedur yang transparan dan dinilai merugikan hak pegawai.

    Gugatan ini menjadi sorotan karena menunjukkan bagaimana konflik internal dapat bereskalasi ke ranah hukum. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pimpinan harus bertindak agar kebijakan internal tidak menimbulkan sengketa.

    Selain itu, gugatan ini berdampak pada citra organisasi. Publik yang mengetahui peristiwa ini menilai bahwa manajemen internal belum sepenuhnya profesional dalam menangani perubahan struktural, sehingga menimbulkan keraguan terhadap kredibilitas pimpinan.

    Baca Juga: Geger! Kades di Bima Lepas Baju Saat Demo Dan Tantang Mahasiswa Duel!

    Strategi Manajemen Dalam Menangani Konflik Internal

    Heboh! Natalius Pigai Digugat Anak Buah Sendiri Gegara Mutasi Jabatan

    Dalam menghadapi situasi ini, Natalius Pigai dan tim manajemen perlu menerapkan strategi komunikasi yang efektif. Transparansi menjadi kunci agar setiap pegawai memahami alasan dan tujuan dari setiap keputusan yang diambil.

    Langkah lainnya adalah melakukan mediasi internal sebelum masalah berkembang ke ranah hukum. Dengan membahas keluhan pegawai secara terbuka, konflik dapat diminimalkan dan solusi yang menguntungkan kedua belah pihak dapat dicapai.

    Selain itu, evaluasi terhadap prosedur mutasi jabatan menjadi penting. Organisasi perlu meninjau apakah mekanisme yang ada sudah sesuai standar dan adil bagi semua pihak. Hal ini membantu mencegah kasus serupa terjadi di masa depan.

    Implikasi Bagi Kepemimpinan dan Budaya Organisasi

    Kasus gugatan ini juga menjadi pelajaran penting bagi pemimpin dalam menerapkan kebijakan internal. Kepemimpinan yang efektif tidak hanya menekankan keputusan strategis, tetapi juga memperhatikan dampak keputusan terhadap pegawai.

    Budaya organisasi yang terbuka dan komunikatif menjadi penopang utama agar setiap perubahan dapat diterima dengan baik. Pegawai yang merasa didengar cenderung lebih kooperatif dan berkomitmen terhadap tujuan organisasi.

    Selain itu, pengawasan internal dan evaluasi berkala terhadap kebijakan SDM menjadi langkah preventif. Hal ini memastikan bahwa setiap keputusan diambil secara adil, transparan, dan tidak menimbulkan konflik yang merugikan organisasi maupun pegawai.

    Kesimpulan

    Kasus gugatan anak buah Natalius Pigai akibat mutasi jabatan menunjukkan bahwa keputusan internal, meski dimaksudkan untuk peningkatan kinerja, dapat menimbulkan konflik serius jika tidak disosialisasikan dengan baik. Transparansi, komunikasi yang jelas, serta prosedur yang adil menjadi kunci untuk mencegah perselisihan.

    Bagi pimpinan, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepemimpinan tidak hanya soal membuat keputusan strategis, tetapi juga bagaimana keputusan tersebut diterima dan dipahami oleh seluruh anggota organisasi. Dengan langkah yang tepat, konflik semacam ini bisa diubah menjadi pembelajaran untuk membangun budaya kerja yang lebih sehat dan profesional.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
    • Gambar Kedua dari tribunnews.com
  • | |

    NHM Turun Tangan Bantu Masyarakat Terdampak Banjir & Longsor Di Halut-Halbar

    Bagikan

    NHM menyalurkan bantuan untuk warga Halut dan Halbar terdampak banjir dan longsor, meringankan beban masyarakat di masa darurat.

    NHM Turun Tangan Bantu Masyarakat Terdampak Banjir & Longsor Di Halut-Halbar 700

    Bencana banjir dan longsor melanda Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat, menyebabkan kerusakan infrastruktur dan kesulitan bagi warga terdampak. Menanggapi hal ini, NHM langsung turun tangan menyalurkan bantuan berupa logistik, makanan, dan kebutuhan darurat lainnya.

    Kehadiran bantuan tersebut menjadi penopang penting bagi Derita Rakyat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana alam. Sekaligus memperkuat solidaritas sosial di tengah situasi darurat.

    NHM Salurkan Bantuan

    PT Nusa Halmahera Minerals melalui program NHM Peduli menyalurkan bantuan kemanusiaan. Bagi masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Halmahera Utara dan Halmahera Barat.

    Penyaluran bantuan ini dilakukan di tengah meningkatnya frekuensi bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap komunitas lokal yang terdampak.

    Kepala Divisi Pengembangan Berkelanjutan NHM Peduli, Irwan Malaka, menyampaikan bahwa seluruh bantuan logistik telah tersalurkan dengan baik dan tepat sasaran. Menurutnya, upaya ini diharapkan dapat meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan dasar selama masa pemulihan serta memberi semangat bagi masyarakat untuk bangkit dari dampak bencana.

    Distribusi Bantuan Secara Bertahap dan Luas

    Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap mulai 9 hingga 12 Januari 2026, menjangkau wilayah dengan akses terbatas akibat bencana. Pada Jumat malam, 9 Januari, NHM Peduli menyalurkan paket sembako ke tujuh desa di Kecamatan Kao Barat, yakni Desa Pitago, Bailengit, Soamaetek, Parseba, Toguis, Toboulamo, dan Takimo. Hari berikutnya, distribusi dilanjutkan ke wilayah Galela dan Loloda.

    Pada Minggu, 11 Januari, tim NHM Peduli bersama Emergency Response Team mendistribusikan bantuan ke Kecamatan Ibu, Halbar, sementara pada Senin, 12 Januari, bantuan tambahan berupa mesin alkon diberikan kepada warga di Desa Togawa dan Desa Tutumaloleo, Kecamatan Galela Utara. Mesin alkon ini membantu membersihkan sumur-sumur yang tercemar lumpur akibat banjir.

    Baca Juga: KPK Ungkap Pensiunan Kemnaker Pakai Duit Pemerasan Izin TKA Beli Mobil

    Jenis Bantuan Disesuaikan Kebutuhan Masyarakat

    Jenis Bantuan Disesuaikan Kebutuhan Masyarakat 700

    Selain paket sembako, bantuan NHM Peduli juga mencakup perlengkapan sanitasi, perlengkapan bayi, serta dukungan tambahan seperti mesin genset dan lentera untuk warga yang masih mengungsi di wilayah dengan keterbatasan listrik dan penerangan. Penyesuaian jenis bantuan dilakukan melalui rapat koordinasi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Halmahera Utara, untuk memastikan kebutuhan mendesak di lapangan terpenuhi secara tepat.

    Kehadiran bantuan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari pemerintah desa dan masyarakat setempat. Sekretaris Desa Toguis, Enos Siduga, serta Kepala Desa Soamaetek, Robert Garawai, menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan NHM Peduli.

    Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman, juga mengapresiasi respons cepat perusahaan yang membantu meringankan beban warga terdampak.

    Komitmen NHM Dalam Penanganan Pascabencana

    Melalui NHM Peduli, perusahaan menegaskan komitmen berkelanjutan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya dalam upaya penanganan serta pemulihan pascabencana. NHM menekankan pentingnya solidaritas nasional dalam menghadapi tantangan kebencanaan, sekaligus menunjukkan tanggung jawab sosial perusahaan dalam memastikan kesejahteraan masyarakat terdampak.

    Keberhasilan distribusi bantuan ini menjadi bukti nyata peran perusahaan dalam menanggapi bencana secara cepat dan terkoordinasi. Selain memenuhi kebutuhan dasar, kehadiran NHM Peduli juga memberi rasa aman dan motivasi bagi masyarakat agar lebih siap menghadapi kemungkinan bencana di masa mendatang.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari finance.detik.com
    • Gambar Kedua dari ekbis.sindonews.com
  • Ortu Terseret Saat Banjir, Warga Tapteng Minta ke Gubsu Agar Terus Dicari

    Bagikan

    Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara belum sepenuhnya usai.

    Selain dampak kerusakan infrastruktur dan ribuan warga mengungsi, kisah duka masih menyelimuti permukiman warga yang kini terus berharap agar anggota keluarga yang hilang segera ditemukan.

    Salah satu tragedi paling menyayat hati adalah ketika seorang orang tua terseret arus banjir dan hingga kini belum ditemukan, membuat keluarga dan warga setempat mengadu langsung kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Kisah Kesedihan Dari Lorong 4 Hutanabolon

    Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Gubernur Bobby Nasution mengunjungi salah satu titik terdampak di Hutanabolon.

    Di sana, seorang warga bernama Marles (33) berdiri di hadapan sang Gubsu dengan harapan besar dan suara penuh kekhawatiran.

    Ia menceritakan bagaimana ayahnya masih belum ditemukan sejak terseret arus banjir, meskipun sudah hampir sebulan berlalu.

    Menurut Marles, semua anggota keluarga sudah berupaya sekuat tenaga menelusuri jejak ayahnya, namun belum ada kabar pasti.

    Banjir besar yang terjadi pada akhir November hingga awal Desember 2025 ini telah mengubah kehidupan banyak keluarga.

    Tidak hanya mereka yang kehilangan rumah, tetapi juga mereka yang kehilangan anggota keluarga tanpa jejak yang jelas.

    Suasana duka semakin dirasakan ketika upaya pencarian seringkali terhambat oleh kondisi lapangan yang sulit, area terdampak yang sangat luas, serta keterbatasan akses akibat tanah longsor dan jalur komunikasi yang putus.

    Tanggapan Gubernur Dalam Pencarian Korban

    Mendengar secara langsung cerita Marles, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan respons yang tegas dan penuh empati.

    Ia menyatakan bahwa pencarian korban yang hilang akan tetap dilanjutkan, setidaknya selama masa status tanggap darurat masih berlaku.

    Gubsu juga memanggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut untuk mengkoordinasikan operasi SAR yang lebih intensif kembali ke wilayah yang terdampak.

    Dalam pernyataannya, Bobby menyebut bahwa tim SAR akan kembali masuk ke Hutanabolon dan area lain yang masih membutuhkan pencarian.

    Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak membiarkan keluarga korban putus harapan begitu saja.

    Menurut laporan yang diterima, masih ada sekitar 13 orang yang belum ditemukan di wilayah ini, dan semua pihak diminta tetap fokus pada upaya pencarian tersebut.

    Respons Gubernur ini muncul di tengah kondisi bencana yang masih menghadirkan tantangan besar. Banyak wilayah di Tapteng dan kota tetangganya, Sibolga, masih berjuang memulihkan akses jalan, listrik, dan komunikasi.

    Akses yang terputus dan medan yang sulit menjadi hambatan serius bagi tim SAR serta relawan di lapangan.

    Baca Juga: Korban Bencana Tapteng Rayakan Natal Penuh Haru di Pengungsian

    Peran Relawan Dalam Upaya Pencarian

    Operasi pencarian korban bencana bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan lokal juga terlibat secara intensif.

    Bahkan, organisasi kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa turut menyumbangkan tenaga dalam proses pencarian dan pendistribusian bantuan di beberapa titik terdampak.

    Namun, tantangan utama tetap akses menuju lokasi-lokasi terpencil yang terisolasi akibat longsoran tanah dan banjir besar. Situasi ini membuat banyak tim harus mencari jalur alternatif, terkadang menempuh waktu lebih dari 16 jam hanya untuk mencapai satu titik terdampak.

    Selain itu, ketersediaan air bersih, logistik, dan komunikasi yang terbatas membuat upaya pencarian dan bantuan menjadi lebih rumit.

    Harapan Pencarian yang Tak Pernah Padam

    Bagi warga seperti Marles dan keluarga lainnya yang menunggu kabar, kehadiran Gubernur dan jaminan bahwa pencarian akan terus dilanjutkan memberikan secercah harapan di tengah kepedihan mereka.

    Banyak keluarga yang masih menaruh keyakinan bahwa anggota keluarga mereka masih bisa ditemukan dalam kondisi selamat, meskipun sudah berminggu-minggu berlalu.

    Permintaan mereka kepada Gubsu bukan hanya sekadar simbol kepedulian. Tetapi juga cerminan nyata dari ketidakpastian yang masih melingkupi proses pencarian saat ini.

    Kini, harapan warga Tapteng bergantung pada keberlanjutan operasi pencarian, dukungan tim SAR dan relawan, serta koordinasi yang kuat antar lembaga terkait. Semua pihak berharap agar tragedi ini tidak berakhir dengan kehilangan yang tanpa jawaban, dan semangat untuk menemukan para korban tetap hidup di tengah upaya yang tak pernah padam.

    Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari tvonenews.com
  • Puluhan Rumah Di Lombok Timur Hancur Akibat Angin Kencang

    Bagikan

    Angin kencang menerjang Lombok Timur, merusak puluhan rumah warga, Warga terdampak butuh bantuan segera untuk pemulihan.

    Puluhan Rumah Di Lombok Timur Hancur Akibat Angin Kencang 700

    Bencana angin kencang kembali melanda Lombok Timur, menghancurkan puluhan rumah dan memporak-porandakan pemukiman warga. Peristiwa ini meninggalkan kerusakan signifikan pada bangunan dan infrastruktur lokal, memicu keresahan bagi masyarakat setempat.

    Derita Rakyat ini mengulas dampak angin kencang di Lombok Timur, jumlah rumah yang terdampak, serta langkah-langkah penanganan darurat yang dilakukan oleh pemerintah dan relawan untuk membantu warga pulih dari bencana.

    Angin Kencang Hantam Rumah Warga Belanting

    Dusun Pedamekan, Desa Belanting, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, mengalami kerusakan rumah akibat angin kencang yang melanda wilayah tersebut pada Jumat (23/1/2026). Puluhan rumah mengalami kerusakan, dengan estimasi kerugian material mencapai belasan juta rupiah.

    Ketua Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) Belanting, Jaya Ikhlas, menjelaskan bahwa angin kencang disertai hujan mengguyur sejak malam hari. Pada pukul 06.00 Wita, salah satu rumah di dusun itu mengalami kerusakan atap parah akibat hembusan angin.

    Warga segera menyadari situasi berbahaya dan mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman. Meski tidak ada korban jiwa, kondisi rumah yang rusak membuat beberapa keluarga tidak dapat menempati hunian mereka hingga perbaikan selesai.

    Kepanikan Warga Dan Dampak Material

    Angin kencang tiba-tiba datang disertai suara gaduh dari seng-seng yang beterbangan, memicu kepanikan warga. Banyak keluarga yang sempat khawatir angin akan merembet dan merusak rumah di sekitarnya.

    Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 15 juta untuk satu rumah yang atapnya hancur total. Kondisi ini membuat hunian tersebut sementara tidak layak ditempati.

    Selain rumah, pohon di pinggir jalan turut tumbang akibat hujan dan angin kencang, mengganggu arus lalu lintas. Tim TSBD segera melakukan evakuasi pohon agar jalan dapat kembali dilalui kendaraan dengan aman.

    Baca Juga: Kasus TPPU Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidangkan Di Bandung

    Upaya Penanganan Dan Koordinasi Tim Bencana

    Upaya Penanganan Dan Koordinasi Tim Bencana 700

    Tim Siaga Bencana Desa Belanting terus memantau kondisi di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk penanganan lebih lanjut. Koordinasi ini penting mengingat cuaca ekstrem yang sulit diprediksi masih berpotensi menimbulkan kerusakan baru.

    Langkah antisipasi termasuk mempersiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak, seperti atap darurat, selimut, dan kebutuhan pokok sementara. Selain itu, tim juga membantu membersihkan puing-puing yang berserakan akibat kerusakan rumah dan pohon tumbang.

    Koordinasi antara TSBD dan pemerintah desa diharapkan mempercepat proses pemulihan serta meminimalkan risiko lebih lanjut dari cuaca ekstrem. Upaya ini juga menjadi bagian dari kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah Lombok Timur.

    Ancaman Cuaca Ekstrem Dan Imbauan Warga

    Cuaca di Lombok Timur saat ini menunjukkan pola ekstrem dengan angin kencang dan hujan deras yang sulit diprediksi. Warga diimbau untuk tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana dan daerah dengan rumah semi permanen yang mudah rusak.

    Jaya Ikhlas menekankan pentingnya warga menyiapkan jalur evakuasi dan perlengkapan darurat, termasuk informasi kontak darurat dan titik kumpul aman. Hal ini dapat mengurangi risiko cedera atau kerugian material jika bencana susulan terjadi.

    Selain itu, warga diminta memantau informasi cuaca terkini melalui BMKG atau instansi terkait. Langkah preventif dan kesiapsiagaan ini diharapkan membantu masyarakat Lombok Timur menghadapi kemungkinan terjadinya cuaca ekstrem di masa mendatang.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari detik.com
  • Terungkap! Eks Kepala LPD Desa Pacung Tabanan Didakwa Korupsi Rp 429 Juta

    Bagikan

    Eks Kepala LPD Desa Pacung, Tabanan, didakwa korupsi Rp 429 juta, dakwaan jaksa, dan dampak kasus ini terhadap kepercayaan warga desa adat.

    Eks Kepala LPD Desa Pacung Tabanan Korupsi Rp 429 Juta

    Kasus dugaan korupsi kembali mencoreng lembaga keuangan adat di Bali. Kali ini, sorotan publik tertuju pada Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Pacung, Kabupaten Tabanan. Mantan Kepala LPD desa tersebut resmi didakwa atas dugaan tindak pidana korupsi yang menyebabkan kerugian keuangan hingga ratusan juta rupiah.

    Simak informasi terbaru dan menarik lainnya yang sedang banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    Kronologi Dugaan Korupsi LPD Pacung

    Kasus ini bermula dari adanya temuan kejanggalan dalam laporan keuangan LPD Desa Pacung. Audit internal dan pemeriksaan lanjutan mengungkap adanya selisih dana yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Dari hasil penelusuran tersebut, kerugian negara atau keuangan lembaga ditaksir mencapai Rp 429 juta.

    Jaksa mengungkap bahwa terdakwa, selaku Kepala LPD saat itu, diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam mengelola dana desa. Sejumlah transaksi dilakukan tanpa prosedur yang jelas dan tidak didukung bukti administrasi yang sah. Dana yang seharusnya digunakan untuk kepentingan lembaga dan masyarakat desa, justru diduga dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

    Perbuatan tersebut berlangsung dalam kurun waktu tertentu dan tidak terdeteksi dalam waktu singkat. Lemahnya pengawasan internal serta tingginya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pimpinan LPD disebut menjadi salah satu faktor yang memudahkan terjadinya dugaan korupsi ini.

    Peran Terdakwa Sebagai Kepala LPD

    Sebagai Kepala LPD, terdakwa memiliki kewenangan strategis dalam pengelolaan keuangan desa. Ia bertanggung jawab atas pencairan dana, pengawasan kredit, serta pelaporan keuangan kepada pengurus dan desa adat. Jabatan tersebut menuntut integritas dan tanggung jawab tinggi.

    Dalam dakwaan, jaksa menyebut terdakwa tidak menjalankan prinsip kehati-hatian. Beberapa kebijakan keuangan diambil secara sepihak tanpa persetujuan pengurus lainnya. Hal ini bertentangan dengan aturan pengelolaan LPD yang mewajibkan transparansi dan akuntabilitas.

    Penyalahgunaan jabatan inilah yang menjadi dasar dakwaan korupsi. Terdakwa dinilai telah melanggar kepercayaan masyarakat desa yang selama ini mempercayakan dana mereka kepada LPD sebagai lembaga keuangan berbasis adat.

    Baca Juga: Longsor Bandung Barat Tewaskan Puluhan, Mensos Pastikan Bantuan Cepat

    Proses Hukum dan Dakwaan Jaksa

    Proses Hukum dan Dakwaan Jaksa

    Dalam persidangan, jaksa penuntut umum mendakwa terdakwa dengan pasal tindak pidana korupsi. Dakwaan tersebut disusun berdasarkan hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi, serta bukti-bukti dokumen keuangan LPD Desa Pacung.

    Jaksa menyatakan bahwa perbuatan terdakwa telah memperkaya diri sendiri atau orang lain dan mengakibatkan kerugian keuangan lembaga sebesar Rp 429 juta. Atas perbuatannya, terdakwa terancam hukuman pidana penjara serta denda sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku.

    Sidang berlangsung dengan agenda pembacaan dakwaan dan pemeriksaan saksi. Majelis hakim menegaskan bahwa proses persidangan akan dilakukan secara objektif dan profesional untuk mengungkap kebenaran materiil dalam perkara ini.

    Dampak Kasus Terhadap Kepercayaan Warga

    Kasus ini membawa dampak besar bagi masyarakat Desa Pacung. Kepercayaan warga terhadap pengelolaan LPD mengalami guncangan. Banyak warga yang merasa khawatir terhadap keamanan simpanan dan keberlangsungan lembaga keuangan desa tersebut.

    Secara sosial, kasus ini juga menimbulkan kekecewaan mendalam. Kepala LPD yang seharusnya menjadi teladan justru terjerat kasus hukum. Hal ini memicu evaluasi internal dan tuntutan masyarakat agar pengelolaan LPD ke depan lebih transparan.

    Pemerintah desa adat bersama pengurus LPD kini berupaya memulihkan kepercayaan publik. Langkah-langkah pembenahan sistem pengawasan dan tata kelola keuangan menjadi fokus utama agar kejadian serupa tidak terulang.

    Pelajaran dan Evaluasi Tata Kelola LPD

    Kasus dugaan korupsi ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh LPD di Bali. Penguatan sistem pengawasan dan audit internal menjadi kebutuhan mendesak agar pengelolaan dana desa berjalan sesuai aturan.

    Transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan keuangan LPD juga dinilai penting. Dengan keterbukaan informasi, potensi penyalahgunaan wewenang dapat diminimalkan sejak dini.

    Ke depan, diharapkan LPD tetap menjadi pilar ekonomi desa adat yang sehat dan dipercaya masyarakat. Proses hukum terhadap kasus ini diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola lembaga keuangan desa secara menyeluruh.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari detikcom
    2. Gambar Kedua dari Kilas Bali