Biadab! Majikan Di Makassar Perkosa Pegawai Sambil Direkam Dan Tidak Bayar Gaji

Bagikan

Majikan di Makassar tega memperkosa pegawai wanita sambil direkam dan menolak membayar gaji korban, Kasus ini bikin geger publik.

Majikan Di Makassar Perkosa Pegawai Sambil Direkam Dan Tidak Bayar Gaji

Kejadian biadab terjadi di Makassar, di mana seorang majikan tega memperkosa pegawainya sambil merekam aksi kejamnya. Selain mengalami pelecehan seksual, korban juga tidak menerima gaji yang menjadi haknya. Kasus ini memicu kemarahan publik dan sorotan aparat penegak hukum karena menyinggung aspek kriminalitas berat serta pelanggaran hak-hak pekerja.

Temukan informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

Biadab! Pegawai Wanita Di Makassar Diperkosa Dan Disekap Majikan

Makassar digemparkan oleh kasus pelecehan berat yang menimpa seorang pekerja wanita berusia 22 tahun. Korban diduga disekap dan diperkosa majikannya di rumah pribadi mereka di Barombong, Makassar, pada 1-2 Januari 2026.

Aksi biadab ini bahkan direkam oleh istri pelaku, yang kemudian digunakan sebagai alat ancaman agar korban bekerja tanpa digaji. Kasus ini baru terungkap setelah korban melapor ke Polrestabes Makassar pada Sabtu (3/1) dini hari.

Pendamping korban, Alita Karen, menjelaskan bahwa korban dipaksa bersetubuh sebanyak dua kali, dan rekaman dari peristiwa itu digunakan untuk mengintimidasi agar korban tetap bekerja di tempat usaha pelaku tanpa menerima bayaran selama 15 tahun.

Kekerasan Dan Intimidasi Di Tempat Kerja

Menurut Alita, pasangan suami istri ini tidak hanya melakukan kekerasan seksual, tetapi juga penganiayaan fisik. Korban sempat ditampar dan dijambak rambutnya sebelum dipaksa bersetubuh.

Istri pelaku bertindak sebagai juru rekam pada salah satu kejadian, sementara pada kejadian pertama rekaman dilakukan dengan menyembunyikan ponsel di lemari. Kondisi ini memunculkan ketakutan luar biasa bagi korban. Rekaman pemerkosaan digunakan untuk menekan korban agar tetap bekerja di tempat usaha majikan tanpa gaji.

Selama tiga bulan bekerja, korban hanya menerima Rp 60.000 per hari untuk jam kerja yang panjang, dari pukul 07.00 malam hingga 12.00 siang.

Baca Juga: 30 Desa di Aceh Tengah Masih Terisolir Usai Sebulan Bencana

Potensi Korban Lain Dan Penyelidikan Polisi

Potensi Korban Lain Dan Penyelidikan Polisi 700

Alita menambahkan bahwa dugaan adanya korban lain cukup tinggi. Banyak pegawai sebelumnya tidak betah bekerja di tempat yang sama, yang bisa jadi karena perlakuan tidak manusiawi atau upah yang sangat rendah.

Ponsel pelaku kini telah diamankan oleh polisi sebagai barang bukti, dan istri pelaku sudah menjalani pemeriksaan di Polrestabes Makassar. Sementara itu, suami pelaku belum ditahan karena masih menyelesaikan urusan usaha jualannya.

Kasus ini masih dalam penyelidikan polisi, dan aparat berjanji akan menindaklanjuti seluruh bukti dan keterangan korban untuk memastikan keadilan bagi korban dan menjerat pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Pendampingan Korban Oleh PPPA Makassar

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Makassar telah turun tangan untuk mendampingi korban. Kepala PPPA Makassar, Ita Isdiana Anwar, mengatakan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan assesment terhadap kondisi fisik dan psikologis korban.

Pendampingan ini diharapkan dapat memberikan perlindungan dan dukungan yang dibutuhkan korban, sekaligus memastikan hak-hak korban terpenuhi selama proses hukum berlangsung. Kasus ini menyoroti praktik kekerasan di tempat kerja yang ekstrem dan penggunaan ancaman digital untuk menekan korban.

Publik menunggu langkah tegas dari aparat penegak hukum untuk menegakkan keadilan serta mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang. Jangan lewatkan update berita terbaru diseputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari kompas.id

Similar Posts

  • Banjir Cirebon Sisakan Duka Mendalam, 20 Rumah Warga Alami Kerusakan

    Bagikan

    Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Cirebon dan meninggalkan duka mendalam bagi warga terdampak.

    Banjir Cirebon Sisakan Duka Mendalam, 20 Rumah Warga Alami Kerusakan
    Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur sejak malam hari membuat debit air sungai meningkat drastis hingga meluap ke permukiman. Air dengan cepat merendam rumah-rumah warga, terutama yang berada di dataran rendah dan dekat aliran sungai.

    Dalam waktu singkat, aktivitas masyarakat lumpuh dan warga harus berjuang menyelamatkan diri serta barang berharga mereka dari genangan yang terus meninggi.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    20 Rumah Rusak Akibat Terjangan Air

    Dampak paling nyata dari banjir Cirebon adalah rusaknya sedikitnya 20 rumah warga dengan tingkat kerusakan yang bervariasi. Sebagian rumah mengalami kerusakan pada dinding dan lantai akibat terendam air dalam waktu cukup lama, sementara beberapa lainnya rusak lebih parah karena arus banjir yang deras.

    Perabotan rumah tangga, peralatan elektronik, dan perlengkapan sehari-hari banyak yang tidak dapat diselamatkan. Kerusakan rumah ini membuat sejumlah keluarga terpaksa mengungsi atau tinggal sementara di rumah kerabat sambil menunggu kondisi membaik.

    Duka semakin terasa ketika melihat harta benda yang dikumpulkan selama bertahun-tahun rusak dalam hitungan jam. Meski demikian, semangat kebersamaan terlihat ketika warga saling membantu membersihkan rumah dan lingkungan pascabanjir.

    Bantuan Darurat Evakuasi Warga

    Pemerintah daerah bersama aparat terkait bergerak cepat untuk menangani dampak banjir di Cirebon. Pendataan kerusakan rumah dilakukan guna memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran. Bantuan darurat berupa kebutuhan pokok, air bersih, dan perlengkapan lainnya mulai disalurkan kepada warga terdampak.

    Petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan bergerak cepat untuk melakukan evakuasi dan pendataan korban terdampak. Perahu karet dikerahkan untuk menjangkau rumah-rumah yang masih tergenang air.

    Langkah-langkah ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan dan membantu masyarakat kembali menjalani aktivitas sehari-hari meski dalam kondisi terbatas.

    Petugas juga membantu membersihkan lumpur dan puing-puing yang terbawa banjir. Posko darurat didirikan untuk menampung warga sekaligus menyalurkan bantuan logistik berupa makanan, air bersih, selimut, dan obat-obatan.

    Meski kondisi cukup sulit, upaya penanganan terus dilakukan agar warga dapat segera kembali beraktivitas dengan aman.

    Baca Juga:

    Upaya Bantuan Pascabanjir

    Upaya Bantuan Pascabanjir
    Pemerintah daerah bersama aparat terkait bergerak untuk menangani dampak banjir di Cirebon. Pendataan rumah rusak dan warga terdampak dilakukan guna memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat.

    Aparat gabungan membantu membersihkan sisa lumpur dan material banjir yang mengendap di rumah-rumah warga. Bantuan logistik berupa kebutuhan pokok, air bersih, dan perlengkapan darurat mulai disalurkan untuk meringankan beban masyarakat.  Meskipun demikian, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu karena kerusakan yang ditimbulkan cukup signifikan.

    Dampak Banjir Bagi Warga

    Banjir tidak hanya menyisakan kerugian materi, tetapi juga meninggalkan luka sosial dan beban psikologis bagi warga Cirebon. Ketidakpastian pascabanjir menimbulkan rasa cemas, terutama bagi keluarga yang rumahnya rusak parah.

    Banyak warga merasa trauma dan cemas, terutama mereka yang rumahnya rusak parah atau pernah mengalami banjir sebelumnya.

    Anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak, baik secara fisik maupun mental. Aktivitas pendidikan terganggu, sementara sebagian warga kehilangan sumber penghasilan karena tempat usaha mereka ikut terendam.

    Kondisi ini memperdalam duka dan menambah tekanan bagi masyarakat yang terdampak bencana.

    Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari tvonenews.com
  • Tangis Korban Banjir Pidie Jaya, Terjebak Lumpur Setinggi Dada, Menanti Sekop Dan Cangkul!​

    Bagikan

    Korban banjir Pidie Jaya menangis, terjebak lumpur setinggi dada, sangat membutuhkan sekop dan cangkul segera.

    Tangis Korban Banjir Pidie Jaya, Terjebak Lumpur Setinggi Dada, Menanti Sekop Dan Cangkul!​

    Banjir bandang di Pidie Jaya, Aceh, menyisakan duka bagi ribuan warga. Selain kehilangan harta, mereka harus membersihkan rumah dari timbunan lumpur tebal. Alat pembersih seperti sekop dan cangkul sangat dibutuhkan agar pemulihan bisa segera berjalan. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Jeritan Korban, Antara Lumpur Dan Keterbatasan

    Dahlan (68), seorang korban banjir bandang dari Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, mengungkapkan keprihatinannya. Rumahnya kini terbenam lumpur hingga setinggi pinggang bahkan dada orang dewasa, hasil luapan Krueng Meureudu. Ia dan warga lainnya kini mengungsi di meunasah, tempat yang jauh dari kenyamanan rumah mereka.

    Setiap hari, Dahlan dan warga berjuang mengeruk lumpur dengan alat seadanya, namun hasilnya tidak maksimal. Keterbatasan alat menjadi penghalang utama dalam upaya membersihkan rumah. Tanpa sekop dan cangkul yang memadai, lumpur tebal sulit untuk dipindahkan, menghambat proses pemulihan.

    Ironisnya, untuk mengupah orang lain membersihkan lumpur, biayanya mencapai Rp200.000 per orang. Jumlah yang sangat besar bagi korban yang kini tidak memiliki pendapatan. Mereka terjebak dalam lingkaran kesulitan, antara lumpur yang memenuhi rumah dan ketiadaan dana.

    Dampak Meluas Dan Kerugian Struktural

    Usman, Keuchik Gampong Geunteng, melaporkan bahwa bencana ini telah berdampak pada 697 jiwa dari 220 keluarga di desanya. Sebanyak 553 jiwa dari 697 keluarga kini berstatus pengungsi, mencari perlindungan di empat titik pengungsian seperti meunasah dan kantor kepala desa.

    Selain itu, dua dapur umum telah didirikan untuk memastikan kebutuhan pangan para korban terpenuhi setiap harinya. Ini adalah upaya krusial untuk menjaga kelangsungan hidup warga di tengah keterbatasan.

    Kerusakan rumah juga sangat parah, dengan 158 unit rumah mengalami kerusakan berat, sedang, dan ringan. Semua rumah ini tertimbun lumpur hingga ketinggian mencapai 2,5 meter, memerlukan upaya pembersihan yang intensif dan alat yang memadai.

    Baca Juga: Update Bencana Sumatera, 1.016 Orang Meninggal & 212 Hilang

    Harapan Pada Bantuan Dan Percepatan Pemulihan

    Tangis Korban Banjir Pidie Jaya, Terjebak Lumpur Setinggi Dada, Menanti Sekop Dan Cangkul!​

    Usman sangat berharap adanya bantuan alat-alat seperti sekop dan cangkul dari berbagai pihak. Bantuan ini krusial agar warga dapat segera membersihkan lumpur dari rumah mereka. Dengan rumah yang bersih, warga diharapkan bisa kembali pulang dan memulai proses pemulihan kehidupan.

    Jika rumah-rumah dapat dibersihkan dari material banjir, ini akan menjadi langkah awal yang signifikan menuju normalisasi. Warga dapat kembali menempati rumah mereka, mengurangi beban pengungsian, dan secara perlahan membangun kembali kehidupan mereka yang porak-poranda.

    Dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas sangat dinantikan. Bantuan alat pembersih lumpur bukan hanya sekadar alat, melainkan harapan bagi para korban untuk bisa bangkit dari keterpurukan dan kembali menata masa depan.

    Peran Penting Kolaborasi Dan Solidaritas

    Situasi ini menyoroti betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi non-pemerintah, dan masyarakat. Bantuan tidak hanya terbatas pada kebutuhan material, tetapi juga dukungan moral dan psikologis bagi para korban.

    Solidaritas sosial menjadi kunci dalam menghadapi bencana. Bersama-sama, kita bisa meringankan beban yang dipikul oleh korban banjir. Setiap kontribusi, sekecil apapun, akan sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang.

    Mari bersama-sama ulurkan tangan membantu warga Pidie Jaya. Percepatan penyaluran alat pembersih lumpur akan menjadi langkah nyata dalam membantu mereka bangkit dari keterpurukan ini.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari aceh.antaranews.com
    • Gambar Kedua dari malanghits.pikiran-rakyat.com
  • Update Darurat! Korban Bencana Sumatera Capai 1.177 Jiwa Hari Ini

    Bagikan

    Bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera terus menelan korban, hingga hari ini, tercatat 1.177 orang meninggal dunia.

    ;
    Bencana alam yang melanda Sumatera kembali menelan korban jiwa dalam jumlah besar. Hingga hari ini, tercatat 1.177 orang meninggal dunia akibat dampak gempa bumi dan banjir bandang yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat, sekaligus menjadi peringatan akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di Indonesia.

    Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang lagi banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    Peningkatan Jumlah Korban Jiwa

    Data terbaru dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa jumlah korban meninggal terus meningkat seiring dengan proses evakuasi dan pencarian di lokasi terdampak. Petugas gabungan dari TNI, Polri, Basarnas, dan relawan lokal bekerja siang malam untuk mengevakuasi korban, menyisir reruntuhan, dan membantu warga yang selamat.

    Selain korban meninggal, ribuan orang juga mengalami luka-luka dan kehilangan tempat tinggal. Banyak infrastruktur yang rusak parah, termasuk rumah, sekolah, dan fasilitas publik, sehingga memperlambat proses pemulihan di daerah terdampak.

    Upaya Penyelamatan dan Evakuasi Korban

    Evakuasi korban menjadi prioritas utama tim SAR dan relawan. Dengan medan yang sulit akibat longsor, banjir, dan reruntuhan bangunan, upaya penyelamatan membutuhkan koordinasi yang ketat. Helikopter, perahu karet, dan alat berat digunakan untuk menjangkau wilayah yang terisolasi.

    Selain mengevakuasi korban, tim juga berupaya menyalurkan bantuan logistik, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, dan pakaian. Puskesmas darurat dan pos kesehatan didirikan di beberapa titik strategis untuk memberikan pertolongan pertama bagi warga terdampak.

    Dampak Bencana terhadap Masyarakat

    Bencana ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga menimbulkan trauma psikologis bagi masyarakat. Banyak warga kehilangan anggota keluarga, rumah, dan mata pencaharian. Anak-anak menjadi kelompok paling rentan, membutuhkan perlindungan, pendampingan psikologis, dan akses pendidikan sementara.

    Selain itu, aktivitas ekonomi terhenti akibat kerusakan pasar, jalan, dan sarana transportasi. Hal ini membuat kebutuhan mendesak berupa pangan, air bersih, dan obat-obatan menjadi prioritas utama dalam masa tanggap darurat.

    Baca Juga: Pemerintah Siapkan Bantuan Untuk Peternak Terdampak Bencana Sumatera

    Koordinasi Pemerintah dan Relawan

    >Dampak Bencana terhadap Masyarakat

    Pemerintah pusat dan daerah bersinergi dengan berbagai lembaga kemanusiaan untuk menanggulangi bencana ini. BNPB memimpin koordinasi, sementara TNI-Polri, Basarnas, PMI, dan relawan lokal bergerak serentak. Posko darurat didirikan untuk memantau perkembangan situasi dan memastikan distribusi bantuan tepat sasaran.

    Kehadiran media juga menjadi penting dalam menyebarkan informasi akurat kepada masyarakat, sehingga warga dapat mengakses bantuan dan tetap mengikuti prosedur evakuasi yang aman. Koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar upaya penanganan bencana berjalan efektif.

    Harapan dan Pesan Kesiapsiagaan

    Meski bencana telah menelan banyak korban, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan tetap menjadi hal yang sangat penting. Masyarakat diimbau untuk selalu memantau peringatan dini, mengikuti prosedur evakuasi, dan membangun kesadaran akan risiko bencana di lingkungan masing-masing.

    Selain itu, solidaritas sosial menjadi kunci pemulihan. Bantuan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan warga lain, sangat dibutuhkan untuk meringankan penderitaan korban dan mempercepat pemulihan daerah terdampak.

    Tragedi Sumatera: 1.177 Jiwa Hilang

    Jumlah korban meninggal yang mencapai 1.177 orang menjadi pengingat tragis akan kekuatan alam yang tidak bisa diprediksi. Meski duka mendalam melanda masyarakat Sumatera, semangat gotong-royong, solidaritas, dan kesiapsiagaan menjadi modal utama dalam menghadapi bencana.

    Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, relawan, dan masyarakat, proses pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan membantu warga kembali bangkit dari tragedi ini.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari detikNews
    2. Gambar Kedua dari Radar Solo
  • Korban Bencana Tapteng Rayakan Natal Penuh Haru di Pengungsian

    Bagikan

    Warga Tapanuli Tengah (Tapteng) yang terdampak bencana alam merayakan Natal tahun ini dengan suasana haru di lokasi pengungsian.

    Korban Bencana Tapteng Rayakan Natal Penuh Haru di Pengungsian

    Meskipun kehilangan rumah dan sebagian harta benda, semangat untuk merayakan hari besar tetap terjaga. Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan perayaan yang diselenggarakan oleh relawan dan tokoh masyarakat setempat.

    Perayaan sederhana ini menjadi momen penting bagi para pengungsi untuk saling menguatkan dan menjaga kebersamaan di tengah kesulitan yang mereka alami.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Suasana Haru Warnai Ibadah Natal di Pengungsian

    Perayaan Natal di pengungsian Tapteng berlangsung dengan khidmat dan penuh haru. Warga berkumpul untuk mengikuti ibadah, menyanyikan lagu-lagu Natal, dan berdoa bersama agar kondisi mereka segera membaik.

    Ibadah Natal yang digelar di pengungsian berlangsung dengan suasana haru. Tangis dan doa menyatu ketika para pengungsi mengenang rumah, kampung halaman, serta anggota keluarga yang terdampak bencana.

    Meski tanpa dekorasi mewah dan perlengkapan lengkap, semangat Natal tetap terasa kuat. Lagu-lagu pujian dilantunkan dengan penuh penghayatan, mencerminkan kerinduan akan kedamaian dan harapan baru. Bagi para korban, Natal menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan yang berat ini.

    Bencana Mengubah Kehidupan Warga Tapteng

    Bencana alam yang melanda Tapanuli Tengah telah mengubah kehidupan banyak warga secara drastis. Rumah-rumah rusak, mata pencaharian terganggu, dan rutinitas harian terhenti seketika.

    Kondisi ini memaksa banyak keluarga mengungsi demi keselamatan. Di tengah keterbatasan tersebut, perayaan Natal menjadi ruang refleksi untuk menerima kenyataan sekaligus menumbuhkan kekuatan batin. Bagi sebagian pengungsi, Natal kali ini menjadi salah satu perayaan paling emosional dalam hidup mereka.

    Baca Juga:

    Dukungan Relawan dan Lembaga Sosial

    Dukungan Relawan dan Lembaga Sosial

    Berbagai organisasi kemanusiaan, baik pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat, terlibat aktif dalam mempersiapkan perayaan Natal bagi para pengungsi.

    Mereka menyediakan dekorasi sederhana, makanan khas Natal, serta kegiatan hiburan untuk anak-anak. Kehadiran relawan tidak hanya memberikan bantuan material, tetapi juga dukungan psikologis bagi warga yang trauma akibat bencana.

    Perayaan Natal di pengungsian tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, relawan, dan organisasi keagamaan. Kehadiran mereka memberikan rasa aman dan perhatian bagi para pengungsi.

    Bantuan logistik, pendampingan rohani, serta fasilitas ibadah sederhana menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap para korban bencana. Dukungan ini tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan penguatan mental dan spiritual di tengah situasi yang sulit.

    Harapan Baru di Balik Perayaan Natal

    Meski dirayakan dalam kondisi penuh keterbatasan, Natal di pengungsian Tapanuli Tengah membawa harapan baru bagi para korban bencana. Perayaan ini menjadi simbol keteguhan iman dan kekuatan untuk bangkit kembali.

    Para pengungsi berharap agar proses pemulihan dapat berjalan dengan baik dan kehidupan mereka perlahan kembali normal. Natal mengajarkan bahwa di balik duka dan kehilangan, selalu ada harapan akan masa depan yang lebih baik.

    Banyak orang menitikkan air mata saat mengenang kehilangan yang dialami, tetapi tetap bersyukur atas keselamatan dan kesempatan untuk merayakan Natal bersama keluarga maupun tetangga.

    Momen ini memperkuat rasa solidaritas antarwarga pengungsi dan memberikan semangat untuk tetap bertahan menghadapi masa pemulihan pascabencana.

    Terus update dirimu dengan informasi menarik setiap hari, eksklusif dan terpercaya di NASIB RAKYAT.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari tvonenews.com
  • Kasus TPPU Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidangkan Di Bandung

    Bagikan

    ​Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung akan segera menjadi saksi babak lanjutan dari drama hukum yang melibatkan Mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Hasbi Hasan.​

    Kasus TPPU Eks Sekretaris MA Hasbi Hasan Segera Disidangkan Di Bandung

    Setelah sebelumnya divonis atas kasus korupsi, kini Hasbi harus kembali duduk di kursi pesakitan, menghadapi tuduhan serius terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Kasus ini menarik perhatian publik, mengingat posisinya yang strategis di lembaga peradilan tertinggi.

    Berikut ini, Derita Rakyat akan menunjukkan penyelidikan dan proses hukum yang panjang akhirnya membawa kasus ini ke meja hijau, membuka harapan akan terwujudnya keadilan dan transparansi.

    Mengurai Benang Kusut Kasus Hasbi Hasan

    Hasbi Hasan bukan nama baru dalam daftar terpidana kasus korupsi. Sebelumnya, ia telah dijatuhi hukuman 6 tahun penjara hingga tingkat kasasi, sebuah vonis yang menegaskan pelanggaran serius yang dilakukannya. Saat ini, Hasbi sedang menjalani masa pidananya di Lapas Sukamiskin Bandung, sebuah penanda atas konsekuensi hukum dari perbuatannya.

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan sigap telah melimpahkan berkas perkara TPPU Hasbi Hasan ke Pengadilan Tipikor Bandung. Langkah ini memastikan bahwa proses hukum akan terus berjalan, tidak berhenti pada kasus sebelumnya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa segala persiapan untuk persidangan telah rampung, membuka jalan bagi dimulainya agenda peradilan.

    Perkara ini telah resmi terdaftar dengan nomor 4/Pid.Sus-TPK/2026/PN Bdg. Jadwal persidangan perdana pun telah ditetapkan, yaitu pada Selasa, 22 Juli 2026. Publik diharapkan dapat memantau setiap jalannya persidangan ini, sebab bersifat terbuka dan merupakan wujud akuntabilitas penegakan hukum.

    Jejak Pencucian Uang Dan Keterlibatan Pengusaha

    Dalam kasus TPPU ini, Hasbi Hasan tidak sendiri. Ia didakwa bersama seorang pengusaha swasta bernama Menas Erwin Djohansyah, yang diduga turut serta dalam tindak kejahatan tersebut. Keterlibatan Menas memberikan dimensi baru pada kompleksitas kasus ini, menunjukkan adanya jaringan yang lebih luas.

    Menas Erwin Djohansyah sendiri telah lebih dulu menjalani persidangan dalam kasus yang berkaitan ini. Ia sudah melewati empat kali persidangan, dengan agenda pemeriksaan saksi dijadwalkan pada 27 Januari 2026. Ini menunjukkan bahwa KPK memiliki bukti dan rangkaian peristiwa yang mengikat kedua terdakwa.

    Menurut putusan kasus Hasbi sebelumnya, Menas Erwin disebut membiayai sewa kamar di Novotel Jakarta Cikini. Kamar tersebut diduga digunakan untuk membahas pengurusan perkara serta kepentingan pribadi Hasbi dengan Windy Yunita Bastari Usman atau yang dikenal sebagai Windy Idol. Detail ini menambah gambaran praktik korupsi yang terstruktur.

    Baca Juga: Dari Koruptor Ke Masyarakat: Tanah Sitaan Jadi Rumah Subsidi

    Aliran Suap Dan Deretan Perkara Di MA

    Aliran Suap Dan Deretan Perkara Di MA

    Dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengungkapkan bahwa Menas Erwin diduga memberikan suap kepada Hasbi Hasan. Suap ini bertujuan untuk “melicinkan” pengurusan sejumlah perkara penting di Mahkamah Agung, yang menunjukkan adanya upaya mempengaruhi keputusan peradilan.

    Beragam perkara menjadi objek suap tersebut. Mulai dari kasus kasasi sengketa tanah di Menteng, Jakarta Pusat, hingga sengketa tanah di Depok. Tidak hanya itu, kasus kasasi sengketa tanah Tol Cisumdawu Sumedang juga menjadi bagian dari daftar panjang perkara yang diintervensi.

    Yang paling mencengangkan, terdapat pula dugaan intervensi dalam Peninjauan Kembali (PK) izin usaha perkebunan di Kabupaten Kutai Barat. Daftar perkara ini menyoroti skala dan luasnya dugaan praktik korupsi yang melibatkan Hasbi Hasan, merusak integritas lembaga peradilan.

    Menanti Keadilan Di Kursi Pesakitan

    Dengan dimulainya persidangan TPPU ini, publik menantikan terkuaknya seluruh fakta dan kebenaran. Keterbukaan proses peradilan menjadi kunci untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum Indonesia. Setiap bukti dan kesaksian akan menjadi penentu.

    Kasus Hasbi Hasan menjadi cerminan pentingnya pengawasan ketat terhadap pejabat publik, terutama di lembaga peradilan. Penegakan hukum yang tanpa pandang bulu adalah harapan besar agar praktik korupsi, termasuk pencucian uang, dapat diberantas hingga ke akar-akarnya.

    Semoga persidangan ini dapat berjalan lancar, transparan, dan menghasilkan putusan yang seadil-adilnya. Ini adalah momentum penting bagi KPK dan lembaga peradilan untuk menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan kerah putih demi masa depan bangsa.

    Jangan lewatkan update berita seputar Derita Rakyat serta beragam informasi menarik yang dapat memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari metrotvnews.com
    • Gambar Kedua dari news.detik.com
  • Kajari Padanglawas Dan Kasi Intel Diperiksa Kejagung, Dugaan Pungli Bikin Rakyat Menderita

    Bagikan

    Kajari Padanglawas dan Kasi Intel diperiksa Kejagung terkait dugaan pungli yang merugikan rakyat, Fakta selengkapnya simak di sini.

    Kajari Padanglawas Dan Kasi Intel Diperiksa Kejagung, Dugaan Pungli Bikin Rakyat Menderita 700

    Dugaan pungutan liar kembali menjadi sorotan di Padanglawas. Kajari dan Kasi Intel daerah ini diperiksa Kejagung karena indikasi praktik pungli yang merugikan masyarakat.

    Kasus ini menimbulkan perhatian publik karena dampaknya langsung dirasakan oleh rakyat yang menjadi korban. Bagaimana kronologi pemeriksaan dan temuan awalnya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini di Derita Rakyat.

    Kajari Padanglawas Dan Tim Intel Diperiksa Kejagung

    Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Padanglawas, Soemarlin Halomoan Ritonga, bersama Kepala Seksi Intelijen, Ganda Nahot Manalu, serta staf Tata Usaha Intel, Zulfan, menjalani pemeriksaan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dana desa. Proses awal dilakukan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara sebelum kasus ini dilimpahkan ke Kejaksaan Agung.

    Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Sumut, Rizaldi, membenarkan pemeriksaan tersebut dan menegaskan bahwa kasus ini masih sebatas dugaan. Pemeriksaan awal dilakukan untuk menilai kebenaran informasi terkait dugaan penyimpangan dana desa di wilayah Padanglawas.

    Ketiganya kemudian diteruskan ke Kejaksaan Agung untuk pemeriksaan lanjutan. Semua langkah penanganan perkara kini berada di bawah kewenangan Kejagung, termasuk keputusan tentang tindak lanjut dan kemungkinan penyelidikan mendalam.

    Dugaan Pungli Dana Desa Dan Nilai Potensi Kerugian

    Informasi yang beredar menyebutkan dugaan pungli terkait pengutipan dana desa oleh para pejabat kejaksaan di Padanglawas. Diduga, setiap desa harus menyetor sejumlah dana, dengan nilai mencapai sekitar Rp15 juta per desa, meski angka pastinya masih akan didalami oleh Kejagung.

    Rizaldi menegaskan bahwa jumlah kerugian yang disebut masih dalam tahap verifikasi. Pihak Kejaksaan Agung bertanggung jawab untuk menghitung dan memastikan apakah dugaan pungli benar-benar terjadi serta menentukan langkah hukum yang tepat.

    Kasus ini menjadi sorotan publik karena dana desa merupakan hak masyarakat yang seharusnya digunakan untuk pembangunan dan kesejahteraan warga. Dugaan penyalahgunaan dana desa menimbulkan kekhawatiran bahwa praktik serupa bisa merugikan masyarakat secara langsung.

    Baca Juga: Tragedi Longsor Cisarua, Polda Jabar Terima 10 Kantong Jenazah

    Respons Kejaksaan Dan Komitmen Penindakan

    Respons Kejaksaan Dan Komitmen Penindakan 700

    Rizaldi menekankan bahwa Kejaksaan serius menindak setiap dugaan penyimpangan, termasuk yang melibatkan internal institusi. Kejaksaan Tinggi Sumut menunjukkan respons cepat untuk memastikan tidak ada oknum yang lolos dari pengawasan.

    Ia menyebut bahwa Kajati Sumut, Harli Siregar, menekankan pentingnya sikap tanpa toleransi terhadap perbuatan menyimpang. Hal ini menegaskan komitmen institusi dalam menjaga integritas dan menegakkan hukum secara adil.

    Dengan langkah ini, masyarakat diharapkan percaya bahwa dugaan penyalahgunaan kekuasaan, termasuk di internal institusi hukum, akan ditindak tegas. Proses hukum di Kejagung akan menentukan apakah dugaan pungli benar terjadi dan siapa yang bertanggung jawab.

    Proses Pemeriksaan Dan Bantahan Terhadap Dugaan

    Dalam pemeriksaan awal, ketiga pejabat Kejari Palas membantah tudingan dugaan pungli dana desa. Mereka menyatakan tidak melakukan pengutipan secara ilegal, meski proses pemeriksaan masih berlangsung di Kejagung.

    Penyelidikan lanjutan di Kejagung diharapkan dapat mengungkap fakta sebenarnya, baik bukti maupun saksi terkait dugaan pungli. Semua pihak yang terlibat diharapkan kooperatif agar kasus ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan.

    Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut dana yang bersumber dari rakyat. Kejagung akan menindaklanjuti sesuai hukum, sekaligus memastikan bahwa masyarakat tidak dirugikan akibat dugaan praktik ilegal di internal institusi penegak hukum.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
    • Gambar Kedua dari mistar.id