Ortu Terseret Saat Banjir, Warga Tapteng Minta ke Gubsu Agar Terus Dicari
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara belum sepenuhnya usai.
Selain dampak kerusakan infrastruktur dan ribuan warga mengungsi, kisah duka masih menyelimuti permukiman warga yang kini terus berharap agar anggota keluarga yang hilang segera ditemukan.
Salah satu tragedi paling menyayat hati adalah ketika seorang orang tua terseret arus banjir dan hingga kini belum ditemukan, membuat keluarga dan warga setempat mengadu langsung kepada Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Bobby Nasution.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.
Kisah Kesedihan Dari Lorong 4 Hutanabolon
Salah satu momen yang menyentuh terjadi saat Gubernur Bobby Nasution mengunjungi salah satu titik terdampak di Hutanabolon.
Di sana, seorang warga bernama Marles (33) berdiri di hadapan sang Gubsu dengan harapan besar dan suara penuh kekhawatiran.
Ia menceritakan bagaimana ayahnya masih belum ditemukan sejak terseret arus banjir, meskipun sudah hampir sebulan berlalu.
Menurut Marles, semua anggota keluarga sudah berupaya sekuat tenaga menelusuri jejak ayahnya, namun belum ada kabar pasti.
Banjir besar yang terjadi pada akhir November hingga awal Desember 2025 ini telah mengubah kehidupan banyak keluarga.
Tidak hanya mereka yang kehilangan rumah, tetapi juga mereka yang kehilangan anggota keluarga tanpa jejak yang jelas.
Suasana duka semakin dirasakan ketika upaya pencarian seringkali terhambat oleh kondisi lapangan yang sulit, area terdampak yang sangat luas, serta keterbatasan akses akibat tanah longsor dan jalur komunikasi yang putus.
Tanggapan Gubernur Dalam Pencarian Korban
Mendengar secara langsung cerita Marles, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan respons yang tegas dan penuh empati.
Ia menyatakan bahwa pencarian korban yang hilang akan tetap dilanjutkan, setidaknya selama masa status tanggap darurat masih berlaku.
Gubsu juga memanggil Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut untuk mengkoordinasikan operasi SAR yang lebih intensif kembali ke wilayah yang terdampak.
Dalam pernyataannya, Bobby menyebut bahwa tim SAR akan kembali masuk ke Hutanabolon dan area lain yang masih membutuhkan pencarian.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak membiarkan keluarga korban putus harapan begitu saja.
Menurut laporan yang diterima, masih ada sekitar 13 orang yang belum ditemukan di wilayah ini, dan semua pihak diminta tetap fokus pada upaya pencarian tersebut.
Respons Gubernur ini muncul di tengah kondisi bencana yang masih menghadirkan tantangan besar. Banyak wilayah di Tapteng dan kota tetangganya, Sibolga, masih berjuang memulihkan akses jalan, listrik, dan komunikasi.
Akses yang terputus dan medan yang sulit menjadi hambatan serius bagi tim SAR serta relawan di lapangan.
Baca Juga: Korban Bencana Tapteng Rayakan Natal Penuh Haru di Pengungsian
Peran Relawan Dalam Upaya Pencarian
Operasi pencarian korban bencana bukan hanya dilakukan oleh pemerintah daerah saja. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, dan relawan lokal juga terlibat secara intensif.
Bahkan, organisasi kemanusiaan seperti Dompet Dhuafa turut menyumbangkan tenaga dalam proses pencarian dan pendistribusian bantuan di beberapa titik terdampak.
Namun, tantangan utama tetap akses menuju lokasi-lokasi terpencil yang terisolasi akibat longsoran tanah dan banjir besar. Situasi ini membuat banyak tim harus mencari jalur alternatif, terkadang menempuh waktu lebih dari 16 jam hanya untuk mencapai satu titik terdampak.
Selain itu, ketersediaan air bersih, logistik, dan komunikasi yang terbatas membuat upaya pencarian dan bantuan menjadi lebih rumit.
Harapan Pencarian yang Tak Pernah Padam
Bagi warga seperti Marles dan keluarga lainnya yang menunggu kabar, kehadiran Gubernur dan jaminan bahwa pencarian akan terus dilanjutkan memberikan secercah harapan di tengah kepedihan mereka.
Banyak keluarga yang masih menaruh keyakinan bahwa anggota keluarga mereka masih bisa ditemukan dalam kondisi selamat, meskipun sudah berminggu-minggu berlalu.
Permintaan mereka kepada Gubsu bukan hanya sekadar simbol kepedulian. Tetapi juga cerminan nyata dari ketidakpastian yang masih melingkupi proses pencarian saat ini.
Kini, harapan warga Tapteng bergantung pada keberlanjutan operasi pencarian, dukungan tim SAR dan relawan, serta koordinasi yang kuat antar lembaga terkait. Semua pihak berharap agar tragedi ini tidak berakhir dengan kehilangan yang tanpa jawaban, dan semangat untuk menemukan para korban tetap hidup di tengah upaya yang tak pernah padam.
Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari tvonenews.com