| |

Sidang Korupsi Pasar Cinde, Eks Kadisbudpar Sumsel Jalani Persidangan

Bagikan

Kasus dugaan korupsi Pasar Cinde terus bergulir, dengan fakta-fakta baru yang terungkap dalam persidangan, mengejutkan publik dan pihak terkait.

Sidang Korupsi Pasar Cinde, Eks Kadisbudpar Sumsel Jalani Persidangan

Kehadiran mantan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumatera Selatan, Irene Camelyn Sinaga, sebagai saksi telah membuka dimensi baru terkait status Pasar Cinde sebagai cagar budaya dan percepatan pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).

Berikut ini, Derita Rakyat akan mencuat menjelang Asian Games 2018, menyoroti urgensi dan tekanan di balik keputusan-keputusan penting yang diambil saat itu.

Desakan Pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya

Argumen mengenai ketidaklayakan Pasar Cinde menjelang Asian Games 2018 menjadi pemicu utama Pemerintah Provinsi Sumsel untuk mempercepat pembentukan Tim Ahli Cagar Budaya. Hal ini diungkapkan dalam sidang kasus korupsi Pasar Cinde yang menjerat mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin. Persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ini dipimpin Majelis Hakim Fauzi Isra di Pengadilan Negeri Palembang.

Irene Camelyn Sinaga, yang menjabat Kadisbudpar Sumsel pada 2015-2018, memberikan kesaksian penting. Ia mengaku mengetahui persoalan Pasar Cinde sebagai cagar budaya sejak kedatangan Dirjen Kebudayaan pada tahun 2016. Pada tanggal 15 Agustus 2016, kedatangan Dirjen Kebudayaan Bapak Hilmar Fahim mengkonfirmasi adanya permasalahan terkait status Pasar Cinde di mata masyarakat.

Irene menjelaskan, pada tahun 2016, Pasar Cinde telah didaftarkan sebagai calon Cagar Budaya. Menurutnya, status ‘Calon Cagar Budaya’ memiliki perlakuan yang setara dengan ‘Cagar Budaya’ berdasarkan Undang-Undang Cagar Budaya. Ini berarti, perlindungan dan regulasi yang sama berlaku untuk objek yang baru didaftarkan maupun yang sudah ditetapkan.

Urgensi Dan Alasan Di Balik Percepatan

Irene menyatakan bahwa pembentukan tim kajian dilakukan dalam kondisi yang sangat mendesak. Pemerintah Provinsi beralasan bahwa ketidaklayakan Pasar Cinde menjadi isu krusial karena akan digunakan untuk Asian Games 2018. Desakan ini memaksa Gubernur Sumatera Selatan untuk mempercepat pembentukan tim kajian.

“Menurut Irene, pemerintah provinsi beralasan melakukan perubahan pada calon cagar budaya itu karena dianggap tidak layak digunakan untuk Asian Games.” Ia menambahkan, pihaknya diminta untuk mempercepat pembentukan tim kajian oleh Gubernur Sumatera Selatan.

Keterbatasan waktu untuk revitalisasi dan adaptasi serta kebutuhan peninjauan ulang struktur dan aspek lainnya menjadi alasan kuat. Setelah itu, Pemerintah Kota Palembang mengambil alih dengan membentuk tim sendiri, menunjukkan adanya dua tim cagar budaya: tim provinsi/nasional dan tim daerah.

Baca Juga: Dari Tanggap Darurat ke Pemulihan, Menjaga Momentum Pascabencana

Pemisahan Aset Dan Tanggung Jawab

Pemisahan Aset Dan Tanggung Jawab

Persidangan ini menyoroti poin penting mengenai pembagian wewenang antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kota Palembang. Saksi menyebutkan adanya pemisahan aset yang jelas dalam proyek pengembangan Pasar Cinde. “Tanah adalah milik Provinsi, sedangkan bangunan adalah milik Kota Palembang,” jelas Irene.

Pemisahan ini menimbulkan implikasi hukum terkait tanggung jawab pengelolaan dan pengembangan. Irene menambahkan bahwa tanggung jawab atas bangunan Pasar Cinde berada di bawah wewenang Wali Kota Palembang sebagai pemilik aset bangunan. Hal ini menjadi penting dalam menentukan siapa yang bertanggung jawab atas setiap aspek dalam proyek tersebut.

Penjelasan mengenai pemisahan aset ini sangat relevan dalam kasus dugaan korupsi, karena dapat mengurai benang merah pertanggungjawaban. Dengan tanah milik provinsi dan bangunan milik kota, kebijakan dan keputusan terkait Pasar Cinde melibatkan koordinasi lintas pemerintahan yang kompleks.

Menanti Kelanjutan Sidang Dan Keadilan

Usai pemeriksaan saksi, majelis hakim menetapkan agenda sidang selanjutnya adalah pemeriksaan saksi tambahan. Sidang lanjutan ini akan dilaksanakan pada pekan depan, Senin (9/2/2026), menunjukkan bahwa kasus ini masih akan terus bergulir dan mengungkap lebih banyak fakta.

Kasus Pasar Cinde ini menjadi cerminan bagaimana proyek-proyek besar yang terkait dengan acara internasional dapat menimbulkan kompleksitas hukum dan administratif. Status cagar budaya, desakan waktu, serta pembagian aset menjadi elemen kunci yang sedang diuji di persidangan.

Publik menantikan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini, terutama mengingat keterlibatan mantan pejabat tinggi dan dampak pada aset bersejarah kota Palembang. Diharapkan, persidangan ini dapat mengungkap kebenaran dan memastikan pertanggungjawaban yang sesuai.

Terus ikuti kabar terkini seputar Derita Rakyat dan informasi menarik yang menambah wawasan Anda.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Utama dari detik.com
  • Gambar Kedua dari palembang.tribunnews.com

Similar Posts

  • Banjir di Pekalongan Lumpuhkan Jalur Kereta, 38.000 Tiket KAI Dibatalkan

    Bagikan

    Banjir di wilayah pekalongan mengganggu operasional kereta api, PT KAI membatalkan 38.000 tiket demi keselamatan penumpang dan awak kereta.

    Banjir Lumpuhkan Jalur Kereta, 38.000 Tiket KAI Dibatalkan

    Curah hujan tinggi yang memicu banjir di sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang berdampak besar terhadap sektor transportasi nasional. PT Kereta Api Indonesia (KAI) terpaksa membatalkan sekitar 38.000 tiket perjalanan kereta api akibat gangguan operasional yang ditimbulkan oleh cuaca ekstrem tersebut. Pembatalan ini dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang dan awak kereta.

    Banjir yang menggenangi jalur rel, longsor di sekitar lintasan, hingga gangguan sistem persinyalan membuat sejumlah rute tidak dapat dilalui dengan aman. Kondisi ini memaksa KAI melakukan penyesuaian jadwal secara besar-besaran.

    Simak informasi terbaru dan menarik lainnya yang sedang banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    Hujan dan Banjir Ganggu Jalur Kereta

    Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah daerah mengalami banjir. Air meluap ke jalur rel dan mengganggu stabilitas lintasan kereta api.

    Beberapa titik jalur kereta dilaporkan terendam air dengan ketinggian bervariasi. Selain itu, tanah di sekitar rel menjadi labil, meningkatkan risiko longsor yang membahayakan perjalanan kereta.

    Kondisi ini membuat petugas harus melakukan pemeriksaan intensif sebelum mengizinkan kereta melintas. Langkah tersebut diambil sebagai bentuk pencegahan kecelakaan akibat cuaca ekstrem.

    Pembatalan 38.000 Tiket KAI

    Akibat gangguan tersebut, PT KAI membatalkan sekitar 38.000 tiket perjalanan kereta api di berbagai rute. Pembatalan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi jalur yang terdampak hujan dan banjir.

    Sebagian besar tiket yang dibatalkan berasal dari perjalanan jarak jauh dan menengah yang melintasi wilayah rawan banjir. Penumpang yang telah membeli tiket terdampak langsung oleh kebijakan ini.

    KAI menegaskan bahwa pembatalan merupakan langkah terbaik demi keselamatan, meskipun berdampak pada kenyamanan dan rencana perjalanan penumpang.

    Baca Juga: Bekasi Dilanda Banjir Parah, Ribuan Warga Terdampak, Situasi Terkini Mengkhawatirkan!

    Dampak Bagi Penumpang dan Aktivitas Masyarakat

    Dampak Bagi Penumpang dan Aktivitas Masyarakat

    Pembatalan puluhan ribu tiket menimbulkan gangguan signifikan bagi mobilitas masyarakat. Banyak penumpang harus menunda perjalanan atau mencari alternatif transportasi lain.

    Aktivitas ekonomi juga terdampak, terutama bagi pelaku usaha yang mengandalkan pengiriman barang melalui jalur kereta api. Distribusi logistik mengalami keterlambatan akibat gangguan operasional.

    Meski demikian, sebagian penumpang memahami kebijakan KAI dan menilai keselamatan sebagai prioritas utama dalam kondisi cuaca ekstrem.

    Kebijakan Pengembalian dan Layanan KAI

    PT KAI menyediakan kebijakan pengembalian dana penuh bagi penumpang yang terdampak pembatalan tiket. Proses refund dapat dilakukan melalui kanal resmi yang telah disediakan.

    Selain pengembalian dana, KAI juga menawarkan opsi penjadwalan ulang perjalanan tanpa biaya tambahan bagi penumpang yang masih ingin melakukan perjalanan di kemudian hari.

    Layanan pelanggan KAI diperkuat untuk memberikan informasi dan membantu penumpang mendapatkan solusi terbaik atas gangguan perjalanan yang terjadi.

    Antisipasi dan Imbauan ke Depan

    KAI mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait jadwal perjalanan, terutama selama musim hujan yang berpotensi menimbulkan gangguan operasional.

    Ke depan, peningkatan infrastruktur dan sistem drainase di sekitar jalur rel menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi dampak banjir. Pemeriksaan rutin lintasan juga akan terus ditingkatkan.

    Masyarakat diharapkan memahami bahwa kebijakan pembatalan atau penyesuaian jadwal dilakukan semata-mata demi keselamatan bersama, seiring upaya KAI menjaga keandalan layanan transportasi nasional.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari Kompas Money
    2. Gambar Kedua dari Kompas.id
  • Dari Tanggap Darurat ke Pemulihan, Menjaga Momentum Pascabencana

    Bagikan

    Setiap bencana alam, baik banjir, gempa bumi, maupun tanah longsor, menuntut respons cepat dari pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat sekitar.

    Dari Tanggap Darurat ke Pemulihan, Menjaga Momentum Pascabencana

    Tanggap darurat menjadi langkah awal untuk menyelamatkan nyawa, menyediakan kebutuhan dasar, serta menstabilkan kondisi di lokasi terdampak. Aksi ini biasanya melibatkan evakuasi warga, distribusi bantuan pangan, air bersih, serta obat-obatan. Penanganan cepat menjadi kunci agar korban menerima pertolongan segera dan kondisi yang kritis dapat diminimalisasi.

    Proses tanggap darurat memerlukan koordinasi yang baik antara berbagai pihak. Tim medis bergerak untuk memberikan pelayanan kesehatan, sementara aparat keamanan membantu mengatur lalu lintas evakuasi dan menjaga ketertiban. Pendekatan ini memastikan bahwa bantuan dapat tersalur secara tepat, meskipun kondisi lokasi sulit dijangkau.

    Kesigapan tim di lapangan menjadi indikator efektivitas awal penanganan bencana. Simak informasi terbaru dan terviral lainnya yang lagi banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    Penilaian Kerusakan dan Identifikasi Kebutuhan

    Setelah fase tanggap darurat, langkah berikutnya melibatkan penilaian kerusakan di wilayah terdampak. Pemerintah daerah bersama lembaga terkait melakukan survei untuk menentukan lokasi yang mengalami kerusakan berat, sedang, serta ringan.

    Data ini menjadi dasar bagi perencanaan tahap pemulihan. Proses identifikasi mencakup rumah warga, infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, serta fasilitas kesehatan yang terdampak.

    Selain kerusakan fisik, tim pemulihan juga menilai kebutuhan sosial masyarakat. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas mendapat perhatian khusus.

    Kebutuhan psikososial menjadi bagian dari penilaian karena trauma akibat bencana dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Penilaian menyeluruh membantu menentukan prioritas intervensi agar pemulihan berjalan lebih terarah dan efektif.

    Rekonstruksi Infrastruktur dan Hunian

    Pemulihan fisik memerlukan pembangunan kembali infrastruktur yang rusak. Rumah-rumah warga dibangun kembali menggunakan material yang lebih tahan terhadap bencana.

    Jalan rusak diperbaiki agar akses transportasi kembali lancar, sementara fasilitas umum yang terdampak diperbarui agar layanan masyarakat dapat berjalan normal. Pendekatan ini berfokus pada kekuatan fisik agar masyarakat dapat beraktivitas seperti sebelum bencana.

    Selain pembangunan, upaya perbaikan hunian juga menyasar fasilitas sementara. Tenda darurat diganti dengan rumah sementara yang lebih layak agar warga dapat tinggal dalam kondisi lebih aman.

    Rekonstruksi ini memperhatikan keberlanjutan, memastikan setiap pembangunan mampu bertahan menghadapi kemungkinan bencana berikutnya. Kehadiran hunian layak mendorong masyarakat untuk kembali membangun kehidupan normal.

    Baca Juga: 165 Ribu Lebih Korban Banjir Sumatra Masih Mengungsi, Hunian Darurat Minim!

    Dukungan Kesejahteraan Masyarakat

    Dukungan Kesejahteraan Masyarakat

    Pemulihan pascabencana tidak hanya berbasis fisik, tetapi juga mencakup dukungan sosial dan ekonomi. Program bantuan pekerjaan sementara diberikan untuk mendorong aktivitas ekonomi lokal.

    Distribusi pangan berkelanjutan membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, sementara layanan kesehatan tetap tersedia untuk memastikan kesejahteraan jangka panjang.

    Pendampingan psikologis menjadi bagian dari upaya pemulihan karena trauma akibat bencana dapat memengaruhi produktivitas dan interaksi sosial. Anak-anak menerima perhatian khusus melalui kegiatan belajar dan bermain agar perkembangan mereka tidak terganggu. Aktivitas ini menciptakan lingkungan yang lebih stabil, membantu masyarakat menyesuaikan diri dengan kondisi pascabencana.

    Menguatkan Ketahanan Masyarakat

    Tahap pemulihan menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi bencana selanjutnya. Pendidikan mengenai mitigasi risiko diberikan kepada warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan.

    Latihan evakuasi dilakukan secara berkala agar masyarakat mampu bereaksi cepat saat situasi darurat muncul kembali. Selain itu, pembelajaran dari pengalaman sebelumnya menjadi pedoman bagi pembangunan fasilitas yang lebih aman.

    Penguatan ketahanan juga melibatkan kerja sama antara pemerintah, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat. Setiap pihak memiliki peran untuk memastikan bencana berikutnya tidak menimbulkan kerugian sebesar sebelumnya.

    Dengan proses yang konsisten, masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri, sementara wilayah terdampak siap menghadapi situasi kritis di masa depan.

    Jangan lewatkan update berita seputaran NASIB RAKYAT serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari regional.kompas.com
    • Gambar Kedua dari banyumas.tribunnews.com
  • |

    Bencana dan Algoritma, Strategi Baru Komunikasi Krisis Pemerintah

    Bagikan

    Pemerintah kini mengadopsi strategi baru dalam komunikasi krisis dengan memanfaatkan algoritma dan teknologi digital.

    Bencana dan Algoritma, Strategi Baru Komunikasi Krisis Pemerintah
    Langkah ini muncul untuk mempercepat respons terhadap bencana dan memastikan informasi yang tersampaikan akurat dan tepat sasaran, Dengan algoritma, pemerintah dapat memprediksi kebutuhan informasi masyarakat secara real time. Sistem ini membantu mengidentifikasi daerah terdampak, jumlah korban, serta kebutuhan logistik yang paling mendesak.

    Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Derita Rakyat.

    Peran Algoritma dalam Komunikasi Krisis

    Algoritma digunakan untuk memfilter dan menyebarkan informasi secara otomatis kepada warga yang terdampak bencana. Sistem ini mampu memprioritaskan pesan yang kritis, seperti peringatan evakuasi, lokasi pengungsian, dan bantuan darurat.

    Selain itu, teknologi ini memungkinkan pemerintah memonitor respons masyarakat terhadap pesan yang dikirimkan. Analisis data dari algoritma membantu menyesuaikan strategi komunikasi agar lebih efektif dan mengurangi kebingungan publik.

    Penggunaan algoritma juga memperkuat koordinasi antarinstansi. Semua pihak, mulai dari BPBD hingga dinas sosial, dapat mengakses data yang sama untuk menentukan langkah cepat dan tepat selama bencana.

    Manfaat bagi Masyarakat

    Bagi masyarakat, strategi komunikasi baru ini memberikan kepastian informasi yang lebih cepat dan jelas. Masyarakat dapat mengetahui lokasi aman, jadwal distribusi bantuan, dan status evakuasi secara real time.

    Selain itu, sistem ini membantu mengurangi penyebaran informasi hoaks yang kerap muncul saat bencana. Algoritma memastikan hanya sumber resmi yang tersampaikan ke publik, sehingga masyarakat dapat mempercayai setiap pemberitahuan yang diterima.

    Dengan akses informasi yang lebih cepat, warga terdampak bencana bisa segera mengambil keputusan, seperti evakuasi ke tempat aman atau mempersiapkan kebutuhan mendesak. Hal ini diharapkan menurunkan risiko kerugian jiwa dan harta.

    Baca Juga: Kasus Korupsi Dana Dispora, 2 Pejabat OKU Selatan Dijatuhi Tuntutan

    Tantangan Implementasi

    Bencana dan Algoritma, Strategi Baru Komunikasi Krisis Pemerintah

    Meskipun menjanjikan, penerapan algoritma dalam komunikasi krisis juga menghadapi tantangan. Infrastruktur digital di beberapa daerah terpencil masih terbatas, sehingga tidak semua warga dapat menerima informasi secara optimal.

    Selain itu, pemerintah perlu memastikan algoritma yang digunakan bebas dari bias dan dapat menyaring informasi dengan akurat. Kesalahan dalam pemrosesan data dapat menimbulkan kebingungan atau kesalahan penanganan bencana.

    Pelatihan petugas dan edukasi masyarakat menjadi bagian penting dari strategi ini. Pemerintah mengimbau agar semua pihak memahami cara kerja sistem agar komunikasi krisis berjalan efektif dan tepat sasaran.

    Harapan ke Depan

    Strategi komunikasi berbasis algoritma ini diharapkan menjadi model baru bagi penanganan bencana di Indonesia. Pemerintah berkomitmen terus memperbarui sistem agar lebih responsif dan adaptif terhadap kondisi di lapangan.

    Ke depan, integrasi teknologi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi nasional dan lokal, sehingga penanganan bencana lebih cepat, transparan, dan akurat.

    Masyarakat pun diimbau tetap mengikuti arahan resmi dan memanfaatkan informasi dari sumber pemerintah. Dengan kolaborasi antara teknologi, aparat, dan warga, komunikasi krisis di Indonesia dapat ditata ulang menjadi lebih efektif dan bermanfaat bagi semua pihak.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Utama dari antaranews.com
    2. Gambar Kedua dari antarafoto.com

  • Bukan Sekadar Tenda, Ini Kebutuhan Tersembunyi Perempuan di Pengungsian Aceh Yang Jarang Terekspos!

    Bagikan

    Di pengungsian Aceh, kebutuhan perempuan jauh melampaui tenda, termasuk privasi, kesehatan, dan perlindungan yang sering terabaikan.

    Bukan Sekadar Tenda, Ini Kebutuhan Tersembunyi Perempuan di Pengungsian Aceh Yang Jarang Terekspos!

    Ketika bencana melanda, perhatian publik sering terfokus pada kerusakan infrastruktur dan korban jiwa. Namun, di balik gambaran kemanusiaan, ada kisah tak terdengar dari kelompok paling rentan, terutama perempuan. Mereka adalah pilar keluarga yang menanggung beban ganda, namun kebutuhan esensial sering terabaikan.

    Berikut ini akan menyelami realitas pahit di pengungsian pasca-bencana Aceh, mengungkap apa yang sebenarnya dibutuhkan perempuan melampaui sekadar tenda.

    Privasi Dan Kesehatan Menjadi Taruhan Utama

    Di tengah kekacauan pengungsian, privasi menjadi barang mewah, terutama bagi perempuan. Kebutuhan dasar seperti mengganti pembalut menjadi tantangan besar, sering harus menunggu hingga malam karena minim ruang tertutup. Kelangkaan pembalut memaksa beberapa perempuan menggunakan kain bekas, menimbulkan risiko infeksi dan ketidaknyamanan signifikan.

    Kondisi ini diperparah dengan absennya fasilitas sanitasi yang memadai. Ibu menyusui terpaksa mencari sudut terpencil, menyelimuti bayinya dengan kain tipis untuk memberikan ASI, sambil berharap tidak ada yang mengganggu. Ketiadaan ruang laktasi khusus ini menambah beban psikologis dan fisik bagi para ibu yang sedang berjuang di tengah bencana.

    Lebih miris lagi, kebutuhan medis dasar seringkali tidak tersedia. Ibu hamil harus menempuh perjalanan jauh ke Puskesmas karena posko pengungsian tidak dilengkapi obat-obatan esensial. Di lingkungan yang kotor dan lembap, tubuh perempuan menjadi lebih rentan terhadap penyakit, sementara fasilitas pendukung justru sangat terbatas.

    Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Yang Mengintai

    Ketiadaan ruang aman di pengungsian juga membuka celah bagi munculnya ancaman serius: kekerasan berbasis gender. Dalam lingkungan yang padat, di mana keluarga bercampur dan relawan lalu-lalang tanpa henti, potensi pelecehan meningkat tajam. Bahkan tatapan yang tidak diinginkan sudah cukup membuat perempuan merasa tidak aman dan terancam.

    Anak-anak perempuan pun merasakan dampak ketidakamanan ini. Mereka memilih tidur di dekat ibu atau di tempat yang terang, bukan karena takut air, melainkan karena rasa cemas akan hal-hal yang tidak diinginkan. Mereka enggan pergi ke toilet umum setelah gelap karena lokasinya yang jauh dan minim penerangan, meningkatkan risiko bahaya.

    Ironisnya, isu-isu sensitif seperti ini jarang tercatat dalam laporan resmi. Lebih sering, cerita-cerita tersebut hanya menjadi bisikan antar ibu, antar relawan, dan antar perempuan yang saling memahami betapa rapuhnya perlindungan mereka. Kurangnya data resmi ini membuat permasalahan ini kurang terangkat ke permukaan dan diabaikan dalam kebijakan respons bencana.

    Baca Juga: Pemerintah Bangun Hunian Aman Untuk Korban Banjir Sumatera

    Peran Krusial Perempuan Dan Beban Emosional Yang Terlupakan

    Peran Krusial Perempuan Dan Beban Emosional Yang Terlupakan

    Di balik semua kesulitan, perempuan di pengungsian memikul peran yang sangat vital. Mereka adalah tiang keluarga, merawat anak yang sakit, menjaga balita tetap hangat, dan mencari makanan untuk keluarga. Semua tugas berat ini dilakukan dalam kondisi fisik yang lebih rentan dibandingkan laki-laki, menunjukkan ketangguhan luar biasa mereka.

    Selain beban fisik, perempuan juga menanggung beban emosional yang mendalam. Trauma akibat bencana, seperti menggendong anak berlari menyelamatkan diri dari longsor, akan terus membekas. Mereka harus memulihkan diri sambil tetap menjadi tumpuan keluarga, namun jarang ada sistem yang secara khusus menangani pemulihan psikologis mereka.

    Sistem tanggap bencana kita seringkali gagal memperhitungkan aspek penting ini. Siapa yang akan memulihkan para ibu yang telah kehilangan segalanya dan harus tetap kuat untuk keluarganya? Pertanyaan ini seringkali terlupakan, padahal pemulihan keluarga secara utuh sangat bergantung pada kesejahteraan emosional perempuan.

    Mendesaknya Penanganan Bencana Yang Responsif Gender

    Fenomena ini bukanlah hal baru, namun persiapan kita masih stagnan dari tahun ke tahun. Tidak ada standar yang jelas untuk ruang laktasi atau mekanisme distribusi pembalut di posko pengungsian. Protokol perlindungan perempuan dari kekerasan juga belum diterapkan secara konsisten, meninggalkan celah besar dalam penanganan bencana.

    Padahal, yang dibutuhkan hanyalah sedikit keberpihakan, kepekaan, dan kebijakan yang menyadari bahwa kebutuhan perempuan adalah inti dari pemulihan pascabencana. Ini bukan sekadar tambahan, melainkan prioritas utama yang harus diintegrasikan sejak awal perencanaan respons.

    Sudah saatnya negara menata ulang penanggulangan bencana, dari netral gender menjadi responsif gender. Mulai evakuasi hingga pemulihan, kebutuhan spesifik perempuan harus jadi pertimbangan utama. Perempuan tidak lagi dilihat korban tambahan, melainkan pusat kebijakan penanggulangan bencana, karena pemulihan keluarga dimulai dari mereka.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Utama dari tirto.id
    • Gambar Kedua dari web.facebook.com
  • Demi Pencalonan DPR, Eks Kades Sukabumi Korupsi Dana BLT

    Bagikan

    Eks Kades Sukabumi korupsi Rp1,35 miliar dana BLT demi modal nyaleg DPR, namun ambisinya berakhir dengan kasus hukum serius.

    Demi Pencalonan DPR, Eks Kades Sukabumi Korupsi Dana BLT 700

    Ambisi politik bisa membuat seseorang mengambil langkah ekstrem, termasuk mengorbankan uang rakyat. Seorang eks kepala desa di Sukabumi nekat menggelapkan dana BLT COVID-19 senilai Rp1,35 miliar untuk modal pencalonan DPR.

    Rencana yang awalnya untuk meraih kursi legislatif justru berakhir dengan kasus hukum. Penyelidikan polisi menunjukkan bahwa sebagian besar dana digunakan untuk kepentingan pribadi, meninggalkan kerugian besar bagi Derita Rakyat masyarakat yang seharusnya menerima bantuan.

    Ambisi Politik Yang Membutakan

    Ambisi melenggang ke dunia politik bisa membuat seseorang kehilangan arah dan moral. Seorang mantan kepala desa di Kecamatan Cibadak, Sukabumi berinisial GI menjadi contoh nyata akibat hasrat politik yang membutakan mata.

    GI baru saja diciduk polisi setelah terbukti mengkorupsi dana BLT COVID-19 senilai Rp1,35 miliar. Padahal, dana tersebut seharusnya disalurkan untuk membantu masyarakat terdampak pandemi pada tahun anggaran 2020-2022.

    Ironisnya, niat GI untuk maju sebagai calon anggota DPRD membuatnya tega memalsukan laporan pertanggungjawaban dan tanda tangan penerima bantuan. Langkah ini menimbulkan kerugian besar bagi warga yang seharusnya menerima bantuan.

    Modus Korupsi Dan Penyalahgunaan Dana

    Dalam pelaksanaan tugasnya, GI membuat laporan pertanggungjawaban fiktif untuk mengelabui pengawasan. Ia bahkan memalsukan tanda tangan penerima BLT agar tidak ada pihak yang curiga terhadap penggelapan dana.

    Polres Sukabumi melalui penyelidikan menyatakan GI telah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Berkas perkaranya pun telah dinyatakan lengkap atau P21, menandakan proses hukum selanjutnya siap dijalankan.

    Yang lebih menyedihkan, uang bantuan masyarakat itu digunakan untuk kepentingan pribadi. GI mengalokasikan sebagian dana untuk kampanye pencalonan DPRD, membeli aset, dan kebutuhan sehari-hari.

    Baca Juga: Kebakaran Hutan Pegunungan Bona Lumban Tapteng Berhasil Dikendalikan

    Upaya Penegakan Hukum

    Upaya Penegakan Hukum 700

    Kapolres Sukabumi AKBP Samian menegaskan bahwa tahap dua kasus ini akan segera dilanjutkan ke Jaksa Penuntut Umum. Proses ini menjadi bagian dari upaya menegakkan hukum terhadap oknum yang merugikan negara.

    Pihak kepolisian juga mengingatkan pemerintah daerah untuk menjalankan pemerintahan yang bersih dan transparan. Tindakan GI menjadi peringatan agar pejabat tidak memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi yang merugikan rakyat.

    Meski telah mengeluarkan dana besar untuk kampanye, ambisi GI ternyata tidak berbuah manis. Ia gagal melenggang sebagai anggota dewan meski telah melakukan kampanye besar-besaran.

    Dampak Dan Kerugian Negara

    Dari total kerugian Rp1,35 miliar, penyidik menemukan sebagian besar uang telah habis digunakan GI. Hanya sekitar Rp100 jutaan yang berhasil dikembalikan, sisanya hilang untuk biaya pencalonan dan kebutuhan pribadi.

    Kegagalan politik GI menunjukkan bahwa ambisi tanpa etika dapat berakhir tragis. Selain merugikan negara, tindakan ini juga meninggalkan kerugian bagi masyarakat yang seharusnya mendapatkan BLT.

    Kasus ini menjadi peringatan bagi pejabat publik lain agar tidak menempatkan kepentingan pribadi di atas kepentingan rakyat. Integritas dan transparansi tetap menjadi kunci agar publik tetap percaya pada lembaga pemerintahan.


    Sumber Informasi Gambar:

    • Gambar Pertama dari detik.com
    • Gambar Kedua dari hukumonline.com
  • Gotong Royong Aceh, TNI Turun Tangan Bersih Rumah dan Sekolah Dari Lumpur

    Bagikan

    Gotong royong di Aceh, TNI bersama warga membersihkan rumah dan sekolah yang terendam lumpur, solidaritas lokal dan semangat kebersamaan.

    TNI Turun Tangan, Gotong Royong Aceh Bersih Dari Lumpur

    Aceh kembali menunjukkan kekuatan solidaritas dan semangat gotong royong masyarakatnya. Setelah hujan deras dan banjir yang menimbulkan endapan lumpur, ribuan rumah serta fasilitas pendidikan terendam. Dalam kondisi tersebut, TNI turun tangan membantu warga membersihkan lumpur, membuktikan bahwa gotong royong tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Aceh.

    Simak informasi terbaru dan menarik lainnya yang sedang banyak di bicarakan hanya ada di Derita Rakyat.

    TNI Turun Langsung di Tengah Warga

    Keaktifan TNI dalam kegiatan ini menjadi perhatian banyak pihak. Prajurit tidak hanya memimpin, tetapi turut bekerja membersihkan lumpur di rumah warga yang terdampak banjir. Mereka membawa peralatan berat maupun ringan untuk memastikan rumah dan fasilitas pendidikan bisa segera digunakan kembali.

    Warga yang sebelumnya kewalahan menghadapi endapan lumpur merasa terbantu dengan kehadiran TNI. “Kami senang karena ada yang membantu, sehingga rumah bisa cepat dibersihkan. TNI hadir bukan hanya sebagai aparat, tetapi sebagai bagian dari keluarga kami,” ujar salah satu warga yang terdampak.

    Selain membersihkan rumah, TNI juga fokus membersihkan sekolah. Hal ini penting agar anak-anak bisa kembali belajar tanpa terganggu kondisi lingkungan. Sekolah yang bersih dari lumpur juga meningkatkan semangat guru dan siswa dalam menjalankan kegiatan belajar mengajar.

    Semangat Gotong Royong Masyarakat Aceh

    Gotong royong menjadi kunci keberhasilan pemulihan pasca-bencana. Di Aceh, budaya bekerja bersama masih kuat, terbukti dari banyaknya warga yang ikut serta dalam pembersihan rumah dan sekolah. Tidak ada sekat antara aparat dan warga; semua bekerja untuk tujuan bersama.

    Kegiatan ini juga menumbuhkan rasa saling peduli antarwarga. Mereka saling membantu membersihkan rumah tetangga yang terkena lumpur, membawa peralatan, dan bahkan menyediakan makanan untuk para relawan. Solidaritas ini menciptakan suasana hangat di tengah kondisi yang berat.

    Selain itu, kegiatan gotong royong ini menjadi pembelajaran bagi generasi muda. Anak-anak diajarkan bahwa kebersamaan dan kepedulian terhadap sesama adalah hal yang penting, terutama saat menghadapi bencana alam. Budaya ini memperkuat ikatan sosial di Aceh dan menumbuhkan rasa bangga terhadap komunitasnya sendiri.

    Baca Juga: Banjir Bandang Kembali Terjang Daerah Wisata Guci Tegal, Pancuran 13 Ambruk

    Sekolah Kembali Normal Setelah Bersih

    Sekolah Kembali Normal Setelah Bersih

    Sekolah yang terdampak lumpur menjadi prioritas utama. Banyak kelas yang sebelumnya tidak bisa digunakan kini sudah bersih berkat bantuan TNI dan warga. Meja, kursi, dan buku pelajaran disapu bersih, membuat lingkungan belajar aman dan nyaman kembali.

    Kepala sekolah setempat menyampaikan rasa terima kasihnya. “Kami sangat bersyukur, TNI dan warga membantu membersihkan sekolah. Anak-anak kini bisa belajar dengan nyaman dan aktivitas pendidikan berjalan normal kembali,” ujarnya.

    Pemulihan sekolah tidak hanya penting dari sisi fisik, tetapi juga psikologis. Anak-anak yang sempat khawatir karena banjir dan lumpur kini merasa aman. Mereka kembali bersemangat mengikuti pelajaran dan bermain di halaman sekolah yang bersih.

    Dampak Positif Gotong Royong Bagi Komunitas

    Selain memulihkan kondisi rumah dan sekolah, gotong royong membawa dampak sosial yang besar. Warga merasa lebih dekat dengan aparat, dan solidaritas antarwarga semakin kuat. Kepercayaan dan kerja sama meningkat, membentuk komunitas yang tangguh menghadapi bencana di masa depan.

    Selain itu, kegiatan ini juga memupuk rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Warga mulai lebih sadar menjaga kebersihan dan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan bencana berikutnya. Semangat ini mendorong Aceh menjadi daerah yang resilien dan solid.

    Kegiatan gotong royong seperti ini juga menjadi contoh nasional, bahwa bencana bisa dihadapi dengan kerja sama dan kepedulian bersama. Peran TNI sebagai fasilitator dan warga sebagai pelaksana menunjukkan sinergi positif yang bisa diterapkan di wilayah lain.

    Harapan Aceh Pasca Gotong Royong

    Dengan rumah dan sekolah yang telah dibersihkan, warga Aceh kini bisa memulai aktivitas sehari-hari kembali. Gotong royong ini menjadi momentum untuk membangun kembali semangat komunitas dan memperkuat solidaritas sosial.

    Pemerintah daerah berharap, budaya gotong royong ini terus dijaga. Tidak hanya saat bencana, tetapi juga dalam kegiatan rutin, sehingga Aceh menjadi contoh daerah yang tangguh dan peduli terhadap sesama.

    Warga sendiri menegaskan, mereka siap tetap bekerja sama, membantu tetangga, dan menjaga lingkungan. Semangat ini menjadi simbol ketahanan Aceh dan menunjukkan bahwa bersama-sama, segala tantangan bisa diatasi.

    Jangan lewatkan update berita seputaran Derita Rakyat serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.


    Sumber Informasi Gambar:

    1. Gambar Pertama dari ANTARA News
    2. Gambar Kedua dari Ntvnes.id